Cadar Dilarang Di Kampus , Ini Jawaban Menteri Agama

image

M2000 – Beberapa hari terakhir media diramaikan dengan berita larangan penggunaan cadar di kampus .
Uniknya larangan cadar di kampus ini justru muncul dari kampus islam .

Ya , larangan penggunaan cadar bagi mahasiswi memang tengah digodog untuk  diterapkan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) Yogyakarta. Namun hal itu mulai menuai reaksi dari berbagai pihak. Sebab, pelarangan cadar tersebut tak terlepas dari alasan pedagogis.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin pun akhirnya angkat bicara. Menurut dia, pelarangan yang dilakukan UIN Sunan Kalijaga  merupakan alasan akademik dan administratif. Sebab, ada beberapa ketentuan tata terbit yang berlaku di perguruan tinggi.
Dan hal ini tentu hak prerogratif kampus , bahkan pemerintah pun tidak boleh menginterverensi kebijakan kampus .
Pemerintah hanya boleh memfasilitasi seandainya ada dialog .

Bukan karena alasan teologis atau agama, fikih, atau lainnya. Karena yang dikeluhkan oleh rektor, dosen kalau orang yang tertutup seluruhnya hanya matanya saja nampak ketika akan ujian-ujian sulit, apakah ini yang ikut ujian mahasiswa yang terdaftar atau jangan-jangan joki,” ujarnya usai acara “Sosialisasi Program Pencegahan Korupsi”.

Menurut dia, pemakaian cadar dalam Islam merupakan wujud pengalaman keyakinan agama. Hal itulah yang harus dihormati oleh sesamat umat beragama.

Yang mengatakan bukan bagian pengalaman agama masing-masing harus membangun toleransi yang tinggi, saling menghargai dan tidak boleh saling memaksakan. Jadi, ini pandangan yang sangat beragam,” ungkapnya seperti dikutip dari republika .

Lukman menegaskan, sikap yang dilakukan UIN bukan pada persepektif ini, melainkan bentuk mekanisme program akademik yang harus dilakukan secara terukur dan bisa dipertanggungjawabkan.
Itu kewenangan penuh program tinggi keagamaan. Itu otonomi kampus,” ucapnya.

Sebelumnya, Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Sahiron Syamsuddin mengungkapkan, pelarangan cadar tersebut tak terlepas dari alasan pedagogis. Menurut dia, jika mahasiswinya tetap menggunakan cadar di dalam kelas, para dosen tentu tidak bisa membimbingnya dengan baik dan pendidiknya tidak dapat mengenali wajah mahasiswinya.

Kalau di kelas mereka pakai cadar, kan dosen tidak bisa menilai apakah yang datang di kelas itu memang mahasiswa atau bukan,” ujar Sahiron saat dikonfirmasi Republika.co.id, Selasa (6/3).

Sahiron menuturkan, pemakaian cadar bagi kaum wanita itu sebenarnya juga masih diperdebatkan di kalangan ulama, apakah itu merupakan ajaran Islam atau tradisi Arab.
Cadar , menurut beberapa ulama hukumnya tidak wajib , ada yang mengatakan sunah , artinya hanya soal pemahaman dan kemauan orangnya saja , mau memakai atau tidak .
Namun, mahasiswi yang bercadar di kampus tersebut rata-rata tidak membaur dengan mahasiswa lainnya , ucap Sahiron lagi .

image

Mereka pada umumnya tidak membaur dengan mahasiswa-mahasiswa yang lain,” ucap Ketua Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia (AIAT) ini.

Dengan adanya pelarangan cadar ini, menurut Sahiron, rata-rata seluruh dosen UIN  setuju untuk diberlakukan. Jika mahasiswa tersebut tidak ingin dibina, mahasiswa tersebut akan diminta untuk pindah kampus.
Sebagian besar setuju (dosen UIN Sunan Kalijaga). Tapi, ya mungkin ada juga sedikit yang tidak setuju,” kata Sahiron.

Dengan demikian , karena masih ada pro dan kontra di internal kampus sendiri , maka perlu dikaji ulang .
Kalau memang keputusannya nanti memang harus di berlakukan pelarangan tersebut , ya tentu harus di ikuti , tidak perlu otot-ototan , tinggal pindah kampus saja yang memperbolehkan memakai cadar .
Ya bagaimana lagi jika aturan dikampusnya memang begitu .Kecuali kampusnya melarang memakai jilbab itu baru masalah , karena jilbab atau menutup aurat jelas wajib dan ada hukumnya .
Jika anda ingin mendebat misalnya , batasi saja bahwa ini terjadi di UIN Jogja jangan kemana-mana dan jangan ke ranah agama , karena akan panjang dan bisa gebuk-gebukan rame , karena di sosmed sudah banyak komentar ngawur yang mengatakan ” kalau pakai rok mini boleh ngampus ” , apalagi kalau sudah mengatakan ” ini gara-gara Jokowi ” ini kan sudah bukan debat sehat lagi . Lagian mana ada mahasiswi UIN Jogja pake rok mini .

Tentu saja semua orang boleh beda pendapat soal ini . Sebagai gambaran saja , ditempat kerja saya juga tidak diperbolehkan memakai cadar , jangankan cadar , kita yang laki-laki saja tidak diperbolehkan bercambang atau berjenggot , padahal banyak juga temen-temen yang pingin berjenggot karena itu memang sunah .

Tapi bagaimana lagi karena itu memang aturan atau SOP di perusahaan kami , toh kita tetap masih bisa melaksanakan yang wajib misalnya sholat atau sholat jum’at .
Jadi kami berpendapat , kalau kita tetap melanggar SOP ya konsekuensinya kita harus keluar dari tempat kerja kita .
Kecuali kalau memang perusahaan kita melarang sholat bagi yang muslim , mau tidak mau kita yang sebagai umat muslim harus berani untuk keluar dari tempat tersebut .

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s