” Didiklah Anakmu Sesuai Jaman ” Apakah Hadits Shahih ?

Assallamu’allaikum mass-miss sadayana

image

M2000 – Dalam berkehidupan , sebagai muslim kita punya pegangan yaitu Al Qur’an dan As Sunah atau hadits .
Tentu sebagai orang awam kita tidak mungkin bisa menghafal atau mengetahui makna atau arti dari semua itu .
Katakanlah kita hanya tahu satu atau dua hadits tidaklah mengapa , karena justru kita akan lebih banyak mencari tahu daripada kita tahu banyak hadits tapi kita justru sombong dan merasa paling benar , apalagi ternyata hadits-hadits tersebut adalah hadits palsu atau dhaif .

Kita tentu pernah mendengar kalimat “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya,  karena mereka hidup bukan di jamanmu”
Dan beberapa penceramah menggunakan itu , dan seakan-akan itu adalah hadits karena yang mengatakan adalah penceramah atau da’i .

Benarkah kalimat ” Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya ” adalah sebuah hadits shahih ?

Adalah tidak benar jika kalimat tersebut adalah hadits shahih , yang benar pernyataan tersebut adalah dari khalifah Ali Bin Abi Thalib .
Sebuah pesan untuk kita semua sebagai orang tua. Sebuah pembelajaran bagi kita kalau segala sesuatu yang ada didunia ini serba berubah, sesuatu yang hari ini adalah hal istimewa bagi kita di waktu 10 atau 20 tahun mendatang bisa jadi hanya hal yang biasa-biasa saja, sesuatu yang hari ini mustahil bisa jadi suatu saat nanti 10 atau 20 tahun mendatang adalah hal yang sangat mudah sekali.

Tentu kita ingat  pelajaran dimasa sekolah dahulu bagaimana zaman berubah, mulai dari masa-masa berburu, masa dimana manusia bertahan hidup dengan cara seadanya berburu binatang yang dia temui, memakan tumbuhan atau biji-bijian yang mereka temukan. Setelah itu berubah menjadi zaman agraris, masa-masa dimana orang sudah mulai bercocok tanam, mengelola dan memanfaatkan tanah.

Dari masa agraris masa kepada masa-masa industri, ditemukannya berbagai macam teknologi seperti mesin, mobil yang mendukung setiap kegiatan dimasa-masa ini. Masa industri berlalu masuk masa informasi dimana mereka yang paling sukses adalah mereka yang paling cepat menguasai informasi hal ini ditandai dengan serba mudahnya kita mendapatkan akses untuk sebuah informasi melalui teknologi digital.

Dari masa industri masuk masa konseptual, dimana di masa ini ide-ide segar, konteks (bagaimana cara menyampaikan) konten (isi) menjadi hal yang utama. Sesuatu yang awalnya sederhana ketika dipoles dengan ide-ide kreatif bisa menjadi sesuatu yang berharga dan bernilai jual tinggi.

“Didiklah anakmu sesuai dengan zamannya” ketika zaman berubah tentu tantangannyapun berubah, baik itu tantangan untuk bertahan hidup, tantangan dalam pergaulan, tantangan dalam menuntut ilmu serta tantangan-tantangan lainnya.
Perubahan zaman inipun berdampak pada perubahan cara kita mendidik dan berkomunikasi dengan anak,
Inilah yang menjadi “ PR ” besar bagi kita sebagai orang tua, mempersiapkan anak kita untuk siap menghadapi zamannya bukan zaman kita.

Visi besarnya tentu agar anak-anak kita menjadi anak yang bermanfaat serta berdaya guna  dan juga anak-anak yang jadi amal kebaikan bagi kita kelak akhirat sana. Maka dari sinilah pentingnya bagi kita para orang tua untuk belajar dan belajar terus  bagaimana zaman terus berkembang dan bagaimana menyesusaikannya dengan pendidikan anak-anak kita.

Jadi walaupun kalimat diatas bukanlah hadits , tetapi memang baik untuk diterapkan .
Tidak semua yang bukan hadits itu tidak baik , karena pedoman kita pun selain Al Qur’an dan Hadits , masih ada lagi yaitu 4 mazhab yang lebih merincinya . Yaitu mazhab Hanafi , Maliki , Syafi’i dan Hambali .
Mazhab adalah adalah metode (manhaj) yang dibentuk setelah melalui pemikiran dan penelitian, kemudian orang yang menjalaninya menjadikannya sebagai pedoman yang jelas batasan-batasannya, bagian-bagiannya, dibangun di atas prinsip-prinsip dan kaidah-kaidah .
Maka mazhab akan lebih rinci dalam menjelaskan masalah atau persoalan dalam berkehidupan sehari-hari .
Sederhananya begini .. Kalau AlQur’an dan Hadits masih perlu ditafsirkan lagi kalau mazhab sudah diterangkan secara rinci , makanya mazhab selalu seiring sejalan dengan Al Qur’an dan Hadits .

Beberapa kalimat yang populer dari Ali bin Abi Thalib adalah ” Saudaramu yang bukan seiman adalah Saudaramu dalam kemanusiaan ”
Atau di Indonesia sendiri ada fatwa ulama NU yang berbunyi ” Hubbul Whatan Minal Iman ” yang artinya mencintai tanah air adalah sebagian dari iman .
Fatwa ini didasari atas kecintaan nabi kepada tanah kelahirannya di Mekah .

Semoga bermanfaat ,
Wassallamu’allaikum…

BACA JUGA :

Sombong kepada orang sombong adalah hadits palsu

Library : Elmina.id

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s