Prabowo Dipermainkan PKS , Bisa…

image

M2000 – Beberapa hari yang lalu , pendukung Prabowo Subijanto boleh bernafas lega karena Prabowo dengan lantang bersedia dicalonkan partainya untuk maju di pilpres 2019.

Namun , keputusan Prabowo siap maju sebagai Capres di Pilpres 2019, tidak bisa serta merta berlanjut ke deklarasi partai dan partai pendukung .  Pasalnya untuk mendeklarasikan Prabowo sebagai Capres, masih terganjal ketentuan undang-undang Pemilu.

Adanya syarat presidential threshold dimana untuk bisa ngajukan pasangan capres dan cawapres parpol atau gabungan parpol harus memiliki minimal 20 persen kursi di DPR atau 25 persen suara sah secara nasional di Pemilu sebelumnya jelas akan sangat sulit bagi Prabowo dan geng .

Logikanya jika berkaca pada pemilu 2014 lalu , untuk bisa mengusung Prabowo Gerindra harus membangun kolaisi dengan partai lain. Partai yang paling mungkin untuk diajak kolaisi adalah PKS , karena selama ini PKS sudah menyatakan kesediaan untuk berkoalisi dengan Gerindra.

Namun, untuk koalisi dengan PKS dalam mengusung Prabowo capres , menurut Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad seperti dilansir jawapos.com (13/04/18) menyatakan bahwa PKS mengajukan syarat yaitu Cawapres Prabowo harus diambil salah satu dari sembilan nama yang sudah di sodorkan PKS dan semuanya kader PKS sendiri .

Sembilan nama tersebut semuanya kader PKS mereka adalah Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, M Sohibul Iman, Salim Segar Al-jufri, Tifatul Sembiring, Al Muzammil Yusuf, dan Mardani Ali Sera.
Ya , tentu saja ini wajar , karena namanya politik tidak ada yang cuma-cuma alias tidak ada makan siang gratis .
Coba bayangkan , apa untungnya PKS jika hanya mengajukan Prabowo capres tanpa syarat . Jelas PKS tidak mau , karena nama Prabowo juga tidak menguntungkan elektabilitas partainya . Ini tentu berbeda dengan bergabungnya partai-partai ke kubu Jokowi tanpa syarat . Jokowi jelas Presiden , kemana-mana jelas disorot media dan tentu saja akan menguntungkan partai pendukung .

Menurut Desco lagi , bahwa demi terpenuhinya syarat presidential threshold kemungkinan besar Gerindra akan memilih salah satu dari nama-nama tersebut. Ini memang menjadi pilihan sulit bagi Gerindra, mengingat sosok Cawapres Prabowo harus mampu mendongkrak suara prabowo.

Jika merujuk pada hasil survei berbagai lembaga, elektabilitas dan popularitas Prabowo jauh di bawah Jokowi. Sehingga sosok Cawapres akan sangat menentukan menang kalahnya Prabowo berhadapan dengan Jokowi.
Memilih salah satu nama yang disodorkan oleh PKS, tentu menutup peluang bagi beberapa nama potensial yang selama ini sudah beredar di publik. Dan celakanya elektabilitas dan popularitas nama-nama yang disodorkan oleh PKS berada di bawah elektabilitas misalnya Muhaimin Iskandar, Gatot Nurmantyo, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi (TGB).

Jika dipaksakan untuk memilih Cawapres hanya dari kader PKS saja kecil peluang Prabowo bisa menang dari Jokowi. Tapi jika tidak memilih dari PKS, maka Prabowo bakal batal deklarasi sebagai Capres. Dilema ini membuat Gerindra sepertinya akan menyerah pada kehendak PKS dan pastinya PKS akan mulai memainkan perannya untuk memaksa Prabowo tunduk pada aturan mainnya .
Dengan main gertak semacam ini saja , Prabowo yang sudah bernafsu sekali ingin menjadi Presiden mau tidak mau harus nurut pada kemauan PKS .

Bagi PKS sendiri , ini adalah cara paling ampuh untuk menunjukkan kekuatannya pada Prabowo dan Prabowo pasti akan ciut nyali .
Seperti kita ketahui PKS dari awal berdirinya belum pernah ada kader yang mumpuni untuk jadi pucuk pimpinan di negri ini dengan kata lain sudah terbiasa jadi oposisi , sedang Gerindra punya calon mumpuni tapi tidak punya dukungan partai yang solid .
Jadi Gerindra jangan senang dulu dengan gerakan #2019GantiPresiden yang di gelorakan ketua PKS Mardani Ali Sera .
Ya kalaupun PAN juga akhirnya bergabung dengan kubu Prabowo , pastilah PKS akan nego ke Prabowo , cawapres 2014 sudah dari PAN , sekarang giliran kami .
Kata PKS ” Silahkan Nyapres dengan kita sebagai Cawapres atau tidak sama sekali ” .

Sepertinya , makin jauh saja langkah Prabowo dari istana .
Bagaimana pendapat anda ?

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s