Iklan
Oleh: masshar2000 | 30 November 2017

Pengacara Setya Novanto Umbar Kemewahan , Ini Kata Menkeu Sri Mulyani

image

M2000 – Nama Fredrich Yunadi tiba-tiba populer setelah menjadi pengacara Setya Novanto tersangka kasus E-KTP .
Dulu kita tidak pernah mengenal apalagi melihat pengacara yang ternyata sudah 40 tahun malang melintang di dunia hukum itu .

Kini Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi memang menjadi pengacara paling disorot publik , apalagi beberapa waktu lalu dia pamer kekayaannya dalam sebuah cuplikan video sesi wawancara yang beredar di masyarakat.
Dalam tayangan tersebut, Fredrich mengaku senang dengan kemewahan dan biasa menghabiskan miliaran rupiah saat melancong ke luar negeri.

“Saya suka mewah. Saya kalau ke luar negeri, sekali pergi itu minimum saya spend Rp 3 M, Rp 5 M. Yang sekarang tas Hermes yang harganya Rp 1 M juga saya beli. Saya suka kemewahan,” aku pria berkumis ini.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku senang dengan perilaku seperti itu.
“Saya senang sebenarnya. Makin banyak orang menceritakan bahwa dia kaya, beli mobil, beli segala macam, itu bagus. Karena, dia sebetulnya melakukan voluntary disclosure,” katanya kepada Viva.id, saat ditemui di Direktorat Jenderal Pajak (27/11).

Dia mengatakan pengakuan seperti itu memudahkan tugas pegawai pajak dalam memeriksa wajib pajak. Informasi dari masyarakat sangat bermanfaat bagi pemerintah. Namun Sri Mulyani enggan membeberkan apakah Direktorat Jenderal Pajak akan memeriksa Friedrich atau tidak, karena data wajib pajak bersifat rahasia.

Kendati begitu, Sri Mulyani justru mengimbau semua wajib pajak untuk mengecek surat pemberitahuan tahunan masing-masing dan segera melaporkan penghasilannya jika masih ada yang luput dari laporan. Apalagi bagi mereka yang sudah berani mengumbar harta kekayaan.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menganalogikan, jika dirinya pribadi memiliki uang sebesar Rp1 miliar atau pun Rp100 miliar, maka secara pribadi harus melakukan assessment sendiri dan melakukan kewajiban perpajakannya sebagaimana yang telah diaturkan oleh Undang-Undang.

“Sekarang adalah saat yang baik bagi Wajib Pajak memperbaiki saja, apalagi sudah sampai berani menyampaikan bahwa dia punya uang banyak atau harta banyak, mungkin sebaiknya sebelum melakukan itu, lihat SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan)-nya dulu. Jangan sampai nanti pada bingung masyarakat dan nanti juga enggak bagus untuk masyarakat,” ucap Sri Mulyani.

Ayo pak Fredrich , sudah ngaku kaya , jangan lupa pajaknya ya ..!!!

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: