Iklan
Oleh: masshar2000 | 7 Desember 2017

Kenapa Jendral Gatot Nurmantyo Dipensiunkan Dini ?

image

Hadi Tjahjanto dan Gatot Nurmantyo

M2000 – Seperti yang diberitakan sejumlah media , presiden Jokowi memberikan nama Hadi Tjahyanto untuk  menggantikan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang akan segera pensiun pada bulan maret 2018 nanti.
Hal ini terkesan dipaksakan karena masih ada 2-3 bulan sebagai persiapan masa pensiun Gatot .

Reaksi Gatot di Komplek DPR RI di Senayan saat mengantarkan calon penggantinya itu pada Rabu, 6 Desember 2017, sungguh di luar dugaan.
Ketika sejumlah anggota dewan mempersoalkan manuver Jenderal Gatot menerbitkan SK rotasi 85 perwira di jajaran TNI menjelang akhir masa jabatannya sebagai Panglima TNI, Gatot Nurmantyo membela diri.
Bagi Jenderal Gatot, dirinya sama sekali tidak melanggar etika soal terbitnya SK tersebut. Sebab Presiden Jokowi tidak memberi tahu dirinya akan ada pergantian Panglima TNI dengan pengajuan nama Kepala Staf TNI AU (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto, dilansir dari Liputan6.com (06/12/2017).

Keterangan Gatot di atas nampak menjadi pembenaran hubungan buruk antar atasan dan bawahan itu dalam setahun terakhir ini. Setidaknya memang terdapat komunikasi yang kurang baik antara Presiden dan Panglimanya itu .

Proses mutasi sendiri menurut Gatot sudah berjalan bertahap sebagaimana prosedurnya. Per tanggal 30 November 2017 dan sudah melalui mekanisme dalam Pra Dewan Kepangkatan Tinggi (Wanjakti), diwakili oleh wakil KSAU dan wakil KSAD.
Jadi SK rotasi itu dibuat sebelum muncul nama Marsekal Hadi Tjahjanto yang disodor Presiden Jokowi kepada DPR RI.
Andai Jenderal Gatot mengetahui munculnya nama Marsekal Hadi Tjahjanto, ia mengaku tidak akan memproses SK rotasi tersebut .

Beberapa hari kemudian, 4 Desember 2017, Jenderal Gatot dan Wanjakti menggelar rapat keputusan. Namun di hari yang sama Presiden Jokowi mengirim surat kepada DPR RI tentang permohonan persetujuan pemberhentian dengan hormat Panglima TNI Jenderal Gatot dan pengangkatan KSAU Marsekal Hadi Tjahjanto sebagai calon Panglima TNI.
Surat itu diserahkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno kepada Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Jenderal Gatot mengakui baru tahu setelah ditelepon Mensesneg setelah surat tersebut diserahkan ke DPR.

Bila memang benar Gatot tidak tahu pergantian Panglima TNI karena Presiden RI tidak memberi tahu, setidaknya melalui Mensesneg, maka sama artinya pihak Istana sedang “bermain” dengan Gatot.

Karena nama Marsekal Hadi Tjahjanto sudah terlanjur beredar, sehari setelahnya, 5 November 2017, ada satu respon penting Jenderal Gatot yang menggelitik nalar. Di Istana Kepresiden Bogor, ia malah menyarankan agar DPR RI DPR segera mengesahkan usulan Presiden RI. Kalau terlalu lama ia khawatir terjadi dualisme kepemimpinan, dilansir dari Detik.com (05/12/2017).

Respon tersebut sangat nampak sebagai bentuk kekecewaannya karena tidak diberi tahu sehingga ia merasa terjebak. Respon itu sekaligus menggambarkan sindiran Gatot terhadap Istana, khususnya untuk Presiden Jokowi.

Entah ungkapan apalagi yang kelak ia sampaikan. Tapi menunjukan situasi konstans bahwa Jenderal Gatot sedang menahan kekecewaan . Tentu saja ini wajar , biarpun ia diangkat menjadi Panglima oleh Presiden , namun diberhentikan sebelum waktunya adalah sesuatu yang menyakitkan . Sebagaimana harapan banyak pejabat ingin mengakhiri masa jabatan dengan damai tanpa intrik, malah di akhir masa jabatannya Gatot seolah-olah diintrik secara politik.

Hari ini , DPR RI menyetujui Marsekal Hadi sebagai pengganti dirinya, itu berarti pelantikan bakal dilangsungkan pada Desember ini juga. Kurang lebih akhir Desember 2017 atau awal pekan Januari 2018.
Memberhentikan jenderal bintang empat sebelum tepat waktunya akan selalu mengundang tanda tanya. Bahkan selalu mencerminkan situasi politik yang tidak kondusif antar bos dan anak buahnya . Muatan politisnya sangat kental.
Sebenarnya hal seperti ini bukanlah pertama kalinya terjadi karena jaman presiden sebelumnya pernah terjadi yaitu pada diri Kapolri Jenderal (Purn) Pol Sutarman pada 2015 dalam kisruh Cicak vs Buaya jilid III.

Begitu pula pengalaman pahit Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Riyacudu saat diusulkan oleh Presiden RI ke-6 Megawati Soekarnoputri di akhir masa jabatannya sebagai presiden. Namun usulan itu dianulir oleh SBY setelah terpilih pada Pemilu 2004. Siapapun tahu situasinya kala itu terdapat gesekan hebat antar mantan atasan dan bawahan itu.

Lantas, apa motivasi Presiden Jokowi tidak menyampaikan informasi calon pengganti nama Panglima TNI itu kepada Jenderal Gatot, setidaknya melalui Mensesneg Pratikno?

Jika memang benar Jenderal Gatot tidak diberi tahu sejak awal, kemungkinan besarnya memang Jokowi secara personal hendak memberi “pelajaran” untuk sang Jenderal secara halus bahwa loyalitas yang ditunjukkan Gatot terhadap Presiden Jokowi dianggap hanya sebatas manis di bibir. Tapi realitasnya Gatot terlalu asyik berpolitik dan itu sudah berkali-kali .

Meskipun Jenderal Gatot sendiri sering sekali membantah bahwa manuvernya selama menjabat Panglima TNI adalah dalam rangka melaksanakan politik negara, toh hasil yang ditunai berupa moncernya nama Jenderal Gatot sebagai seorang yang berani bermanufer tanpa seijin presiden .

Poros Megawati Soekarnoputri dan PDIP nya sebagai partai utama pemerintah juga sudah berkali-kali memperingatkan manuver Gatot yang dibaca sebagai pra pengkondisian dirinya untuk Pilpres 2019. Makin dekat Pilpres, Jenderal Gatot makin atraktif. Dan itu dinilai menyalahi sapta marga.

Mungkin saja para politisi PDI Perjuangan akan menyindir: baru “dikerjai” begitu saja oleh Jokowi dengan tidak membagi informasi kepada Jenderal Gatot, ia sudah baper (bawa perasaan).
Sementara Jokowi sebagai bosnya sering “dikerjai” Gatot dengan manuver “politik negara” ala Panglima TNI.
Beberapa kalangan pun menganggap Gatot sudah melukai PDIP saat Gatot memerintahkan pemutaran film G30/S/PKI , padahal saat itu PDIP sedang disudutkan sejumlah pihak sebagai sarang PKI .

Kalau sudah begini jalan ceritanya: nampaknya pertarungan Pilpres 2019 semakin panas.
Namun tunggu dulu , Gatot mau merapat kemana , atau mau mengikuti jejak SBY , mengekpos dirinya sebagai orang yang ” didholimi ” atasan dan kemudian membentuk partai politik dan maju sendiri sebagai capres .
Hmmm…tentu ini tidak mudah , waktunya terlalu singkat dan tidak memungkinkan lagi untuk membentuk partai politik baru  .
Sedangkan diluar sana masih ada Prabowo yang juga berlatarbelakang militer yang lebih bernafsu untuk segera menjadi Presiden .
Duet militer dengan militer sepertinya juga bukan pilihan menarik .

Seandainya PKS dan PAN mencalonkan Gatot sebagai capres pun sepertinya juga tidak bisa , karena syaratnya harus minimal 20% suara pemilu . Artinya Gatot  gagal dan Prabowo yang maju sendirian dengan Gerindra juga gagal dan akan muncul nama Jokowi sebagai capres tunggal .

Paling logis adalah Gatot berdiam diri , duduk manis menunggu pinangan Prabowo atau Jokowi sebagai capresnya , tapi apa mungkin Prabowo dan Jokowi mau mengajak Gatot berkolaborasi .
Prabowo tentu lebih memilih Anies karena jelas lebih mudah dikendalikan nantinya .
Sedang Jokowi , secara hitung-hitungan politis akan memilih Agus Yudhoyono karena otomatis akan memperkuat posisinya lewat partai Demokrat ..Kecuali jika Jokowi sudah aman seperti saat SBY mau maju lagi sebagai presiden ke periode keduanya waktu itu .

Ya .. Kalau mau berpolitik memang harus terjun ke dunia politik dulu , dan Gatot sepertinya sudah telat jika untuk persiapan 2019.
Paling logis adalah menunggu pinangan Jokowi lagi untuk posisi menteri pertahanan menggantikan Ryamizard Ryacudu yang pada saat pilpres 2019 nanti sudah berusia 69 tahun .

Iklan

gunakan suaramu

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: