Pentolan MCA Diciduk Terkait Ujaran Kebencian dan HOAX , Ini Fotonya

image

Masshar2000.Com – Entah kenapa semenjak Jokowi menjadi presiden , di media sosial marak ujaran kebencian .
Bila dianalisa mereka jelas orang-orang yang benci karena terpilihnya Jokowi menjadi presiden , atau bisa dikatakan karena jagonya kalah .

Dulu saat pilpres 2014 semua kalangan termasuk para pengamat politik sepakat mengatakan , ketegangan akan berangsur membaik setelah Jokowi dilantik , namun nyatanya itu semua salah .
Hampir empat tahun Jokowi menjabat presiden , ujaran kebencian di medsos malah semakin menjadi bahkan semakin parah dengan menggunakan simbol-simbol agama .
Jelas ini sangat meresahkan rakyat Indonesia terutama umat muslim sendiri yang memang mayoritas di negri ini .

Kita bisa lihat di medsos , tiba-tiba muncul banyak tokoh yang menjadi panutan dan diberi gelar ustadz tapi justru ceramahnya di medsos malah memecah belah umat , bukannya menyatukan umat .
Kita tidak usah sebut disini , tapi anda pasti tahu siapa saja yang ditangkap aparat terkait isi ceramahnya dan anehnya pendukungnya malah menyebutnya diskriminalisasi ulama .
Lho ini gimana ceritanya , ada orang berbicara dan menyebar di medsos kemudian ada orang tidak suka dan melaporkan beserta bukti-bukti videonya . Kemudian diselidiki dan diproses hukum …kriminalisasinya dimana ya ?

Seperti yang baru-baru ini terjadi  ada beberapa orang anggota grub tertentu yang melakukan ujaran kebencian ditangkap .
Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Komjen Pol Ari Dono Sukmanto, menegaskan, aparat tidak akan berhenti untuk memberangus ujaran kebencian di dunia maya dan dunia nyata. Menurutnya, ujaran kebencian adalah kejadian luar biasa (KLB).

image
4 Dedengkot MCA diciduk , salah satunya adalah PNS berinisial RSD

Pengungkapan atas penangkapan dari pelaku ujaran kebencian kelompok MCA yang tergabung dalam grup ‘The Family MCA’ membuktikan ujaran kebencian merupakan kejadian luar biasa (KLB) di Indonesia. Terutama mengenai kondisi kejiwaan sebagian dari masyarakat Indonesia,” kata Ari, Selasa, 27 Februari 2018 seperti dikutip dari viva.co

Terlebih, kata Ari, masyarakat Indonesia saat ini merelakan diri untuk terjerumus dalam aksi sindikat ini. Efeknya, masyarakat juga turut menyebarkan ujaran kebencian dan hoaks.

Terlebih lagi, saat ini masyarakat Indonesia lainnya malah merelakan diri untuk memakan ‘gorengan’ dari sindikat itu,” ujar Ari.

Ari melanjutkan, berdasarkan hasil penyelidikan jajarannya, sindikat itu memang diduga kerap menyebarkan isu provokatif di media sosial. Mulai dari isu kebangkitan PKI, penculikan ulama, dan pencemaran nama baik presiden hingga tokoh publik lainnya.

Jadi, masyarakat kemudian jangan salah persepsi. Bahkan membuat analisis yang tidak-tidak. Tolong masyarakat menggarisbawahi ini dengan tegas, penangkapan itu murni untuk menegakkan hukum karena tindak pidana ujaran kebencian,” kata Ari.

Masalah ujaran kebencian, kata Ari, bukan hanya Indonesia yang ingin memeranginya. Namun, negara seluruh dunia, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memerintahkan untuk memerangi ujaran kebencian.

Tepatnya pada 20 Maret 2017 dalam International Day for the Elimination of Racial Discrimination. Isinya penegakan perlawanan secara bersama di seluruh dunia atas ujaran kebencian. Tak peduli jika kemudian pelakunya berasal dari suku, agama, ras, golongan bahkan kebangsaan apa pun,” kata Ari.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri bersama Direktorat Keamanan Khusus Badan Intelijen Keamanan mengungkap sindikat penyebar isu-isu provokatif di media sosial.
Adapun kelima tersangka yang ditangkap yaitu ML (40) di Tanjung Priok, RSD (35) di Pangkal Pinang, RS (39) di Bali, Y (24) di Sumedang, dan RC di Palu. Mereka tergabung dalam grup WhatsApp “The Family MCA“.

Konten-konten yang disebarkan pelaku meliputi isu kebangkitan Partai Komunis Indonesia, penculikan ulama, dan mencemarkan nama baik presiden, pemerintah, hingga tokoh-tokoh tertentu. Tak hanya itu, pelaku juga menyebarkan konten berisi virus pada orang atau kelompok lawan yang berakibat dapat merusak perangkat elektronik bagi penerima.

Untuk itu, aparat menangkap para tersangka dengan dugaan telah melakukan tindak pidana sengaja menunjukkan kebencian atau rasa benci kepada orang lain berdasarkan diskriminasi SARA dan atau dengan sengaja dan tanpa hak menyuruh melakukan tindakan yang menyebabkan terganggunya sistem elektronik dan atau membuat sistem elektronik tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Mereka terancam dikenai pasal 45A ayat (2) Jo pasal 28 ayat (2) UU ITE 11/2008 ITE, pasal jo pasal 4 huruf b angka 1 UU 40/2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau pasal 33 UU ITE.

Sekali lagi Polri mengingatkan, hentikan menyebarkan hoaks, ujaran kebencian. Hentikan kegilaan yang menggaduhkan ini. Tapi jika tidak, Polri bersama institusi lainnya serta regulasi yang sudah ada, siap memberangus pemberontak seperti ini,” kata Ari.

Direktur Cybercrime Bareskrim, Brigjen Muhammad Fadil Imran melalui keterangan tertulis hari Selasa (27/2/2018) seperti dirilis tirto.id  mengatakan , ” Kami masih mendalami pelaku lain dari grup-grup yang diikuti oleh para tersangka,”

Kini Bareskrim Polri sudah menangkap sekitar 19 orang pelaku penyebar ujaran kebencian dan hoaks sepanjang 2018. Kasubdit I Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri menyatakan, beberapa pelaku mendapatkan informasi tersebut dari grup whatsapp. Di antara grup whatsapp itu, MCA menjadi salah satu penyebar utamanya.

Nanti awal Maret mungkin kami akan rilis. Yang kami kejar itu ‘kan kepala [pengurus utama] MCA,” tegasnya.

Menurut akun @kangdede78 seperti dilansir tribun.wow , ke empat tersangka juga tergabung dalam grub-grub WA yang per grubnya beranggotakan sekitar 500 orang . Menurutnya jika semua ditangkap maka penjara akan penuh dan akan jadi ” lapas MCA ” .

image

image

image

Berikut grub-grub  WA yang di ikuti para tersangka yang sudah diciduk :

1. Akademi Tempur MCA
2. Pojok MCA
3. The United MCA
4. The Legend MCA
5. Muslim Coming
6. MCA News Legend
7. Special Force MCA
8. Srikandi Muslim Cyber
9. Muslim Sniper.

Jadi bermedsoslah dengan baik , anda pasti ingat kan MUI pernah mengeluarkan fatwa haram di medsos jika menyebarkan berita hoax , ujaran kebencian , memprovokasi dan sejenisnya .

image

Apakah anda tidak mau mengawal fatwa itu ?

Iklan

One thought on “Pentolan MCA Diciduk Terkait Ujaran Kebencian dan HOAX , Ini Fotonya”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s