image

Masshar2000.Com – Beberapa hari yang lalu presiden Joko Widodo meresufle kabinetnya kembali , hal itu untuk menganti menteri Kofifah yang hendak maju di pilgub Jawa Timur .

Namun yang menjadi sorotan publik adalah masuknya purnawirawan Jendral Muldoko dan Agum Gumelar .
Sejumlah kalangan menilai masuknya militer ke istana mengindikasikan Jokowi ingin membangun citra bahwa pemerintahannya didukung petinggi-petinggi militer yang berpengaruh dan uniknya mereka adalah mantan atasan Prabowo yang memberikan kesan bahwa atasannya saja milih orang lain tentu ada masalah pada diri Prabowo .

Moeldoko misalnya , dia adalah mantan panglima TNI sebelum digantikan Gatot Nurmantyo .
Moeldoko sendiri diangkat sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan Agum Gumelar sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Untuk Agum Gumelar sendiri ternyata cukup mempunyai makna sebagai agenda politik di pilpres 2019 nanti khususnya untuk menarik simpati dari rakyat Jawa Barat .
Seperti kita ketahui , Agum adalah jendral
Lulusan Akmil 1969 dan merupakan tokoh militer kelahiran Tasikmaya, 17 Desember 1945.

image
Agum dan Prabowo - dua Jendral yang gagal di politik

Walaupun Agum pernah menjabat menteri di era Megawati dan Gusdur , namun sepak terjangnya di politik tidaklah bagus .
Agum tercatat pernah mendampingi Hamzah Haz menjadi cawapres dan kalah , kemudian di pilgub Jabar juga kalah , nyalon pilgub DKI juga kalah lagi .
Inipun sebelas dua belas dengan Prabowo , pernah menjadi cawapresnya Mega melawan SBY kalah . Kemudian nyalon sendiri menjadi Capres melawan Jokowi juga Kalah .
Secara garis besar ” hanya ” SBY yang sukses di perpolitikan tanah air dan bisa menjabat presiden sampai dua periode.

Kembali ke penarikan Agum ke istana , bisa jadi ini adalah langkah politik Jokowi untuk memperbesar suara Jokowi di Jabar. Karena waktu Pilpres 2014 lalu suara Jokowi di Jabar, kalah 5 juta suara dari calon presiden Prabowo Subianto , sementara selisih perolehan suara tersebut sangat signifikan dan memperngaruhi keseluruhan perolehan suara Prabowo di pilpres lalu .
Secara nasional , Ketua Umum DPP Partai Gerindra tersebut hanya kalah 8 juta suara dari Jokowi .
Bayangkan dua pertiga selisih suara pilpres secara nasional disumbangkan Jawa Barat , karena itu, Jawa Barat dinilai perlu diperjuangkan.

Jadi dengan menarik Agum ke Istana , kemungkinan besar Jokowi ingin juga menguasai Jawa Barat atau setidaknya memperkecil selisih suara disana , walaupun tentunya pemilih nanti akan tetap terpengaruh pada keberhasilan pemerintahan Jokowi .
Semi finalnya ada di pilkada Jabar nanti , jika jagoan Gerindra dan PKS menang di Jabar , maka sinyalemen politik Jokowi jelas terganggu .

Namun jika nantinya Ridwan Kamil yang menang , maka Jokowi akan sedikit tenang karena Ridwan Kamil diusung oleh Nasdem dan partai-partai pro pemerintah yang tentunya sedikit banyak akan mengangkat citra Jokowi , apalagi kalau calon dari PDIP yang menang disana , jelas Jokowi akan makin pede untuk mengontrak istana kedua kalinya .

Salam Literasi

Iklan