Kenapa Jokowi Selalu Salah dimata Mereka

image

M2000 – Kita tentu masih ingat , Ketika Jokowi menjadi presiden, ekonomi Indonesia di jurang kebangkrutan . Disaat-saat akhir presiden SBY menjabat , harga minyak dunia sedang tinggi .
Bahkan Jokowi sempat bernego dengan SBY agar sebelum turun SBY menaikkan dulu harga BBM dalam negri untuk mengurangi subsidi , namun usulan Jokowi tersebut ditolak SBY.
Bagi SBY , setiap pemerintah pasti memiliki problem masing-masing dan pemerintah Jokowi nantinya harus siap menghadapi dan menyelesaikan masalahnya .

Ya , mau tidak mau , di awal pemerintahannya Jokowi harus mengeluarkan kebijakan tidak populernya yaitu menaikkan harga BBM .
Tapi bukan Jokowi namanya jika tidak cerdik dalam mengatasi masalah , untuk urusan BBM , Jokowi menerapkan evaluasi kebijakan setiap tiga bulan , jadi tidak ada lagi penimbunan BBM oleh oknum saat BBM mau dinaikkan , karena Jokowi menganut sistem harga pasar dunia dan uniknya Jokowi berani menghapus subsidi BBM premium . Sungguh langkah nekad Jokowi yang tidak diduga lawan politiknya .

Presiden-presiden sebelumnya , kenaikan BBM dianggap sebagai pergolakan politik , dan presiden harus hati-hati sekali saat menaikkan BBM .
Kita ingat waktu SBY nyapres untuk periode keduanya , penurunan harga BBM sampai tiga kali dieranya dianggap sebuah keberhasilan dan langkah politik yang berpihak ke rakyat , bahkan dimasukkan dalam agenda kampanye .

Namun di era Jokowi , urusan BBM dianggap bukan masalah politik tapi lebih pada masalah perdagangan , harga naik ya naik , harga turun ya turun . Dan sampai sekarang ada yang ingat ‘gak Jokowi sudah menaikkan atau menurunkan harga BBM ?
Hahaha… Gak ada yang ingat kan , dan pasti gak ada lagi yang nimbun BBM kan ?

Itu baru masalah minyak , belum lagi hutang luar negeri . Kalau dulu hutang digunakan untuk subsidi dan untuk keperluan yang tidak produktif , kini dimasa Jokowi hutang untuk hal-hal yang produktif seperti pembangunan infrastruktur . Makanya jangan heran kalau saat ini Jokowi gencar membangun infrastruktur karena sampai 2019 nanti Jokowi tetap akan membangun infrastruktur .
Kalau sekarang pada nyinyir hutang Indonesia mencapai 3700 triliun , maka kamu akan kejang-kejang karena sampai 2019 nanti diprediksi hutang Indonesia akan mencapai 4500 triliun . Bagi haters Jokowi silahkan ini dijadikan bahan bulian karena Jokowi sudah menyiapkan strategi untuk menangkalnya .

Ya , bagi Jokowi infrastruktur itu bukan aset negara dan itu memang benar , karena jika masuk aset negara seharusnya masuk tol gratis , paham kan ?
Jika belum paham akan saya jelaskan disini .
Jokowi memang meniru negara yang paling berhasil dalam membangun jalan yaitu Cina dan dunia sudah mengakuinya .
Caranya adalah setelah selesai lalu dijual .
Ada yang belum paham soal kata ” jual ” , bagi haters ” jual ” ya artinya dijual dan kita tidak punya hak milik , tapi bagi orang yang mau berpikir dan mencari tahu “dijual ” disini artinya diprivatisasi atau dijual sebagian sahamnya selama kurun waktu tertentu dan tidak boleh lebih dari 50% .
Atau gampangnya dikelola bersama .
Paling gampang begini deh penjelasannya , saat ada tempat atau destinasi wisata di suatu daerah , padahal tempat itu bisa dikelola dengan baik tapi pemda tidak punya dana untuk mengelolanya . Maka pemda akan menggandeng pihak swasta untuk mengelola dan pasti akan maju . Sekarang sebutkan tempat wisata terkenal yang tidak menggandeng swasta , masih ada gak ?

image

Seperti saat menjual BUMN , tujuannya bagus karena untuk menyehatkan keuangan negara , diprivatisasi supaya go internasional , dari perusahaan tertutup menjadi perusahaan terbuka dan masuk pasar modal jadi semua bisa mengawasi .
Pemerintah SBY pun juga sudah melakukan sebelumnya , setidaknya ada 36 BUMN yang diprivatisasi selama 10 tahun berkuasa .

