Selamat Bekerja Dedek Zaadit ( Pemberi Kartu Kuning Jokowi )

image

Masshar2000.Com – Kejadian ” Kartu Kuning untuk Jokowi ” oleh ketua BEM UI ternyata berbuntut panjang .
Bukan karena dia diamankan paspampres , tapi karena kejadian tersebut ternyata direspon Jokowi .

Bukan Jokowi namanya kalau tidak bisa kick back para lawan politiknya atau pengkritiknya , apalagi Jokowi adalah tipe pekerja keras yang tidak mau dikritik kalau hanya cari sensasi saja .
SBY saja kelabakan saat melakukan safari keliling jawa selama berhari-hari tapi di kick back Jokowi dengan mengunjungi ” candi ” hambalang yang mangkrak dikorupsi dimasa pemerintahan SBY . Apalagi hanya seorang mahasiswa yang ternyata adalah simpatisan partai oposisi .

image
Twit Zaadit yang menunjukkan bahwa dia simpatisan PKS dan HTI

Ya , setelah kejadian itu Jokowi langsung membalasnya dengan akan mengirimkan Zaadit Taqwa dan BEM UI ke suku Asmat di Papua .
Tentu saja , ini adalah jawaban cerdas dari seorang Jokowi bagi pengkritiknya yang nekad karena tidak mengindahkan etika seperti itu . Bagaimana tidak Jokowi diundang sebagai tamu di kampusnya dalam acara dies natalis , tapi kenapa di “demo” dengan memberikan kartu kuning …Mau mempermalukan tamu ..Dimana etikamu dik ?

Berbagai media online pun memberitakan aksi nekad dan jawaban cerdas Jokowi tersebut , apalagi dari kampus pesaingnya UGM sudah terlebih dulu datang ke suku Asmat untuk membantu penanggulangan gizi buruk tanpa harus koar-koar.

image
Mahasiswa lain sudah sampai ke Asmat tanpa perlu koar-koar

Nah , di medsos ternyata ada juga yang membuat surat terbuka untuk ketua BEM UI tersebut , berikut isinya :

SELAMAT BEKERJA DEDEK ZAADIT!
( Ahmed Zain Oul Mottaqin)

Zaadit Taqwa dipuja-puja, dijadikan contoh mahasiswa masa kini oleh kaum oposisi atas keberanian (baca: kenekadan-nya) berdiri mengacungkan kartu kuning di ujung pidato Presiden di Kampusnya.
CEO AMI Foundation Azzam M Izzulhaq lantas memujinya setinggi langit menyebutnya sebagai mahasiswa pejuang, calon pemimpin bangsa dan negara, lalu secepat kilat menawarinya undangan beribadah umroh sebagai apresiasi kepada pemuda pemberani pengkartu kuning Presiden yang meneriakkan solidaritas kekurangan gizi rakyat di Asmat meskipun tubuhnya sendiri tambun kelebihan gizi.

Hanya berdiri, menyemprit, mengkartu kuning Presiden tanpa sepatah kata lalu beritanya viral dimana-mana, ia dipuja bak pahlawan dan mendapat hadiah umroh gratis oleh sesama pembenci Presiden. Kalau boleh saya hanya ingin tanya pada pak Azzam, apa anda tidak tahu disaat Ketua BEM Universitas terkenal di Depok ini baru berlagak menyemprot Presiden soal Asmat, UGM sudah mengirim dua gelombang Disaster Response Unit (Deru) sejak 24 Januari lalu untuk membantu penanganan gizi buruk di Kab. Asmat tanpa pakai pamer.

Adakah di antara mereka yang ingin anda umrohkan pak?
Saya rasa mereka lebih pantas untuk dihadiahi umroh karena kerja senyap mereka jauh lebih bermanfaat bagi masyarakat Asmat daripada aksi cari sensasi di kampus ala Ketua BEM.
Sudahkah anda dengar berita Universitas Hasanuddin Makassar yang memberangkatkan 19 orang tim tanggap darurat ke Kabupaten Asmat yang terdiri dari dokter senior dengan berbagai bidang (gizi, penyakit dalam, obgyn, gigi), perawat, serta 6 orang profesor dari berbagai bidang ilmu. Apa mereka pakai koar-koar? Tidak! Mereka sibuk berbuat tanpa mencari kambing hitam.

Mereka sadar menyalakan lilin lebih penting daripada sibuk mengutuk gelap. Ya, meskipun mengutuk gelap itu lebih mendatangkan sensasi dan pujian daripada yang langsung berangkat ke Asmat dalam senyap.
Jadi pak, apa ada di antara mereka yang hendak anda umrohkan? Ahh saya lupa, tawaran umroh itu kan bukan karena si pemuda berani menyuarakan solidaritas gizi buruk di Kab. Asmat, tapi karena ia berani ‘mempermalukan’ Jokowi di depan umum.
Inilah negaraku. Negeri dimana sensasi lebih dipuja daripada kerja dan kerja. Lagipula saya yakin para pejuang UGM dan Unhas itu juga masih terlalu sibuk membantu masyarakat Asmat sehingga belum terpikir untuk umroh.

Btw, meskipun aksi Zaadit mendatangkan banyak pujian, tawaran umroh, bahkan tawaran beasiswa ke luar negeri, hanya satu yang menawarkan tawaran sesuai apa yang disuarakan pemuda ini. Ya, Jokowi menawarkan untuk mengirim dia dan teman-teman BEM-nya ke Asmat.
Dari semua reward dan sensasi, hanya ini tawaran paling realistis. Jokowi seakan ingin berkata “Dek pertanggungjawabkan apa yang kalian kritik”, lihat sendiri situasi di lapangan dan apa yang sudah pemerintah lakukan beberapa tahun belakangan untuk membuka akses geografis di Kabupaten Asmat. Negeri ini butuh pemuda pencari solusi bukan pemuda pemaki-maki.

Memang benar ajakan Jokowi, jika anda menyuarakan tentang Asmat maka pergilah ke Asmat. Jangan bak pahlawan kesiangan menyuarakan gizi buruk rakyat Asmat tapi perginya malah ke Saudi untuk umroh, ga nyambung blas!

Selamat bekerja Zaadit dkk! Biar kalian tahu bahwa kerja itu tak semudah bicara, kritik, adu debat dan sok vokal di forum-forum kampus. Kerja, kerja, dan kerja! Oh ya jangan lupa selesaikan dulu mata kuliah Fiskom 2 semester kemarin yang kata temanmu di MIPA UI nilaimu Nol karena tidak mengerjakan tugas sama sekali. Fokus pada tugas utamamu sebagai mahasiswa sebelum komentari orang lain, kasihani orangtuamu ya dek. Kuliah itu ga murah, apalagi di UI.

image

Nah , sudah ditantang tuh untuk datang ke Papua …
Kita tunggu saja apakah dia berani ke Papua apa cuma beranianya koar-koar saja .

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s