Jokowi Undang Nyak Sandang Penyumbang Pesawat Pertama RI ke Istana

image
Jokowi bertemu Nyak Sandang di istana

M2000 – Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai jasa para pahlawannya .
Salah satu dari mereka adalah Nyak Sandang , warga Aceh yang dulu ikut berjuang dan bahkan menyumbangkan hartanya untuk Indonesia.

Ya , bukan hanya jiwa raganya yang dipertaruhkan untuk bumi pertiwi , tapi juga hartanya , yang mungkin kita-kita tidak pernah terpikirkan di jaman modern ini .
Berpuluh tahun Nyak Sandang ingin bertemu pemimpin di negri ini secara langsung , namun impiannya selalu kandas dan seakan terkubur .
Barulah di era Jokowi , Nyak Sandang diundang khusus ke istana untuk berjumpa langsung dengan presiden Jokowi .

Hal yang tidak pernah terpikirkan , keinginan Nyak Sandang untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo akhirnya terwujud. Presiden menerima Nyak Sandang di Istana Merdeka pada Rabu, 21 Maret 2018 sekitar pukul 18.25 WIB.
Nyak Sandang datang ditemani oleh dua orang anaknya, Maturidi dan Khaidar. Mereka terbang dari Aceh Selasa kemarin.
Ini Pak Jokowi, Ayah. Dia senang sekali bisa bertemu Presiden,” kata Maturidi menerjemahkan Nyak Sandang yang selama berbincang dengan Presiden menggunakan bahasa Aceh.

Dalam pertemuannya dengan Kepala Negara ini Nyak Sandang pun mengutarakan beberapa permohonan kepada Presiden. Salah satunya mengenai bantuan untuk operasi katarak. “Baik nanti saya uruskan untuk kataraknya. Katarak kan operasi ringan, besok tolong dicek ke rumah sakit untuk kataraknya,” jawab Presiden.

Selain itu, Nyak yang berusia 91 tahun pun meminta agar dibuatkan masjid di kampungnya di Lamno, Aceh.
Presiden pun menjawab bahwa nanti akan dikirimkan tim untuk mengecek kondisi di sana.
Permintaannya yang ketiga adalah untuk menunaikan ibadah haji.
“Ingin naik haji. Kalau bisa tahun ini, karena sudah tua,” lanjut Maturidi.
Terkait hal ini, Presiden mengatakan bahwa dirinya akan mengupayakannya dan berkoordinasi dengan Menteri Agama. Sambil menunggu kepastian keberangkatan haji, Presiden pun menawarkan untuk umroh terlebih dahulu.
“Mengingat haji kan ada antriannya, nanti saya bicarakan dengan Menteri Agama,” kata Presiden.

Nyak Sandang kemudian menunjukkan bukti obligasi Pemerintah Indonesia tahun 1950 yang dimilikinya kepada Presiden.
Seperti diketahui, Nyak Sandang adalah salah satu orang yang ikut andil menyumbangkan harta kekayaannya untuk membeli pesawat pertama Indonesia.
Hal ini berawal dari tahun 1948 saat Presiden Sukarno berkunjung ke tanah Aceh guna mencari dana untuk pembelian pesawat pertama setelah Indonesia merdeka.
Nyak Sandang yang kala itu berusia 23 tahun bersama orang tuanya menjual sepetak tanah dan 10 gram emas. Hartanya yang dihargai Rp100 pun diserahkan kepada negara.
Jika dikonversikan ke rupiah sekarang berkisar 40 juta rupiah .

Bayangkan pemirsa , warga biasa menyumbang 40 juta rupiah dari hasil menjual tanah untuk negaranya .
Sungguh perbuatan yang sangat istimewa sekali , mengingat waktu itu keadaan negara kita masih labil pasca perang berkepanjangan .
Benar-benar mulia sekali Nyak Sandang ini , yang bahkan kitapun belum tentu mau menyumbangkan harta sebesar itu padahal kita sudah merdeka dan sudah bisa bekerja dengan nyaman tanpa ada gangguan perang .

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s