Benarkah Jokowi Mewarisi Hutang SBY 2700 Triliun

image

M2000 – Tidak seperti biasanya , presiden Joko Widodo kali ini berpidato menggebu yang dibacakan di hadapan relawan pendukungnya di Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/4) .

Pidato Jokowi yang tak biasa tersebut menyisakan banyak tafsiran. Salah satunya datang dari Waketum Gerindra yang juga Wakil Ketua DPR Fadli Zon.
Menurut Fadli, pidato Jokowi yang menggebu itu tak lebih dari upaya meniru gaya Prabowo Subianto.
Prabowo sendiri memang dikenal lantang dan berapi-api tatkala berada di panggung. Selain itu, Fadli juga menyoroti data-data yang disampaikan Jokowi yang dinilainya tak akurat.

Pokoknya kalau itu kan sah-sah saja orang mau mengubah gayanya. Tetapi mungkin data-datanya juga harus lebih akurat. Data utang yang disampaikan Pak Jokowi juga tidak terlalu akurat termasuk mengenai pembayaran bunga. Coba diperiksa lagi,” jelas Fadli di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (9/4).

Jokowi sendiri memang menyinggung soal utang negara di dalam pidatonya. Dalam kesempatan itu, Jokowi mengatakan bahwa utang negara bukanlah sesuatu yang baru dalam sejarah kepresidenan di Indonesia.
Besarnya utang negara yang saat ini berada di bawah pemerintahannya, kata dia, merupakan warisan dan konsekuensi dari pemerintahan sebelumnya.

image

“Saya  dilantik itu utangnya sudah Rp 2700 triliun. Ya saya ngomong apa adanya, bunganya setiap tahun Rp 250 triliun, kalau empat tahun sudah tambah Rp 1000 triliun. Ngerti enggak ini? supaya ngerti, jangan dipikir saya utang segede itu, enak aja. Pokoknya isu ini kita jawab hilang ganti isu ini, isu ini  kita jawab ganti  isu ini,” tutur Jokowi berapi-api.

Terkait dengan tudingan Fadli yang menyebut data utang yang disampaikan Jokowi tidak akurat, mari kita telusuri data dan jejak utang tersebut.
Jokowi dilantik sebagai presiden ke-7 Indonesia pada 20 Oktober 2014. Bersamaan dengan itu, Jokowi melanjutkan estafet kepemimpinan Indonesia dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Satu bulan sebelum Jokowi menjabat, tepatnya pada September 2014, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) era SBY melaporkan bahwa besarnya nilai utang pemerintah saat itu mencapai sebesar Rp 2.601,72 triliun.
Dikutip dari situs Ditjen Pengelolaan Utang Kemenkeu, angka sebesar itu berasal dari pinjaman sebanyak Rp 681,26 Triliun, serta dari sumber lainnya berupa Surat Berharga sebesar Rp 1.917,92 triliun (kumparan.com)

Jika dikaitkan dengan pidato Jokowi soal utang yang ditinggalkan presiden sebelumnya adalah benar , namun tidak secara rinci pas . Ya , jika dilihat secara umum, benar bahwa pemerintahan Jokowi mewarisi utang saat jabatan Presiden berada di pundaknya. Namun, angka Rp 2.700 triliun yang disampaikannya kurang tepat. Sebab, data menunjukkan bahwa utang pemerintah saat September 2014 sebesar Rp 2.601,72 triliun. Atau lebih rendah sekitar Rp 100 triliun dari apa yang dikatakan Jokowi.

Ya , kita anggap saja benar , karena Jokowi hanya menyampaikan garis besarnya saja .
Seperti saat kita beli motor seharga 15,6 juta , biasanya kita akan mengatakan angka pembulatan yaitu 16 juta atau 16 juta kurang dikit . Dan kita tidak perlu menyampaikan 15,6 juta plus uang jasa buat sales dan buat plat nomor sementara dan orang akan maklum .

Sementara itu, terkait ucapan Jokowi yang menyebut adanya bunga sebesar Rp 250 triliun yang setiap tahunnya harus dibayar pun benar juga walaupun kurang tepat angkanya . Berdasarkan data Kemenkeu pada 2017, tampak bahwa pagu atau alokasi anggaran APBN untuk bunga utang pada tahun tersebut sebesar Rp 221,195 triliun.
Dengan kata lain, ada selisih sekitar Rp 29 triliun dari apa yang disampaikan Jokowi dengan data yang dirilis oleh Kemenkeu.

Menguji pidato Jokowi soal utang
Menariknya, bunga utang yang harus dibayar setiap tahunnya oleh pemerintah itu selalu mengalami kenaikan. Pada 2016 misalnya, bunga utang yang dibayar pemerintah sebesar Rp 184,940 triliun. Angka itu menunjukkan terdapat kenaikan beban bunga sekitar Rp 37 triliun. Pada 2014, bunga utang itu sebesar Rp 130,95 triliun. Dalam kurun tiga tahun (2014-2017), terdapat kenaikan beban bunga utang sekitar Rp 91 triliun.
Melihat adanya kenaikan yang terus menerus, bukan tidak mungkin jika kedepannya bunga utang tersebut akan mencapai Rp 250 triliun, bahkan lebih.

Meski demikian, untuk saat ini rasio utang pemerintah terhadap APBN bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan. Pada tahun 2017, rasio utang terhadap PDB (Poduk Domestik Bruto) mencapai 29,2%. Angka itu lebih kecil jika dibandingkan dengan Amerika Serikat yang rasio utangnya mencapai 105.40 %–melebihi APBN-nya sendiri atau Jepang yang lebih gila lagi angkanya .

Kesimpulannya , jika dibuat sederhana memang benar apa yang dikatakan Jokowi , hutang sebelumnya 2700 triliun , bunganya 250 triliun pertahun , Jokowi sudah menjabat 4 tahun artinya bayar hutangnya 250×4 =1000 triliun . Jika total hutang pemerintah saat ini 4000 triliun artinya hutang murni di era Jokowi adalah 4000-(2700+1000) = 300 triliun .

Jadi benar apa yang dikatakan Jokowi , tapi tidak tepat benar angkanya , tapi kurang lebih diangka 300 triliun lebih dikit .
Nah , jika anda masih berpikiran bahwa Jokowi hutang gila-gilaan tentu tidak tepat , karena semua hutang adalah akumulasi dari presiden-presiden sebelumnya plus bunga hutang tentunya .

image

Hemat saya , semua presiden pasti meningalkan hutang untuk pemerintah berikutnya untuk berbagai program selama menjabat dan pasti tidak ada presiden yang mau menyusahkan rakyatnya .
Jadi hutang kita anggap saja sudah menjadi tradisi , yang menjadi perhatian adalah hutang itu dikorup apa tidak ?
Dan kita tidak perlu memikirkan hutang negara , toh sudah ada yang memikirkan , lagian kita juga tidak ikut membayar kok . Mau hutangnya berapa triliun pun ,  tugas kita cukup bayar pajak saja dan gak berubah .
Menurut data akhir 2017 jika dirata-rata setiap warga negara indonesia terbebani hutang sekitar 16 juta .
Hayo yang merasa ikut membantu bayar 16 juta siapa ?
Kalau ada saya kasih bintang lima …

image

Iklan

One thought on “Benarkah Jokowi Mewarisi Hutang SBY 2700 Triliun”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s