Iklan
Oleh: masshar2000 | 23 November 2017

Orang Berakal Lebih Banyak Diam Daripada Banyak Bicara

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

M2000 – Kita sering mendengar pepatah yang mengatakan ” diam itu emas ” yang bisa diartikan kalau tidak bisa bicara baik lebih baik diam .

Kalimat diatas memang benar , sebagai orang yang beradap terlebih beragama , kita tentu akan mensortir ucapan kita sebelum keluar dari mulut kita dan didengar orang lain .
Tidak asal ceplas-ceplos ngoceh sana-sini yang tidak jelas apalagi manfaatnya .
Apalagi jika nanti orang lain tidak suka dengan omongan kita , ujungnya malah gugur satu saudara , berkuranglah teman kita …siapa yang rugi ?

Imam Abu Hatim Ibnu Hibban Al-Busti berkata dalam kitabnya Raudhah Al-‘Uqala wa Nazhah Al-Fudhala hal. 45,

⚪ “Orang yang berakal selayaknya lebih banyak diam daripada bicara.

⚪ Hal itu karena betapa banyak orang yang menyesal karena bicara, dan sedikit yang menyesal karena diam.

⚪ Orang yang paling celaka dan paling besar mendapat bagian musibah adalah orang yang lisannya senantiasa berbicara, sedangkan pikirannya tidak mau jalan”.

Beliau juga menjelaskan pula di hal. 47, yang mengatakan :

⚪ “Orang yang berakal seharusnya lebih banyak mempergunakan kedua telinganya daripada mulutnya.

⚪ Dia perlu menyadari bahwa dia diberi telinga dua buah, sedangkan diberi mulut hanya satu adalah supaya dia lebih banyak mendengar daripada berbicara.

⚪ Seringkali orang menyesal di kemudian hari karena perkataan yang diucapkannya, sementara diamnya tidak akan pernah membawa penyesalan.

⚪ Dan menarik diri dari perkataan yang belum diucapkan adalah lebih mudah dari pada menarik perkataan yang telah terlanjur diucapkan.

⚪ Hal itu karena biasanya apabila seseorang tengah berbicara maka perkataan-perkataannya akan menguasai dirinya.

⚪ Sebaliknya, bila tidak sedang berbicara maka dia akan mampu mengontrol perkataan-perkataannya.

Berikut hadist tentang adab berbicara ,
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُت

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Semoga bermanfaat ,
wassallamu’allaikum…

Library : almanhaj.or.id

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: