Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

Masshar2000.Com – Kita semua tahu , agama
Islam bisa berkembang pesat di negara kita ini karena jasa para walisongo .
Mereka menyebarkan agama tanpa pamrih dan murni untuk ibadah .
Mungkin ini yang harus dicontoh para da’i jaman now yang katanya ada yang memasang tarif tinggi saat berdakwah .

Salah satu wali yang sangat dihormati adalah sunan Muria yang menyebarkan ajarannya di wilayah Kudus dan sekitarnya .
Menurut pandangan masyarakat sekitar, Sunan Muria dikenal sebagai sosok ulama’ yang sangat sederhana dan suka bersedekah. Tak heran, jika seluruh masyarakat di sekitar masjid dan makam Sunan Muria selalu mengingat-ingat kalimat ajaran beliau yaitu,
Salah satu kalimat yang dipopulerkan sunan Muria adalah “Pagerono Umahmu Nganggo Mangkok
Yang berarti berilah rumahmu pagar dengan cara bersedekah.

Hal tersebut sejalan dengan ajaran Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan umatnya agar suka bersedekah supaya selamat dunia akhirat.

Menganjurkan umat, agar banyak sedekah sesuai dengan kemampuannya. jika berlebihan dalam bersedekah itu namanya pemborosan” kata Mastur yang masih keturunan ke-15 dari Sunan Muria.

Mastur mencontohkan bukti kesederhanaan dan keikhlasan Sunan Muria terlihat seperti ketika beliau membangun sebuah masjid di kawasan Pesiget, yang terletak di bawah kaki Gunung Muria. Yang berada di Desa Kajar sebelum Colo. Namun Sunan Muria merasa kurang nyaman dengan Masjid tersebut. Dan sampai sekarang ini petilasan bekas pembangunan masjid masih bisa dilihat di Pesiget.

Kemudian Sunan Muria membangun masjid kembali di daerah Bukit Pethoko. Lagi-lagi Sunan Muria merasa tidak nyaman karena di daerah situ banyak suara anjing liar menggonggong sehingga mengganggu kekhusyukan dalam melaksanakan ibadah.

Selanjutnya Sunan Muria memutuskan untuk mendirikan masjid sekaligus dijadikan sebagai tempat tinggal di Bukit Muria. Banyak masyarakat sekitar yang menjadikan kemegahan masjid itu sebagai bahan pergunjingan.
Seperti contoh, ketika Beliau mendirikan masjid di bukit muria ini banyak penduduk yang mempertanyakan.
gedekno Mesjid Kok Ning Pucuk Gunung Tengah Alas” artinya Membangun masjid kok di puncak gunung di tengah hutan? (siapa yang mau beribadah disana).
Beliau hanya menjawab, Ya di belakang hari nanti akan banyak di datangi banyak orang,” ungkapnya .

image
Makam sunan Muria di gunung muria

Hingga akhirnya kesabaran dan keihlasan beliau mulai diuji. Pergunjingan itu ternyata didengar oleh Sunan Kudus. Akhirnya Sunan Muria memutuskan untuk membakar masjidnya sendiri yang telah dibangun dan menggantinya dengan bangunan masjid yang sederhana.

Apa yang dilakukan beliau menunjukkan betapa arifnya beliau .
Tidak mau dipuji baik secara pribadi maupun karyanya yang bisa menyebabkan menjadi sombong dan takabur .

Semoga bermanfaat ,
Wassallamu’allaikum …

Library : KabarMakkah , islamic.fact

Iklan