4 Kali Gagal , Prabowo Sudah Tidak Punya Daya Kejut

image

M2000 – Jika ditanya siapa lawan Jokowi yang paling kuat , secara personal pastilah Prabowo orangnya .
Di banyak survey , nama Prabowo selalu dibawah Jokowi walaupun selisih prosentarenya masih jauh , namun selalu diatas kandidat lain seperti Gatot , AHY ataupun TGB .

Saat ini , hanya Prabowo yang sudah terang-terangan mendeklarasikan diri maju menjadi calon Presiden 2019.
Jelas Prabowo memiliki modal paling besar, terutama soal logistik dan investasi politik.
Tangan-tangan Prabowo sepertinya sudah mengikat erat PKS yang lama-lama juga sudah terbiasa menjadi oposisi dan mulai menikmatinya .
Namun , nilai jual Prabowo nyatanya sampai saat ini hanya mampu menggaet PKS , ormas-ormas dan beberapa aliansi buruh saja , sedangkan untuk partai yang notabene nya punya syarat untuk menambah PT yang 20% malah tidak begitu tertarik untuk merapat .

PAN misalnya yang digadang-gadang bakal mendukung Prabowo nyatanya jual mahal dan sepertinya menaikkan nilai tawar dan meminta lagi jatah wakil presiden seperti 2014 lalu . Ya , Prabowo dan Gerindranya memang sedang galau , mau ambil wapres dari PAN , takut kehilangan PKS , mau ambil dari PKS takut ditinggal PAN . Sementara kalau cuma dua partai saja yang bergabung , diprediksi kedua partai ini tidak mampu meraup 20% suara , artinya tidak lolol PT yang 20% itu .

Selain itu , prabowo itu sudah akan ke 4 kalinya gagal menuju capres/cawapres  .
Mungkin ada yang bilang 3 kalinya nanti , tapi tercatat Prabowo sudah pernah mengikuti konvensi capres dari partai Golkar dan gagal .
Kemudian cawapres Megawati , Capres melawan Jokowi dan nanti akan nyapres lagi .

Ya , meskipun Prabowo punya peluang paling besar untuk melawan Jokowi dengan angka survey yang melejit, melebihi kandidat lain ,  Prabowo tak memiliki daya kejut besar terhadap publik.  Gaya kepemimpinan juga serangan politiknya, cenderung terbaca oleh masyarakat.
Berbagai kalangan memang sudah menyarankan agar Prabowo ini menjadi King Maker saja .
Saya sendiri setuju dengan langkah itu , tapi tidak setuju dengan sebutan King Maker .
Kenapa ?
Jawabnya simple , Prabowo itu masih bernafsu ingin jadi presiden , kedua Prabowo itu belum pernah jadi Presiden dan selalu gagal . Jadi bagaimana mungkin Prabowo bisa disebut King Maker , kecuali Megawati atau SBY yang pernah menjadi Presiden .
Catat ya , Presiden itu pemimpin nasional bukan sekelas gubenur apalagi bupati yang kandidatnya bisa di otak-atik partai sekelas DPC atau DPW .

Justru , seharusnya yang suka meneriakkan #2019gantipresiden harusnya mulai berpikir untuk mencari sosok baru untuk melawan Jokowi , misalnya Gatot atau mungkin Anies Baswedan yang tentunya lebih memiliki daya kejut .

Mengapa Prabowo tak punya daya kejut ?
Oke , mari kita bicara soal teori branding.
Sebuah branda bila sudah dilaunching dua kali dan gagal, maka akan sulit berhasil pada tahap ketiganya.
Atau bisa disederhanakan begini , misal ada motor baru dirilis dan tidak sukses , kemudian beberapa tahun kemudian dirilis lagi versi facelift atau minor change atau tidak banyak perubahan dengan memakai nama brand yang sama , maka masyarakat tidak akan meliriknya kecuali sebagian kecil konsumen yang gila merk .
Tentu akan lebih baik , mengeluarkan brand baru atau motor baru yang siap bersaing di pasaran bukan ?

Ya , seperti itulah logikanya .
Semua orang boleh membantah logika ini , tapi seorang pengamat tidak boleh mengabaikan ini .

Salam literasi

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s