Iklan
Oleh: masshar2000 | 30 November 2017

Ketika Rambut Nabi Muhammad Mulai Beruban , Apa Yang Dipikirkan ?

Assalamu’allaikum mass-miss sadayana

image

Rambut nabi Muhammad

M2000 – Apakah kita pernah memikirkan apa yang akan terjadi dengan anak cucu kita kelak ?
Atau tidak usah jauh-jauh dulu , apakah kita pernah memikirkan mati enak , daripada hidup enak ?

Sebagian orang tentu pernah memikirkannya , namun tidak sedikit juga yang ogah atau enggan untuk memikirkan sejauh itu .
Merekalah golongan orang-orang yang cinta dunia , seakan-akan mereka akan hidup kekal , harta pun akan dibawa mati .

Kita sebagai umat muslim sebenarnya sudah diberi contoh atau teladan yang sempurna .
Nabi Muhammad SAW sebagai sosok teladan tak pernah memikirkan nasibnya tatkala Allah SWT mengabarkan tentang hal-hal yang akan terjadi di hari Kiamat , tetapi yang dipikirkannya hanyalah tentang umatnya. Kesedihan serta belas kasihannya terhadap umatnya yang berbuat maksiat sangat membekas di dalam lubuk hatinya.

Dikutip dari Ensiklopedia Alquran, para nabi dan utusan Allah SWT memang tidaklah sama satu dengan yang lain, baik dari segi akhlak maupun perangainya.
Nabi Nuh AS hidup bersama kaumnya selama kurang lebih 950 tahun. Beliau senantiasa memberi nasihat dan peringatan kepada mereka. Namun demikian, jumlah orang yang beriman dan mengikutinya hanya segelintir saja. Akhirnya, Nabi Nuh AS memohon kepada Allah SWT agar membinasakan seluruh orang kafir.
Beliau berkata sebagaimana diabadikan dalam QS. Nuh ayat 26:
“Nuh berkata, ‘Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi “.

Adapun Nabi Ibrahim AS, bapak para nabi atau bapaknya orang beriman memiliki perangai yang halus dan berhati lembut. Beliau bersedih karena melihat keterjerumusan orang kafir dan penyembah berhala. Beliau merasa kasihan kepada mereka karena pada hari Kiamat, neraka siap menyambut mereka.
Beliau berdoa kepada Allah SWT sebagaimana diabadikan dalam dua ayat berikut :
“Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, ‘Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Makkah), negeri yang aman dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala itu yang telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS.Ibrahim 35-36)

Sementara Nabi Muhammad SAW sangat bersedih dikarenakan kaum musyrik tetap tidak mau beriman kepadanya.
Dalam Alquran terdapat banyak ayat yang memperlihatkan hati dan sifat belas kasih beliau.
Alkisah pada suatu hari Abu Bakar ra melihat sebagian rambut Rasulullah SAW memutih. Karena heran melihatnya, Abu Bakar lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, kuperhatikan rambut Anda telah beruban?
Dengan raut wajah seolah sedang berpikir keras, Nabi SAW menjawab, “Benar! Surah Hud dan sejenisnya (ayat tentang hari kiamat) membuatku beruban.”

image

Rambut nabi Muhammad

Berikut beberapa ayat dalam surah hud tersebut ,
Ayat 101

وَمَا ظَلَمْنَٰهُمْ وَلَٰكِن ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ۖ فَمَآ أَغْنَتْ عَنْهُمْ ءَالِهَتُهُمُ ٱلَّتِى يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ لَّمَّا جَآءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍ
” Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka “. (Hud 11:101)

Ayat 102

وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ
” Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras”. (Hud 11:102)

Ayat 103

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ
” Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk)”. (Hud 11:103)

Ayat 104

وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ
” Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu “. (Hud 11:104)

Maka tatkala beliau bersedih memikirkan nasib umatnya, Allah menegurnya:
“Maka (apakah) barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Alquran).” (QS.al Kahfi ayat 6).

Library : dari berbagai sumber

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: