Kronologi Ditolaknya Ustadz Abdul Somad di Bali

image

M2000 – Beberapa hari yang lalu sempat viral soal ditolaknya Ustadz Abdul Somad saat akan berceramah di Bali .

Berbagai pendapat dan penjelasan muncul diberbagai media .

Dan berikut kronologi lengkap kenapa dakwah Ust Abdul Shomad awalnya di tolak Masyarakat Bali , namun akhirnya diperbolehkan berceramah ,

1. Ustad Abdul Somad datang ke Bali untuk berceramah pada hari Jumat, 7 Desember 2017.

2. Bali menyambut baik siapapun juga yang datang ke Bali termasuk Ustad Abdul Somad. Mau berceramah juga silakan, karena Islam adalah salah satu agama yang diakui secara sah di NKRI.

3. Namun dikarenakan sepak terjang dan ceramah Ustad Abdul Somad di masa lalu dan sampai kini yang seperti itu (tak perlu diterangkan lagi kita pasti sudah tahu sama tahu. Ada banyak videonya sudah beredar dimana-mana. Silakan dicek sendiri di youtube), maka Bali merasa sangat perlu untuk menyatukan komitmen, visi dan misi dengan Ustad Abdul Somad. Visi dan misi tersebut adalah komitmen bahwa kita semua termasuk Ustad Abdul Somad adalah anak bangsa yang cinta NKRI, Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan Sang Saka Merah Putih.

4. Ternyata Ustad Abdul Somad menolak mencium Sang Saka Merah Putih. Kenapa beliau menolak?
Silakan menanyakan alasannya kepada Ustad Abdul Somad sendiri. Bukan kapasitas saya untuk menjawabnya. Yang jelas, bukanlah hal yang sulit dan berlebihan bagi setiap anak bangsa untuk mencium bendera negaranya sendiri. Para atlet yang akan berlaga, anggota Paskibraka dan banyak moment lainnya sudah lazim melakukan prosesi mencium Sang Saka Merah Putih. Tak ada yang aneh dan tak ada yang sulit dengan itu semua. Justru Ustad Abdul Somadlah yang mempersulit dirinya sendiri dengan menolak permintaan yang semudah itu. Itupun sudah melalui proses negosiasi panjang yang melelahkan sampai berjam-jam di dalam ruangan tertutup di Hotel Aston, Gatsu Barat, Denpasar, Bali. Hal mudah dibuat jadi sulit. Itulah yang terjadi saat itu.

5. Bali tidak berhak memaksa. Jika Ustad Abdul Somad memang tidak bisa menyamakan komitmen, visi dan misi sebagai anak bangsa yang cinta NKRI, ya berarti silakan pulang. Keputusan ada di tangan Ustad Abdul Somad sendiri mau pulang atau tidak.

6. Ustad Abdul Somad tetap menolak mencium Sang Saka Merah Putih. Itu artinya Ustad Abdul Somad sendirilah yang memilih untuk pulang dan tidak melanjutkan acara ceramahnya di Bali.

7. Saat berita nomer 6 diketahui masyarakat Bali yang berkumpul di depan Hotel Aston, suasana menjadi ramai meminta Ustad Abdul Somad agar segera pulang. Point nomer 7 inilah yang diberitakan sana sini bahwa Ustad Abdul Somad diusir dari Bali. Padahal Ustad Abdul Somad sendiri yang sudah memilih untuk pulang.

8. Akhirnya Ustad Abdul Somad berubah pikiran. Ustad Abdul Somad mau menyanyikan lagu Indonesia Raya, mau mengakui NKRI, Pancasila, UUD 45 dan Bhineka Tungga Ika sebagai 4 pilar kebangsaan Indonesia yang sudah final dan tidak dapat diubah dan tidak dapat diganggu gugat, sekaligus mau mencium Sang Saka Merah Putih sebagai tanda kecintaannya kepada NKRI. Semua prosesi ini dilakukan di depan Hotel Aston, dihadapan semua masyarakat Bali yang berkumpul di sana.

9. Karena komitmen, visi dan misi sudah sama, Bali mempersilakan Ustad Abdul Somad melanjutkan tujuannya datang ke Bali untuk berceramah. Ustad Abdul Somad malah dikawal dengan baik oleh perwakilan masyarakat Bali dan anggota keamanan termasuk dari kalangan NU ,  sehingga acara ceramahnya bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Demikianlah tulisan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan sejujur-jujurnya.

Tertanda:
Jemima Mulyandari
Denpasar, 8 Desember 2017

Dari Ustadz Abdul Somad sendiri juga sudah mengklarifikasi sendiri lewat akun instragramnya @ustadzabdulsomad .

” Antusiasme Ummat Islam Bali memang luar biasa. “Dalam perjalanan dakwah ceramah saya, dari mulai Makassar, Pontianak, terakhir kemarin di Pangkal Belitung, di Bali ini yang paling luar biasa…”Saya menyangka paling-paling tiga shof, tapi ini hampir tiga kilo berjalan dipenuhi jamaah,” lanjut Ustad Abdul Somad yang disambut gemuruh Takbir.

Terkait tudingan Radikal Anti Pancasila Anti NKRI Anti Bhinneka… “Tidak mungkin masyarakat Bali menolak saya, pasti ini hanya ulah provokator,” tegas Ustad Abdul Somad. “Kata siapa saya Anti NKRI? Sebelum saya berangkat ke Mesir 1998 (beasiswa mahasiswa), saya satu diantara 100 yang mendapat beasiswa dan sudah lulus tes Pancasila dan P4. Setelah jadi ustadz, saya dakwah keliling pelosok-pelosok pedalaman, disana saya kibarkan bendera Merah Putih bersama anak-anak desa tertinggal.”
“Tapi kita tidak boleh marah pada orang-orang yang membuat isu-isu, kita doakan mereka diberi hidayah dan rezeki yang lapang,” ujar Ustad Abdul Somad.
“Rumput saja dijaga, apalagi NKRI,” tegas Ustad Abdul Somad.

image
Fokus yang berkopiah merah

Nah sudah jelas kan “rumput saja dijaga apalagi NKRI ”  , persis seperti kata Banser ” Gereja aja dijaga , apalagi masjid ” .

Jadi mulai sekarang jangan mudah terprovokasi terhadap akun-akun penebar hoax yang selalu menyudutkan salah satu pihak .

Dari Sabang sampai Merauke kita bersaudara …Jaga INDONESIA #NKRI harga mati

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s