Fahri Hamzah Dalam Cengkeraman Jokowi

image

M2000 – Salah satu anggota dewan yang paling kritis selain Fadly Zon adalah Fahri Hamzah .
Entahlah , yang jelas nama yang terakhir ini sudah tidak memiliki partai karena sudah dipecat , tapi masih menduduki Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) .
Secara hukum , karena dia sudah memenangkan gugatan atas partainya , dia memang masih pantas duduk di parlemen , tapi secara etika berpartai , dia seharusnya sudah mengundurkan diri .

Fahri Hamzah dikenal sebagai sosok yang vokal mengkritisi pemerintah. Berbagai kebijakan yang dilakukan pemerintah kerap dikritik bahkan kadang tidak nyambung , yang penting beda dengan pemerintah .
Ya , dia boleh keras mengkritik pemerintah , karena memang tugasnya oposisi dimanapun ya seperti itu , tapi kalau istilahnya nyinyir ya gak boleh , masa anggota dewan tugasnya nyinyir .

Jadi tolong dibedakan antara kritik dan nyinyir . Kalau kritik itu ditujukan atau lebih ke arah kebijakan pemerintah , bukan secara personal ditujukan ke pemerintah dan perangkatnya . Nah kalau nyinyir itu , apapun yang dilakukan pemerintah dalam hal ini presiden selalu salah .
Anak presiden menikah dinyinyirin , presiden naik motor nyinyir , presiden olah raga nyinyir , ini mah kerjaan emak-emak rempong , seperti ibu-ibu milenial yang demo harga telor naik , berangkatnya naik mobil , pulangnya nongkrong di cafe .

Ya , Fahri boleh saja lantang mengkritik  , tapi sepertinya sekarang sudah mulai melembek dan tampak berbalik arah, pro pemerintah.
Ini bermula dari cuitan Fahri di twitter jelang final Piala Dunia lalu.

Dalam unggahannya, Fahri mengatakan bahwa Perancis diibaratkan adalah koalisi pemerintah sedangkan Kroasia oposisi. Fahri menyebut, jika Perancis menang maka Jokowi lah yang akan keluar sebagai pemenangn di Pilpres 2019 nanti. Sebaliknya jika Kroasia yang menang, maka Jokowi akan kalah.

“Jangan lupa malam ini: Kalau Prancis menang, isyarat incumbent menang. Kalau Kroasia menang incumbent kalah,” tulisnya.

Les Bleus pun akhirnya sukses menaklukkan Kroasia, yang dimotori Luka Modric. Skor 4-2 menjadi pengantar Prancis untuk menjemput trofi Piala Dunia 2018. Fahri pun menyebut bahwa kemenangan Perancis merupakan peringatan bagi oposisi agar berkaca pada hasil tersebut. Pasalnya dia yakin bahwa Jokowi akan kembali berjaya.

Sebelumnya, Fahri juga menyatakan sikap pesimisnya, bahwa Prabowo Subianto kurang proaktif tidak terlalu lincah dalam melakukan manuver politik. Dengan cara seperti itu, mantan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mengaku bahwa Prabowo akan sulit mengalahkan sang petahana.

Kalau yang masih ada ini, misalnya grupnya Pak Prabowo, kelihatan Pak Prabowo belum lincah. Kurang lincah. Kalau Pak Prabowo ngadepin Jokowinya kayak begini, dia enggak bakal menang,” kata Fahri di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (17/7/2018) lalu.

Sementara itu, Politikus Partai Golkar Mukhamad Misbakhun melontarkan pendapatnya terhadap sikap Fahri. Menurutnya, tidak lama lagi Fahri akan segera merapat menuju barisan Jokowi. Dia menilai sikap Fahri belakangan seolah menunjukkan tanda-tanda untuk segera merapat.

“Saya termasuk yang percaya bahwa hanya tinggal masalah waktu saja Bang @Fahrihamzah untuk menjadi satu barisan pendukung Bapak Presiden @jokowi. Kecerdasan politik, kematangan, keyakinan dan kelihaian politiknya Bang Fahri arahnya sudah jelas,” ujar Misbakhun melalui akun @MMisbakhun di Twitter, Rabu (18/7).

Misbakhun yang juga berada di pihak Jokowi mengaku saat ini pihaknya tengah membujuk Fahri untuk segera menjadi bagian dari barisan pendukung Jokowi. Bahkan dia tak segan untuk mengucapkan selamat bergabung untuk Fahri.

“Sebagai pendukung Bapak Presiden @jokowi saya tidak pernah berhenti membujuk Bang Fahri untuk berada dalam satu barisan yang sama. Selamat bergabung Bang,” tambahnya.

image

Untuk diketahui, Fahri saat ini tidak tergabung di partai manapun sejak posisinya sebagai Sekjen PKS dicabut. Meski tidak memiliki partai, Fahri pernah menyebut dirinya tidak akan berpindah haluan dan menganggap dirinya masih bersatus kader partai besutan Sohibul Iman tersebut.

Jadi apa yang tidak mungkin , kalau dia mau tetap berpolitik , solusinya ya bergabung pemerintah agar suaranya tetap bisa terdengar dan bermanfaat .
Kecuali dia misalnya mendapat kontrak di acara ILC seperti Rocky Gerung , apapun yang dibahas pokoknya ikut aja .

Jangankan Fahri , Ngabalin aja ya kita tahu kaya apa dulunya membela mati-matian Prabowo kini ikut ke gerbong Jokowi kog  …
Politik itu cair bro , jangan serius-serius amat mendukung orang .
Kaya TGB , yang dulu disanjung-sanjung karena dukung Prabowo , kini setelah mendukung Jokowi , dihujat sana sini , dicari salahnya .
Politikus boleh ngomong ” rakyat sudah dewasa dalam berpolitik ” karena punya tujuan mendapat simpati rakyat , tapi bagi saya , banyak rakyat yang belum dewasa dalam berpolitik , TGB adalah contoh nyata dimana rakyat belum dewasa dalam menerima perbedaan berpolitik atau yang belum lama terjadi di pilkada Jakarta , bagaimana warga Jakarta masih gampang diprovokasi isu SARA  , sampai-sampai tidak mau mensholatkan orang meninggal karena beda pilihan .

image
santai aja bro , dia hanya garang di medsos . Aslinya asik-asik aja

So … santai aja bro , kita dukung mati-matian , kita juga gak dapat apa-apa .
Netral aja , karena netral itu tidak harus Golput , yang penting tidak menghina kubu atau calon lain …Gampang kan ?

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s