Pendiri PKS Serukan Bubarkan PKS Karena Tak Penuhi Keinginana Umat

image
Ustadz Mashadi pendiri PKS

M2000 – PKS yang sekarang bukanlah PKS yang dulu , atau PK diawal terbentuknya .
Saya sangat tahu betul bagaimana partai ini yang awalnya adalah gerakan dari jamah dan rakyat kecil kini berubah menjadi partai yang penuh kontroversi .

Saya ingat betul bagaimana partai ini berhasil menaklukkan ibukota dengan memenangi pileg di ibukota . Bahkan saya sendiripun terbawa arus dan selalu memilih PKS maupun jagoan yang diusung PKS dalam pilkada . Saya masih ingat betul waktu saya mencoblos Ahmad Syaiku di pilwalkot Bekasi dan mempengaruhi teman-teman saya agar mencoblos Adang Darajatun di pilkada Jakarta , walaupun semuanya kalah , tapi tidak apa-apa ,  karena saya yakin PKS adalah partainya umat .Dan saya juga ingat dimana ada bencana atau ada aksi sosial PKS pasti ada tidak seperti partai lain yang hanya muncul menjelang pemilu , setidaknya itu gambaran saya yang dapat .

Kini , setidaknya menurut saya , setelah kader-kader PKS terjerat korupsi termasuk Ketumnya atau presidennya sendiri , harapan saya pada PKS sirna , bagaimana sebuah partai dakwah yang selama ini saya dukung baik di pemilu maupun pilkada , ketua umumnya saja korupsi dan sudah terbukti . Mungkin banyak yang beranggapan seperti saya diluar sana . Oya saya masih ingat saat mantan presiden PKS Hidayat Nur Wahid mengatakan ” kita menjadi oposisi yang bermartabat ” yang bisa diartikan  kalau ada kebijakan pemerintah yang pro rakyat kita dukung kalau tidak yang kita kritisi , sungguh mulia niat baik ini .

image

Ya itu dulu , kini  gonjang- ganjing itu masih menimpa PKS , ada petingginya yang harus berurusan dengan KPK, ditambah lagi beberapa tokoh penting PKS tidak bisa lagi memberikan contoh yang baik kepada umat yang turut membuat pendiri Partai Keadilan (PK) – yang merupakan embrio dari PKS – merasa jengah dan kecewa.
Bentuk kekecewaan itu membuat sang tokoh pendiri partai, ustadz Mashadi mengusulkan agar PKS sebaiknya dibubarkan saja pada tahun 2013 lalu .

Saya minta supaya PKS itu membubarkan diri dan seluruh asetnya dijual dikembalikan ke masyarakat dan kemudian minta maaf  kepada seluruh rakyat Indonesia,” ujar ustadz Mashadi di depan ratusan orang yang menghadiri acara diskusi “Parpol Islam: Solusi Atau Masalah” yang diselenggarakan oleh Forum Studi Islam (FSI) FISIP UI, Rabu lalu , seperti dikutip dari arrahmah.com

Pernyataan tegas ustadz Mashadi tersebut disampaikannya sewaktu menanggapi paparan para pembicara dalam acara diskusi tersebut. Alasan beliau meminta agar PKS dibubarkan karena dirinya merasa sangat sedih dan kecewa melihat orang-orang yang dahulu bersama dengan dirinya bisa sampai tersangkut kasus korupsi. Baginya ditangkapnya LHI oleh KPK dan dipanggilnya Hilmi Aminuddin ke KPK merupakan sesuatu yang tidak bisa beliau bayangkan sebelumnya. “Ini benar-benar unpredictable tokoh partai dakwah bisa terlibat kasus seperti ini,” katanya dengan nada kecewa.

Menurut beliau jika PKS itu diistilahkan sebagai sebuah brand atau merk dagang, maka PKS sudah tidak layak lagi untuk dijual.

Ditangkapnya LHI dalam kasus korupsi oleh KPK, bagi beliau sebagai sesuatu yang tidak masuk akal. “Tidak masuk akal pemimpin puncak jamaah dakwah di Indonesia ditangkap oleh KPK dan ditahan atas tuduhan korupsi,” tegas ustadz Mashadi.

Selain meminta agar PKS membubarkan diri, beliau juga membantah pernyataan salah seorang pembicara diskusi Prof. DR. Yusril Ihza Mahendra, SH yang mengatakan orang-orang yang sekarang di dalam tubuh PKS hanya mengadopsi ideologi Ikhwanul Muslimin. Namun menurut beliau justru PKS itu merupakan representatif Ikhwanul Muslimin yang ada di Indonesia.

Dikenal sebagai sosok bersahaja, ustadz Mashadi termasuk generasi awal gerakan Tarbiyah (Ikhwanul Muslimin) di Indonesia. Di era reformasi, beliau bersama dengan ustadz Abu Ridho-lah yang sangat getol mewacanakan agar jamaah Tarbiyah membentuk partai politik dengan alasan memanfaatkan momen yang terjadi saat itu. Dan di tahun 1999 resmi berdiri partai politik yang berasal dari jamaah tarbiyah dengan nama Partai Keadilan (PK) – yang setelah tidak lolos electoral treshold berganti nama menjadi PKS (Partai Keadilan Sejahtera).

Karena kesederhanaannya sewaktu menjadi anggota legislatif di era PK, Ustadz Mashadi di pemilu 2004 menjadi salah satu ‘jualan’ PKS untuk meraih simpati masyarakat. Dan terbukti pada pemilu 2004, PKS meraih suara yang signifikan. Kini sudah 5 tahun sejak pendiri PKS menyarankan PKS bubar , apakah PKS ada perubahan ?

Ya , saya sependapat dengan pendiri PKS Ustadz Mashadi ini , dengan Jargon Partai dakwah , PKS seharusnya berani tampil beda .
Terus kalau petingginya saja korupsi , apa bedanya dengan partai lain , mana Jargon Partai Dakwah dan Mana yang katanya jadi Partai Oposisi yang Bermartabat .

Salam Literasi

Mantan Pendukung PKS

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s