Merokok dan Mendengarkan Musik Saat Berkendara Akan Dilarang , Bagaimana Menurutmu ?

image

Masshar2000.Com – Setelah dulu diberlakukan aturan dilarang main hp dan sukses , kini kepolisian mewacanakan hukuman tiga bulan bagi pengemudi mobil yang kedapatan merokok dan mendengarkan musik saat mengemudi kendaraan. Pihak Kepolisian menilai mendengarkan musik dinyatakan termasuk salah satu kegiatan yang bisa mengganggu konsentrasi saat mengemudi.

Tentu saja wacana ini langsung menimbulkan kehebohan di masyarakat.
Dalam aturannya nanti , pengendara yang melakukan aktivitas seperti sambil merokok, menggunakan ponsel dan mendengarkan musik bakal ditindak pihak kepolisian.
Lantas mengapa bisa?

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota AKBP Harry Sulistiadi mengatakan sasaran prioritas operasi lebih menekankan pada pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.
Menurutnya, merokok bisa menjadi salah satu sasaran operasi karena dinilai dapat mengurangi konsentrasi saat berkendara.

Yailah, si pengemudi itukan mau enggak mau harus pakai satu tangan, nyetir itukan harusnya pakai kedua tangan,” ujar AKBP Harry Sulistiadi seperti dikutip GridOto.com ,Jum’at (2/3/2018).

Jadi ini bukan masalah merokok atau mendengarkan musik, bukan. Segala aktifitas yang menggangu saat mengemudikan kendaraan itu memang dilarang,” ucapnya menambahkan.

Ngajak ngobrol sopir saja enggak boleh sebenarnya, dia harus fokus. Selama ini masyarakat enggak tahu,” katanya lagi.

Iya mengatakan merokok dan mendengarkan musik (pakai headset) sambil berkendara berpotensi mengurangi konsentrasi dalam berkendara.
Kurangnya konsentrasi pengemudi dalam berkendara ini menjadi salah satu faktor kecelakaan yang sering dijumpai polisi.

Pernyataan Kasubdit Gakkum Dirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto, soal larangan mendengar musik sambil mengemudi menuai protes dari berbagai kalangan.
Dilansir dari Kompas.com, AKBP Budiyanto menyatakan merokok, mendengarkan radio atau musik atau televisi (untuk pengguna roda empat) melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 juncto Pasal 283 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Rupanya Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menilai, tafsir Budiyanto terhadap peraturan tersebut berlebihan.
Menurut saya tafsir atas ketentuan itu berlebihan, lebay,” ujar Abdul.

Dalam konteks mendengarkan musik, Abdul juga menyoroti bahwa musik yang ada di mobil berbeda dengan suara yang datang dari telepon yang jelas mengganggu konsentrasi.
Kedua, radio itu kan one way, bukan perbuatan yang timbal balik seperti telepon misalnya yang harus meladeni orang lain bicara,” kata dia.

Abdul menilai, Budiyanto tak bisa menafsirkan peraturan tersebut secara serampangan.

Di medsos sendiri mulai ramai dan menjadi perbincangan hangat dan tentu saja banyak mendapat penolakan terutama soal mendengarkan musik .
Masyarakat menilai musik adalah teman perjalanan , bayangkan jika orang mengendarai mobil lebih dari dua jam , tanpa teman dan tanpa musik , terlebih kalau malam hari , apa gak malah ngantuk tuh .
Jujur saja , saya sendiri kalau berkendara tanpa musik dan tanpa teman akan merasa suntuk dan membosankan , ujung-ujungnya ngantuk .

Tapi ada juga yang sepakat terutama yang suka memasang musiknya keras-keras dengan dentuman bass yang menggelegar sampai terdengar diluar , jelas itu akan mengganggu konsentrasi karena tidak akan mendengar klakson atau suara apapun diluar dan ini jelas membahayakan .

Bagaimana pendapat anda ?

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s