Menteri Jokowi Nyaleg , Ini Alasannya

image

Masshar2000.Com – Tanggal 15 jam 24.00 adalah batas akhir pendaftaran calon legislatif.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerima seluruh pendaftaran bakal calon anggota legislatif (caleg) yang diajukan 16 partai politik (Parpol) peserta pemilu 2019.
Di hari terakhir pendaftaran, sebanyak 15 parpol mengajukan bakal caleg mereka ke KPU pada Selasa 17 Juli 2018. Banyak kejutan mewarnai pendaftaran bakal caleg DPR periode 2019-2024.

Kejutan itu munculnya figur publik yang memutuskan nyaleg baik dari kalangan elite politik yang pindah parpol, selebritas seperti Nafa Urbach, Tessa Kaunang, Wanda Hamidah (Nasdem), Krisdayanti dan Angel Karamoy (PDIP), Ahmad Dhani (Gerindra), serta artis lainnya.
Ada juga mantan pendiri PKS Yusuf Supendi yang nyaleg lewat PDIP ,  hingga juru bicara Presiden seperti Johan Budi SP (PDIP) ketua umum (Ketum) parpol PBB seperti Yusril Ihza Mahendra, Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto dan lain sebagainya.

Tak hanya mereka, sejumlah menteri anggota Kabinet Kerja Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) juga memutuskan nyaleg dari partainya masing-masing, serta sejumlah mantan menteri era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Di kabinet kerja setidaknya ada tujuh menteri yang mengklaim sudah meminta izin Presiden Jokowi untuk bertarung menjadi bakal calon wakil rakyat. Mereka adalah Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menkumham Yasonna Laoly melalui PDIP.
Kemudian Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dakhiri dan Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo, ketiganya merupakan kader PKB. Ada pula Menpan RB Asman Abnur dari PAN dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin yang merupakan kader PPP.

Dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum dan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalegan tak diatur secara spesifik bahwa menteri yang menjadi caleg harus mundur dari jabatannya. Para menteri cukup mengajukan cuti saat pelaksanaan kampanye dimulai.

Banyak orang awam yang menilai aneh , kenapa menteri yang jelas sudah punya kedudukan ikutan nyaleg , apakah gaji menteri kurang ?
Apalagi tim buzzer oposisi kemudian menggoreng isu ketidakharmonisan Jokowi dan menterinya atau  akan pecahnya partai pendukung pemerintah . Dan banyak yang percaya berita seperti ini karena tidak memahami apa itu politik dan lebih memilh percaya pada buzzer bayaran yang tugasnya memang untuk membuat kekacauan di jagad maya dan mungkin saja para buzzer ini malah golput karena apa yang mereka tulis di medsos semata-mata karena uang , bukan dukungan apalagi idealisme .

Jadi penjelasannya begini , nyaleg itu untuk mendapatkan suara guna mendapatkan kursi di DPR . Nah , partai-partai ini punya strategi sendiri untung mendulang suara . Ada yang menggaet artis untuk mau nyaleg ada pula yang mengutus kader yang sudah populer termasuk menteri untuk nyaleg .
Nanti kalau ada kader yang lolos ke senayan dan diambil jadi menteri , maka kursinya tetap aman dan akan digantikan kader yang ditunjuk partai .
Karena seperti kita ketahui , untuk bisa lolos ke senayan dan bisa duduk menjadi anggota dewan setidaknya partai harus memiliki 4% suara atau sekitar 5 juta suara di seluruh Indonesia .
Parliamentari Threshold atau PT 4% ini naik dari 3,5% ditahun 2014 yang lalu dan 2,5% di tahun 2004 .

Bahkan Yusril Ihza Mahendra ketua umum PBB pun tahun ini ikut nyaleg di dapil 3 Jakarta , untuk bisa meraup suara sebanyak-banyaknya karena seperti kita ketahui PBB besutan Yusril ini pada pemilu sebelumnya tidak lolos ke senayan dan dianggap partai gurem .

Jadi sudah paham kan kenapa sampai menteri pada nyaleg , kalau dihitung dari gaji saja katakanlah tidak korupsi , ya apa untungnya nyaleg , toh mereka sudah pada kaya punya usaha , artis dan sudah milyarder  padahal gaji DPR saja cuma sekitar 50juta sama tunjangan plus paling 100 juta sebulan .
Ya bagi kita duit 100 juta itu tentu banyak banget , tapi bagi artis atau para pengusaha yang nyaleg ini duit segitu mungkin hanya seperti UMR nya mereka .
Jadi kalau mereka tidak korupsi jangan bilang mereka rakus  , mereka itu cuma mau berkarya , menjadi orang yang berguna bagi orang banyak dan negara tentunya bagi yang serius  atau kalau boleh dibilang cuma nyari nama saja bagi yang ikut-ikutan dan hanya mengandalkan popularitas .
So , tugas kita sebagai warga negara hanya memilih salah satu dari mereka , pilihlah yang terbaik menurut kita sendiri , kalaupun tidak tahu mana yang baik , pilihlah yang kamu suka saja dan jangan golput .

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s