Ketika Umat dan Masjid Dijadikan Komoditas Politik

image

M2000 – Apakah anda percaya bahwa ada yang menghalalkan segala cara untuk mengejar syahwat politik termasuk menodai agamanya sendiri ?
Anda bisa menyimpulkannya sendiri nanti .

Ada yang unik ketika Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais hadir dalam salat subuh di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan pada Jumat (13/4/2018) pagi. Tak hanya berisi ceramah Amien Rais yang heboh dengan mendikotomikan antara Partai Setan dan Partai Allah, tetapi juga diisi dengan baiat atau sumpah kesetiaan terhadap tokoh FPI Habib Rizieq Shihab.

Selain Amien Rais, acara baiat juga dihadiri oleh Penasihat Persaudaraan Alumni (PA) 212 Eggi Sudjana dan Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad al Khaththath. Pembacaan baiat dipimpin Muhammad al- Khaththath yang diikuti oleh ratusan jemaah yang hadir.

Sebelum baiat dimulai, Eggi Sudjana meminta para jemaah yang terdiri dari kelompok Dewan Kemakmuran Masjid Baiturrahim, Remaja Masjid Baiturrahim, Forum Umat Islam, Gubernur Muslim Jakarta, Gerakan Indonesia Salat Subuh (GISS), Suara Islam, dan PA 212 untuk berdiri bagi yang memiliki semangat dan komitmen ber-imam kepada Amien Rais dan Habib Rizieq.

Sebelum mengucap baiat, Eggi menyerukan kepada para jemaah agar tahun 2019 harus ganti presiden. Menurut Eggi, baiat sebagai komitmen untuk menuruti arahan dari Rizieq Shihab dan Ketua Dewan Penasihat PA 212, Amien Rais. Dalam kesempatan itu, Amien Rais disebut sebagai Imam karena Habib Rizieq masih berada di luar negeri.

Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Muhammad Al Khaththath atau Muhammad Gatot Saptono   memimpin pembaitan dengan membacakan sumpah kesetiaan terhadap Habib Rizieq yang diikuti ratusan jemaah .

Anehkah?
Ya, tokoh sekelas Amien Rais mengikuti baiat untuk menyatakan sumpah setia pada tokoh FPI Habib Rizieq? Ini keanehan pertama. Kedua, baiat dijadikan sebagai alat politik penggerak jemaah salat Subuh untuk mengganti presiden.
Ibadah shalat yang seharusnya merupakan bentuk kepasrahan diri kepada Allah Swt. secara total, justru dibelokkan untuk kepentingan politik sempit dan sesaat jangka pendek.

Sebagai mantan Ketua MPR dan pendiri PAN seharusnya sosok seorang Amien Rais bisa dijadikan sebagai rujukan rakyat, khususnya bagi umat Islam, dalam melakukan praktik politik secara arif dan penuh kesalehan.
Baiat politik di Masjid Baiturrahim, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, bukan hanya merendahkan kehormatan Amien Rais, tetapi juga menunjukkan betapa naifnya cara-cara berpolitik yang menghalalkan segala cara sampai-sampai agama pun diperalat sebagai alat untuk melampiaskan hasrat politik kebencian kepada pemerintah yang sah.

image

BACA JUGA :
Kontroversi Amien Rais dan Partai Allah

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s