Polisi Gandeng FPI Perangi Hoax di Media

image
Kapolda Metro Jaya Idham Aziz

M2000 – Maraknya berita hoax di media belakangan ini jelas sangat meresahkan masyarakat .
Atas laporan masyarakat , Polisi pun berhasil menciduk beberapa orang terkait berita hoax dan fitnah di media .Hingga terakhir diciduknya beberapa anggota yang tergabung dalam anggota MCA atau Muslim Cyber Army.
Sesuai namanya , anggota MCA tentu saja umat muslim dan mereka 90% adalah anggota FPI atau simpatisan FPI . Ini bisa dilihat dari postingan-postingan mereka di medsos .

Banyak pro dan kontra terkait MCA ini karena mereka yang pro MCA berdalih bahwa mereka MCA abal-abal dan bukan MCA asli . Dan berharap polisi jangan membawa-bawa nama MCA atau muslim lagi seolah-olah semua muslim adalah penyebar hoax.
Reaksi publik yang kontra MCA pun beragam , ada yang mengibaratkan ” maling gak akan ngaku maling ” alias lepas tangan .
Polisi pun menetapkan MCA ini juga tidak asal-asalan , tentu dengan bukti-bukti yang kuat dan juga hasil dari pengakuan tersangka .

Menurut Mahfud MD , kalau polisi sudah yakin ya jalan terus saja , toh pelaku sudah mengakui sendiri mereka adalah anggota MCA . Kalau memang MCA ya bilang MCA , masa sudah mengaku MCA dibilangnya bukan MCA , berarti polisi malah menyebarkan hoax baru dong , jelas Mahfud MD saat di ILC TV One beberapa hari lalu .

Kini , kabar mengejutkan datang lagi dari kepolisian . Ya , setelah kemarin berseteru masalah MCA , kini Polda Metro Jaya menggandeng sejumlah ormas untuk memerangi hoaks di media sosial. Salah satu yang diajak bekerja sama adalah Front Pembela Islam (FPI).

Kami duduk sama-sama, ke depan antisipasi cara bertindak yang baik terhadap isu-isu yang berkembang, khususnya di wilayah Jakarta,” ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis, Selasa (20/3) seperti dikutip dari jpnn .

Mantan Kadiv Propam Polri ini mengatakan, pertemuan dengan para ulama akan dilakukan secara berkala ke depannya. Peran para ulama dinilai penting dalam menjaga keamanan Jakarta.

Tentu kami laksanakan secara berkesinambungan apakah dua minggu sekali atau tiga minggu sekali dengan tema yang ada di masyarakat,” sambung dia.

Di kesempatan yang sama, Juru Bicara FPI Slamet Maarif mengaku siap membantu kepolisian dalam menangkal informasi hoaks. Mereka juga meminta masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi mentah yang beredar.

image
Slamet Maarif di Mapolda Metro Jaya

Kami spesifik diskusi bagaimana terhadap umat dan bangsa terhadap dua gejala yang mencuat. Pertama, masalah kekerasan tokoh dan tempat ibadah modus orang gila. Kedua, masalah penyebaran hoaks, kami sepakat perangi hoaks,” tandas dia.

Bagaimana menurut pemirsa ?

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s