Indonesia Darurat Radikalisme Agama, Pimpinan Ponpes Di Aniaya Gara-Gara Wiridan

image

Masshar2000.Com – Apakah Indonesia memang sudah masuk dalam ranah darurat radikalisme agama ?
Pertanyaan itu banyak terlontar di sosmed akhir-akhir ini dan tentu ini bukan isapan jempol belaka karena memang di beberapa daerah di negara kita ini sering kita dengar kelompok agama yang suka menyalah-nyalahkan kelompok lain , mengkafir-kafirkan kelompok lain yang sebenarnya satu agama , bahkan mencap kelompok lain kafir setelah beriman .

Baru kemarin , kita mendengar berita tidak baik , hanya karena berbeda mazhab , seseorang tega menganiaya orang yang sedang wiridan di masjid .
Adalah Kyai Umar Basri / kyai  Emong ( pimpinan ponpes Al Hidayah, Tenjolaya Bandung) yang dipukuli dan di aniaya secara biadab oleh orang asing yang ikut sholat berjama’ah di mesjid Al Hidayah.

Seperti di beritakan , pelaku menganiaya dan memukul Korban sambil terus berkata “Ieu mah pinarakaeun, nu didieu mah pinarakaeun kabeh” (ini orang calon neraka, yg disini calon neraka semua).
Kyai sepuh ini adalah ulama NU di Cicalengka-Bandung. Beliau dipukuli ketika sedang melanjutkan wirid sendiri sedangkan jama’ah yg lain sudah pada pulang.
Bahkan sebelumnya pelaku juga diberitakan menendang mikrophone dan amplifier pengeras suara karena dianggapnya ikut menjadi masalah .

image
Wasa berkerumun di depan masjid al Hidayah

Si pemukul inilah mungkin gambaran Ibnu Muljam zaman sekarang atau generasi Ibnu Muljam .
Bagi yang belum tahu siapa Ibnu Muljam , dia adalah seorang tokoh agama islam di jaman khalifah Ali bin Abi Thalib , tapi dia sendiri malah membunuh sang khalifah Ali karena merasa lebih benar pemahaman agamanya .
Atas kejadian tersebut kyai emong harus dirawat intensif karena babak belur .

Atas laporan warga , Polisi akhirnya menangkap seorang terduga penganiaya Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Hidayah Cicalengka KH Umar Basri (60) tersebut .
Identitas pria terduga pelaku penganiayaan itu belum diungkap polisi ,” kata Kasatreskrim Polres Bandung AKP Firman Taufik di Ponpes Al Hidayah, Kampung Santiong, RT 03 RW 03, Desa Cicalengka Kulon, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (28/1/2018).

image

Lantaran masih proses penyelidikan, polisi belum dapat memberikan keterangan rinci perihal motif dan penangkapan yang mengarah kepada terduga pelaku.
Siang ini, Tim Inafis Polres Bandung menggelar prarekonstruksi di Masjid Al Hidayah. Proses prarekonstruksi berlangsung tertutup dan tidak dapat disaksikan oleh awak media.
“Dari kemarin kita sudah melakukan pencarian saksi-saksi, kita sudah kumpulkan. Kemudian kita mencari orang yang diduga pelaku, kita masih mencari dan mempelajari,” ujarnya. “Kita sudah lakukan prarekonstruksi, kita akan melakukan gelar terlebih dahulu
hasil-hasil pemeriksaan saksi seperti apa. Untuk kesimpulan lebih lanjut akan kita kabari,” tutur Firman menambahkan.

Kasus penganiayaan kyai karena ke beda mazhab adalah bukti bahwa radikalisme memang harus dilawan .

Iklan

2 tanggapan untuk “Indonesia Darurat Radikalisme Agama, Pimpinan Ponpes Di Aniaya Gara-Gara Wiridan”

  1. aduh kasian banget ya, ko bisa bisanya hanya masalah agama jadi terbawa sampai ke penganiayaan, kita doakan saja supaya semuanya menjadi aman kembali 🙂

    buat kamu yang suka baca baca berita, ayo kunjungi website kami dan menangkan iphone X secara cuma cuma di http://www.aoncash.com dan pokerzara.com

    Suka

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s