Berikut 36 Perusahaan negara yang telah dijual/diprivatisasi oleh pemerintahan SBY:
1. PT Asuransi Jasa Indonesia, 2. Bank Tabungan Nasional, 3. Jakarta Lloyd, 4. Krakatau Steel, 5. Industri Sandang, 6. PTB Inti, 7. Rukindo, 8. Bahtera Adi Guna, 9. PT Perkebunan Nusantara III, 10. PT Perkebunan Nusantara IV, 11. PT Perkebunan Nusantara VII, 12. Sarana Karya. 13. Semen Batu Raya, 14. Waskita Karya, 15. Sucofindo, 16. Surveyor Indonesia, 17. Kawasan Berikat Nusantara, 18. Kawasan Industri Medan, 19. Kawasan Industri Makasar, 20. Kawasan Industri Wijaya Kusuma, 21. BNI Persero, 22. Adhi Karya, 23. Pembangunan Perumahan (melalui IPO), 24. Kawasan Industri Surabaya, 25. Rekayasa Industri. 26. PT Dirgantara Industri, 27. Boma Vista, 28. PTB Barata, 29. PTB Inka, 30. Dok Perkapalan Surabaya, 31. Dok Perkapalan Koja Bahari, 32. Biramaya Karya, 33. Yodya Karya, 34. Kimia Farma dan Indo Farma (keduanya mau merger), 35. PT Kraft Aceh, dan 36. Industri Kapal Indonesia . ( Sumber ).

Garuda dan Telkom adalah contoh sukses setelah di privatisasi.
Yang paling menjadi sorotan adalah saat Megawati berkuasa dan menjual saham indosat .
Saat itu Megawati melakukan kesalahan karena melepas saham indosat sebesar 65%

Pemilik:
Ooredoo Asia Pte. Ltd. (65.00%)
Pemerintah Republik Indonesia (14.29%)
Skagen AS (5.42%)
Publik (15.29%)- wikipedia .

Kini , penjualan perusahaan atau BUMN tidak boleh melebihi 51% , kecuali BUMN yang terancam bangkrut malah akan ditutup .
Karena tujuan awalnya memang mencari profit .
Apakah tokoh-tokoh politik lawan Jokowi tahu ini ?
Jawabannya adalah tahu banget dan merekapun nanti jika berkuasa akan melakukan hal yang sama karena memprivatisasi / menjual BUMN termasuk tol ini jelas akan menyehatkan keuangan negara .
Tapi mereka sekarang sedang menikmati hiruk pikuk masyarakat yang menghujat pemerintah Jokowi yang dianggap menjual aset negara .

Jadi kalau di hubungkan dengan judul diatas ” Kenapa Jokowi Selalu Salah dimata Mereka ” jawabannya sederhana yaitu karena mereka ingin sekali berkuasa , maka mereka sangat menikmati isu-isu bahkan fitnah yang mengarah ke Jokowi bahkan kalau bisa sebelum 2019 Jokowi sudah lengser .
Kalah itu memang menyakitkan jendral …

Kalau kalian belum puas dengan jawaban diatas , baiklah sekalian ini buat pencerahan .

Mengapa Jokowi ” menjual aset negara /privatisasi  ?
Jokowi itu benar benar pengusaha cara berpikirnya. Sangat praktis dan realistis. Baginya masalah indonesia itu bukan soal financial resource atau revenue resource. Indonesia negara besar dan akan selalu ada sumber daya untuk membiayai defisit tapi cara seperti itu akan membuat Indonsia semakin lemah dan tak akan pernah mandiri. 

Masalah indonesia lebih karena masalah mental. Pinter ngutang tapi tidak smart mengelola hutang. Akibatnya bukannya surplus tapi malas minus. Dan itu terjadi bukan hanya era yang lalu tapi juga presiden lainnya.
Jokowi jelas tidak mau dicatat sejarah oleh anak cucunya sebagai follower dari hal yang brengsek sebagai pecundang. Makanya, Jokowi  lebih focus membenani akar masalah dari adanya defisit itu. Apa akar masalahnya ? ya Belanja yang tidak tepat sasaran.
Jadi kalau sampai Jokowi tega menghapus subsidi BBM, bukan karena dia tidak mencintai rakyatnya…Bukan , tapi karena memang tidak ada jalan lain agar negara ini tetap jalan dalam keadaan terhormat. Kemudian, Jokowi melakukan reformasi APBN dan  ini benar benar seperti angin tornado bagi para dunia usaha dan elite politik.

image

Jadi kalau kalian phobia dengan tagar #Jokowi2periode , baiklah saya akan ganti #jokowi2periode #JokowiSekaliLagi

Ayo dukung pemerintah yang sah

Salam waras …Salam Literasi

BACA JUGA : Ini Maksud Jual Beli Tol Jokowi

image

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s