Ini Penjelasan Kenapa Ada Tahlilan 7 atau 40 Harian

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

M2000 – Didaerah jawa khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur , acara tahlilan atau doa 3 harian , 7 , 40 dst sudah tidak asing lagi dilakukan . Tujuan utamanya yaitu kirim doa kepada mayit atau keluarga yang sudah meninggal .

Namun , banyak juga yang mengatakan tahlilan adalah bid’ah  karena nabi pernah mencontohkan .
Tradisi ini memang tidak harus dilakukan oleh setiap orang atau keluarga yang ditinggalkan namun, karena tradisi itulah banyak orang yang sering menggelar Tahlilan.

Meskipun banyak perdebatan terkait pelaksanaan Tahlilan ini, lantas apa Tahlilan itu harus dan atas dasar hukumnya?

Disini ustadz Abdul Somad atau UAS menjelaskan dasar hukumnya yang dilansir dari akun Youtube Ceramah Sunnah Muakkad (09/07/2017) Menjelaskan bahwa: “Tidak ada ayat dalam Al Quran yang menyuruh untuk melakukan doa bersama 7 hari.”

Jika pedoman utama di Al Quran tidak ada, cari sumber kedua yaitu hadist nabi yang berasal dari sahih Bukhari, Muslim, Thirmidzi dan lainnya. Hasilnya tidak ada perintah Nabi yang menyuruh umatnya untuk melakukan tahlilan itu.” Ucap Ustadz Abdul Somad

Ucap Abdul Somad melanjutkan: “Yang terakhir cari menurut pandangan fatwa ulama, baru ada anjuran untuk melakukan doa 7 sampai 40 harian. Namanya Imam Atho dari kalangan Tabi’in. Ia ber-ijtihad bahwa: “Jika ada orang meninggal, ia akan diuji selama 7 sampai 40 hari. Itu sangat berat dan untuk meringankan penderitaannya maka keluarga dipersilahkan untuk bersedakah juga mengirim doa bersama selama 7 sampai 40 hari.”

Tujuan dilakukannya Tahlilan ini yaitu bersama mengirim doa kepada orang yang baru meninggal dunia. Dan Tahlilan ini juga tidak mengingat, bila keluarga yang ditinggalkan mampu menggelarnya silakan saja, dan bagi keluarga yang tidak mampu pun tidak apa – apa, cukup dengan doa bersama orang terdekat itu sudah lebih dari cukup,” Ucap Ustadz Abdul Somad diakhir ceramahnya

Bacaan ayat-ayat al-Qur’an yang dihadiahkan untuk mayit menurut pendapat mayoritas Ulama boleh dan pahalanya bisa sampai kepada mayit tersebut. Berdasarkan beberapa dalil, diantaranya hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya;

عَنْ سَيِّدِنَا مَعْقَلْ بِنْ يَسَارْ رَضِيَ الله عَنْهُ اَنَّ رَسُولَ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّم قَالَ : يس قَلْبُ اْلقُرْانْ لاَ يَقرَؤُهَا رَجُلٌ يُرِيْدُ اللهَ وَالدَّارَ اْلاَخِرَة اِلاَّ غَفَرَ اللهُ لَهُ اِقْرَؤُهَا عَلَى مَوْتَاكُمْ )رَوَاهُ اَبُوْ دَاوُدْ, اِبْنُ مَاجَهْ, اَلنِّسَائِى, اَحْمَدْ, اَلْحَكِيْم, اَلْبَغَوِىْ, اِبْنُ اَبِىْ شَيْبَةْ, اَلطَّبْرَانِىْ, اَلْبَيْهَقِىْ, وَابْنُ حِبَانْ(

Dari sahabat Ma’qal bin Yasar ra. bahwa Rasulallah saw. bersabda : Surat Yasin adalah pokok dari al-Qur’an, tidak dibaca oleh seseorang yang mengharap ridha Allah kecuali diampuni dosa-dosanya. Bacakanlah surat Yasin kepada orang-orang yang meninggal dunia di antara kalian (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, Nasa’i, Ahmad dan lain-lain)

Adapun beberapa Ulama juga berpendapat seperti Imam Syafi’i yang mengatakan bahwa:

وَيُسْتَحَبُّ اَنْ يُقرَاءَ عِندَهُ شيْئٌ مِنَ اْلقرْأن ,وَاِنْ خَتمُوْا اْلقرْأن عِنْدَهُ كَانَ حَسَنًا

Bahwa disunahkan membacakan ayat-ayat al-Qur’an kepada mayit, dan jika sampai khatam al-Qur’an maka akan lebih baik.

Itulah sedikit penjelasan terkait tradisi 7 sampai 40 harian di Indonesia, Bagaimana menurut anda ?

Semoga bermanfaat ,
Wassallamu’allaikum …

Iklan

One thought on “Ini Penjelasan Kenapa Ada Tahlilan 7 atau 40 Harian”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s