Jokowi Mesra Dengan Pentolan 212 , Ada Apa ?

image

M2000 – Bukan Jokowi namanya jika ngambekan , pendendam dan tidak bisa merangkul semua orang .
Jokowi yang dianggap lugu dalam politik, justru membuat kubu yang berseberangannya bisa mengernyitkan dahi. Dihantam oleh Amien Rais yang merupakan Pembina PA 212, ,Jokowi justru bertemu dengan para pentolan Persaudaraan Alumni 212 di Bogor .

Dilansir detikcom, Selasa (24/4/2018), Jokowi terlihat diapit oleh pengurus persaudaraan Alumni 212, yaitu di antaranya Al Khaththath, Sobri Lubis, Usamah Hisyam, Slamet Maarif, dan Yusuf Marta.

Belum lama, senior PAN Amien Rais menyatakan elektabilitas Joko Widodo going down alias merosot. Hal ini dikatakan sambil menujuk foto Jokowi. Sebelumnya Amien Rais kerap mengkritis keras Jokowi. Namun Jokowi selalu menanggapinya dengan santai.

Gebrakan Jokowi justru nampak memukau, ia bertemu dengan para pentolan PA 212. Di lain kesempatan, politisi PDIP menjumpai Habib Rizieq. Inilah skak mat halus Jokowi terhadap Amien Rais dan lawan politik lainnya.
Inilah politik santun yang tetap dipertahankan Jokowi sampai saat ini , semua dirangkul untuk memajukan bangsa , urusan mau atau tidak diajak kerjasama , itu urusan kesekian , yang penting niat baik dulu dikedepankan .

Terus apa hasil pertemuan atau permintaan pentolan 212 kepada Jokowi ?
Sekretaris Tim 11 Ulama Alumni 212 Muhammad Al Khaththath menegaskan pihaknya sudah menyampaikan beberapa fakta kepada Jokowi soal kriminalisasi ulama dan aktivis yang kritis pada pemerintah.
“Salah satu yang kita sampaikan ke Presiden kasus saya (Al-khaththath) dan Habib Rizieq. Jadi Presiden mendapat gambaran yang jelas, langsung dari orang yang menjadi korban kriminalisasi,” kata Al Khaththath dalam konferensi pers di Restoran Larazeta, Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2018).

image

Karena itu, dalam pertemuan Minggu (22/4/2018) lalu, Khaththath mendesak agar kasus kriminalisasi terhadap beberapa ulama terutama terhadap Habib Rizieq secepatnya segera dihentikan.
Kriminalissi bukan sebuah wacana, tapi adalah sebuah fakta, dan kita tidak tahu apakah kebijakan Presiden, ataukah kebijakan aparat, kita enggak tahu, tapi yang paling berhak mengambil kebijakan untuk mengentikan itu kan presiden. Itulah yang kita minta,” tegasnya.

Lalu bagaimana respon Jokowi saat didesak hentikan kriminalisasi?
Ternyata Jokowi masih belum bisa menjamin secara pasti penghentian kasus-kasus kriminalisasi ulama.
Kita tinggu aja kebijakan beliau. Mudah-mudahan beliau segera mengambil kebijakan untuk menghentikan kriminalisasi dan mengembalikan hak-hak dari ulama dan aktivis 212 yang dikriminalisasi,” ungkapnya.

Sebenarnya kalau dipelajari dengan seksama , permintaan pentolan 212 meminta penghentian kriminalisasi ulama kepada Jokowi ini lucu juga walaupun sebenarnya sah-sah saja .
Ingat dulu waktu kasus Ahok , mereka teriak-teriak agar Jokowi jangan mencampuri kasus Ahok , lha sekarang kog mereka malah meminta Jokowi untuk mencampuri urusan hukum yang menimpa junjungan mereka .
Logikanya , Ahok saja yang jelas teman baik Jokowi tidak mencampuri kasus hukum Ahok sampai Ahok dipenjara  , lha kelompok mereka yang selalu memfitnah dan menyerang Jokowi kog meminta Jokowi membantu mereka , logikanya gimana ?

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s