Polri Akan Tindak Tokoh Politik Yang Terlibat Hoax MCA

image

M2000 – Penangkapan beberapa anggota MCA beberapa hari lalu ternyata berbuntut panjang .
Beberapa akun MCA yang lain mulai membuat spekulasi dengan menggiring opini bahwa yang ditangkap adalah penyusup dan bukan anggota MCA  , bahkan mereka mulai menggiring opini lagi bahwa mereka yang ditangkap adalah orang suruhan atau sengaja dikorbankan untuk membidik MCA yang sesungguhnya .

MCA ( Muslim Cyber Army ) sendiri adalah sebutan untuk akun yang dulunya pernah digagas Bahtiar Nasir dalam video yang sudah beredar luas yang bertujuan untuk memperjuangkan nilai-nilai islami .
Dalam perjalanannya , karena tidak dikoordinir dengan baik , semua yang bangga bila disebut MCA mulai bergerak tanpa kontrol . Entah ada yang mengkoordinir atau tidak , puluhan mungkin ratusan akun yang punya banyak follower mulai menyerang pemerintah dan kelompok lain yang berseberangan .
Mereka mulai menyebar isu hoax untuk menyudutkan pemerintah untuk menggiring opini publik agar rakyat membenci pemerintahnya .

MUI sendiri sebenarnya sudah mengeluarkan fatwa haram bagi penyebar hoax , namun sepertinya fatwa tersebut tidak dianggap , padahal dulu mereka-mereka ini sangat getol menyuarakan fatwa MUI soal penistaan agama yang dilakukan Ahok .
Kenapa , mereka hanya mengikuti satu fatwa saja sementara mengabaikan fatwa-fatwa yang lain . Disini sudah jelas apa tujuan mereka .

Banyaknya aduan masyarakat terkait isu hoax yang sering mereka lakukan , membuat divisi humas polri menggandeng bareskrim untuk menciduk pemilik akun yang tergabung dengan MCA yang mulai meresahkan masyarakat karena berpotensi memecah belah persatuan ini .

BACA :
Pentolan MCA diciduk terkait penyebaran berita HOAX

image
Bukti bahwa mereka memang ada dan terorganisir

image

Kasatgas Nusantara Polri Irjen Gatot Eddy Pramono mengatakan ada motif politik di balik maraknya isu penyerangan ulama yang terjadi sepanjang Februari 2018. Gatot menegaskan akan mengambil tindakan tegas bila medapati keterlibatan tokoh politik. “Tentunya kami akan lakukan (tindakan tegas bila ada tokoh politik yang terlibat, red) itu. Saya sudah katakan tadi bahwa polisi itu melakukan penegakan itu yang berkeadilan, tidak berpihak pada kepentingan apapun. Apakah kepentingan perorangan, kepentingan politik atau lainnya,” kata Gatot seperti dilansir detik.com

Hal ini disampaikan jenderal bintang dua yang sehari-hari menjabat sebagai staf Ahli bidang Sosial dan Ekonomi Kapolri itu di gedung Rupatama, Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (5/3/2018).
Gatot menjelaskan Satgas Nusantara baru bekerja sekitar dua pekan dengan hasil temuan keterlibatan kelompok eks Saracen dan Muslim Cyber Army (MCA). Gatot menegaskan Satgas Nusantara akan terus mendalami temuan-temuan tersebut.

image
Bukti bahwa mereka memang ada

image

Satgas ini kan baru bekerja lebih kurang dua minggu kan, kami sudah mendapatkan hasil yang tadi. Satgas ini tidak berhenti, kami sudah membentuk tim-tim dan akan mendalami hasil yang tadi untuk melihat yang terjadi di lapangan dan dunia maya,” ujar Gatot.

Saat ditanya kelompok politik yang diduga mendorong kegiatan eks Saracen dan MCA, Gatot mengaku belum mendapatkan temuan ke arah sana.
Sampai sekarang saya belum temukan (kelompok politik yang terindikasi) itu ya,” tutur Gatot.

Gatot menyatakan kelompok penyebar hoaks itu memiliki motif politik. Gatot mengatakan dengan menyebar isu penyerangan ulama, para kelompok penyebar hoax ini bermaksud untuk memecah belah masyarakat. Sehingga muncul keresahan di masyarakat yang berdampak pada pemerintahan.

Masih mau menyebar hoax ?
Masih mau melanggar fatwa haram MUI tentang hoax ?

Jangan bawa-bawa agama atau Muslim , seolah-olah kalian sendiri yang muslim  apalagi untuk  menyebarkan hoax .

Kejahatan diatas kejahatan adalah melakukan kejahatan atas nama agama

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s