Iklan
Oleh: masshar2000 | 29 November 2017

Akankah Pilkada Jateng Sepanas Jakarta ?

image

M2000 – Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu lalu masih menyisakan PR bagi gubenur terpilih .
Bagaimana tidak , pemilihan pilkada DKI kemarin menjadi catatan terburuk dalam sejarah pilkada . Menjual isu agama hingga memusuhi sesama yang seagama sangat terasa dan menyesakkan dada dan bisa dibilang memalukan untuk sebuah demokrasi yang sudah dibangun selama beberapa dekade sebelumnya.

Dan , walaupun hampir semua orang tidak menghendaki suasana pilgub DKI menular kedaerahnya , namun sepertinya suasana Pilgub Jakarta akan dicontek Jawa Tengah. Ya minimal ada sejumlah kesamaan.
Pertama orang yang didorong maju adalah sama-sama bekas menteri yang dipecat Jokowi. Bukan dipecat sih, dalam bahasa Anies disudahi jabatannya. Kalau di Jakarta ada Anies Basewedan, di Jateng dihadirkan Sudirman Said yang kini menjadi bagian dari tim Anies di Jakarta .

Kedua, isu agama akan mulai dimainkan. Ganjar Pranowo akan disematkan isu anti islam. Hal ini karena backgorund Ganjar adalah politisi PDI yang menurut mereka adalah Partai pendukung penista agama.
Gerakan mendeskriditkan PDIP sebagai partai nasionalis pun mulai digencarkan. Lihat saja, kini isu penjualan Indosat di jaman Megawati yang sudah bertahun-tahu kembali diangkat , bahkan disangkut-pautkan dengan presiden Jokowi.

Kini , ketika Sudirman Said didukung oleh PAN dan PKS, dan kemungkinan besar Gerindra. Kita tahu dong, gaya partai ini dalam berpolitik kaya apa ,  agama dijadikan tunggangan dan sudah jadi rahasia umum tak bisa ditutup-tutupi . Strateginya mereka tentu sama seperti di Jakarta. Memperjuangkan Gubernur yang dianggap dapat menampung aspirasi kelompoknya. Anies bisa jadi contoh nyata .

Jika melihat konstalasi politik, Jabar dan Jatim memang sudah agak susah dimasuki secara serius oleh mereka . Di Jabar kandidat yang memiliki elektabilitas tinggi adalah Ridwan Kamil dan Deddy Mulyadi. Sementara Deddy Mizwar justru ditolak Gerindra. RK dan DM dianggap susah untuk dipegang oleh kelompok garis keras , karena memang keduanya sama bersih .
Sedangkan di Jatim ada Syaefullah Yusuf dan Khofifah yang keduanya kental ke-NU-annya , apalagi Jatim adalah basis utama NU , aliran lain apalagi garis keras akan susah mengambil hati warga .
La Nyala Mataliti yang mencoba mengambil peran untuk mewakili kelompok ini,  sampai sekarang kayaknya tetap mendem .
Akhirnya mereka menyerah , biarlah Jatin jadi rebutan kelompok Nahdliyin sendiri .

Dengan dilepasnya Jatim , satu-satunya peluang untuk menguasai Jawa, ya di Jawa Tengah. Kandidat yang akan diusung adalah Sudirman Said itu tadi .
Kabarnya Sudirman sangat dekat dengan kelompok PKS. Bahkan ada yang menyangka dia adalah salah satu kader senior yang dipersiapkan.

Ganjar Pranowo sang incumbent sendiri akan  kerepotan menangkis isu e-KTP yang menyerempet dirinya.
Eskalasi pemeriksanaan dan bahkan sampai proses persidangan Setya Novanto tentu bisa menjadi senjata untuk menjatuhkan Ganjar , walaupun Ganjar sendiri belum tentu terlibat . Apalagi Sudirman Said adalah tokoh Masyarakat Transparansi Indonesia, sebuah LSM yang memang memiliki kaki kuat di kalangan aktivis antikorupsi.

Akhirnya , Ganjar diharapkan mampu menepis isu e-KTP yang membelit dirinya. Tapi sekali lagi, yang namanya momentum politik seperti Pilkada, isu ini akan terus digulirkan apapun hasilnya nanti , senjata ampuh sebagai ” pemusnah massal ” ya memang kasus E-KTP , Plus nanti provokasi agama, lengkaplah sudah senjata mereka.
Menurut saya yang asli warga Jawa Tengah , isu agama akan sangat sulit dimainkan di sini .

Kita tahu kultur budaya di Jateng sangat kuat dan juga adat kejawen bahkan islam kejawen sangat kental disini . Menurut pengamatan saya , belum pernah ada isu agama yang dimainkan dalam pilkada dan pilwalkot yang dimainkan dan menang disini .
Jadi artinya , senjata untuk mengalahkan Ganjar adalah isu E-KTP itu tadi .
Itupun kalau Ganjar masih dipercaya PDIP untuk maju lagi , karena ada kandidat kuat dari PDIP yang berpotensi menjadi kandidat gubenur selain Ganjar yaitu mantan bupati Klaten dua periode Sunarna dan bupati Sukoharjao dua periode yang kini masih menjabat bapak Wardoyo .
Hemat saya yang kebetulan mengenal track record kedua bupati ini , sebaiknya Wardoyo lah yang maju menggantikan Ganjar karena Wardoyo tercatat bersih dari korupsi dan sukses memimpin Sukoharjo dan yang jelas dekat dengan tokoh-tokoh agama .

Namun yang jelas , siapapun yang akan maju untuk Jateng , Dengan adanya dua bekas menteri maju sebagai Gubernur, Jokowi akan mendapat hadangan yang tidak ringan. Kedua mantan ini tentu sakit hati karena dicopot dari jabatannya. Keduanya didukung oleh PKS. Itulah modal mereka untuk menjadi penghalang Jokowi di Pilres nanti , setidaknya untuk mem-backup Prabowo di pilpres 2019.

Kemarin sempat dengar bahwasanya ada kelompok yang mulai disiapkan untuk mengusung Anies jadi Capres. Kelompok ini mulai bekerja secara serius.
Tapi, kalau targetnya Capres, tentu saja akan berbenturan dengan Prabowo yang juga bosnya Anies sendiri  yang sampai sekarang masih memimpikan diri jadi Presiden. Prabowo jelas tidak puas jika cuma main Presiden-presidenan. Masa disamain sama Fakhrurrozi, yang cuma jadi Gubernur-gubernuran versi FPI untuk menyaingi Ahok saat itu .

Salam literasi dan salam waras

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: