Begal Bunuh Korban Tapi LBH Larang Polisi Tembak Ditempat

image

Masshar2000.Com – Beberapa hari terakhir isu begal atau jambret semakin mengemuka .
Di medsos ramai dibicarakan , karena tidak hanya satu orang saja yang menjadi korban .
Masyarakat jelas gelisah dan terbukti kemarahan masyarakat sudah memuncak dengan di bakarnya begal yang tertangkap massa . Walaupun tindakan massa ini tetap tidak bisa dibenarkan , tapi ternyata banyak juga yang mendukung supaya ada efek jera .

Polisi pun memerintahkan jajarannya tembak ditempat jika membahayakan .
Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Idham Aziz memerintahkan tim khusus operasi ini menindak tegas pelaku yang melawan dan membahayakan petugas. “Tidak usah ragu-ragu melakukan tindakan tegas,” ujar Idham.

Di lapangan, hingga 12 Juli 2018 lalu perintah Idham telah berujung penangkapan 1.952 orang. Sebanyak 320 orang di antaranya ditahan dengan berbagai tuduhan kejahatan jalanan, dari penjambretan, penganiayaan, hingga penyalahgunaan narkotik.

Polisi juga menembak 52 orang yang melawan atau mencoba kabur ketika ditangkap petugas. Sebelas orang di antaranya ditembak hingga tewas. Salah satunya adalah anggota geng Tenda Oranye, komplotan perampok yang kerap beroperasi di wilayah Jakarta Barat.

Namun upaya kepolisian yang menerapkan tindakan tegas kepada pelaku begal dan jambret, mendapat kritik dari sejumlah kalangan.
Salah satunya adalah Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta yang meminta agar polisi menghentikan aksi tembak mati terhadap begal yang melawan.

Menurut LBH, hal ini bertentangan dengan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Perkap).
“Pasal 5 Perkap Nomor 1 Tahun 2009 ada tahapan penggunaan kekuatan oleh polisi terhadap pelaku kejahatan. Tidak boleh langsung tembak dengan tujuan mematikan tersangka,” ujar Kepala Bidang Advokasi Fair Trial LBH Jakarta Arif Maulana, dilansir dari Tempo.

Menurut Arif, tindakan ini adalah pembunuah di luar pengadilan atau extra judicial killing. LBH Jakarta pun membuka posko pengaduan kepada mereka yang menjadi korban ketidakadilan hukum ini.

Pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar, juga mengatakan kalau penembakan terhadap pelaku begal bukan solusi mengurangi tindak kejahatan di jalanan.
“Tidak bisa diatasi hanya dengan main tembak alias destruktif. Dengan cara penindakan keras, hilang sebentar, nanti muncul lagi,” kata Bambang, Senin 9 Juli 2018.

Menurutnya, begal disebabkan karena pelaku tak punya pekerjaan yang membuat dia melakukan aksi kriminalitas demi mendapatkan uang. Namun, Inspektur Jenderal Setyo Wasisto yang merupakan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri mengklaim penembakan ini dilakukan karena begal sudah mengancam jiwa seseorang.

“Kami melakukan tindakan tegas terukur. Kalau sudah mengancam harta atau jiwa seseorang, maka kami juga harus melakukan tindakan tegas,” kata Setyo.

Pelaku kriminal jalanan ditembak karena memiliki senjata atau melawan petugas. Setoy juga memastikan kalau polisi mempunyai barang buktinya.

“Kalau menghadapi yang begitu-begitu kami tidak boleh lembek-lembek,” kata Setyo.
Seperti diketahui, dalam melakukan operasi pemberantasan kejahatan jalanan menjelang Asian Games 2018, polisi diberi izin menembak mati pelaku begal.

Menurut pendapat saya pribadi , LBH ini seperti Komnas Ham yang menentang Densus 88 melakukan tindakan pencegahan kepada teroris .
Hemat saya sebagai warga biasa , saya jelas mendukung Polri dan Densus 88 dalam melaksanakan tugasnya , toh mereka juga ada SOP nya dan tidak melanggar Undang-Undang .
Kita ingin hidup tenang , Polisi juga manusia biasa , yang bisa marah , bisa tersinggung jika dilecehkan . Selain melindungi masyarakat , mereka juga berhak dan wajib melindungi dirinya sendiri .
Mereka juga punya keluarga , tidak mungkin mereka diam , begal sekarang juga punya senjata api , masa begal pakai pistol , polisi malah gak boleh , mati konyol dong mereka .

Bagaimana menurutmu ?

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s