Demokrat Merapat , PKS Jadi Penggembira Oposisi

image

Masshar2000.Com – Politik memang kejam , bahkan partai yang belum berkuasa pun bisa saling cakar untuk menunjukkan kekuatan mereka .
Ada yang terang-terangan seperti Demokrat ada yang maju mundur syantik seperti PAN dan PKS .

Semua orang sepakat , PKS paling militan diantara partai politik oposinya , tapi suaranya paling minim dan nyaris gurem . Tapi uniknya PKS ini nafsunya paling gede . Bayangkan , partai yang suaranya paling kecil menyodorkan 9 nama cawapres . Ini ibarat anak SD sudah minta dibelikan motor gede menurut saya .

Mungkin karena kedekatannya dengan Gerindra selama menjadi oposisi , PKS lebih pede akan di pinang Prabowo untuk menjadi cawapres , maka PKS dengan pedenya menyodorkan 9 nama yang seakan-akan mengatakan ” nih guwe punya banyak calon , lo harus pilih satu , inget ya gw gak maksa untuk memaksakan si anu atau si anu ” …kalau ini bener adanya , maka ini pemaksaan halus karena tetap harus milih .

Tapi semenjak Demokrat gabung ke koalisi , mendadak PKS ciut nyali . Bukan apa-apa , pak SBY kan dulu bosnya , bagaimanapun SBY adalah mantan BOS yang tetap harus dihormati , lagian kan PKS pernah merasakan kursi empuk karena beberapa kadernya didapuk jadi menteri di era SBY .

Kemudian Partai Keadilan Sejahtera (PKS) harus mengatakan legowo jika kadernya tidak menjadi calon presiden atau calon wakil presiden (capres-cawapres). Tapi ada syaratnya , seperti yang dikatakan Ketua Dewan Pimpinan PKS Mardani Ali Sera ” seluruh partai koalisi pendukung Prabowo Subianto terbuka dalam membahas siapa yang akan maju dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2019 ” .
Dari segi bahasa , ini seperti menggertak untuk menutup malu .
Padahal sebelumnya, PKS ngotot mengajukan kadernya menjadi cawapres Prabowo di pilpres 2019. Ada sembilan nama yang diajukan, yakni Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Sohibul Iman, Salim Segaf Al Jufri, Tifatul Sembiring, Al Muzzammil Yusuf, dan Mardani Ali Sera.

PKS tidak akan memaksa yang sembilan itu kalau sudah dibahas bareng-bareng di satu meja,” ujar Mardani saat ditemui Tempo di ruang kerjanya, Gedung DPR RI, Jakarta pada Rabu, 25 Juli 2018.

Mardani menjelaskan, pembicaraan di koalisi pendukung Prabowo Subianto masih di level lima dari angka 10, alias belum terlalu dalam. Nama-nama capres atau cawapres pun belum dirundingkan dalam satu meja. Jadi, kata Mardani, kalau sampai saat ini semua partai ingin mengajukan kadernya adalah hal yang wajar-wajar saja.

Artinya , PKS memang dan wajib legowo jika Demokrat ikut dalam gerbong koalisi Prabowo seperti pernyataan Ketua DPP PKS Pipin Sopian yang mengatakan pertemuan SBY – Prabowo bertujuan untuk memperkuat koalisi yang telah terjalin antara Gerindra dan PKS.

“Jadi kami melihat bahwa untuk memperkuat koalisi itu kami ucapkan Ahlan Wa Sahlan (selamat datang) jika memang Partai Demokrat berminat untuk gabung dengan PKS,” kata Pipin saat ditemui Tempo di komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 25 Juli 2018.

image
Meme PKS yang menyebar di medsos

Ya , PKS memang harus sadar diri , tanpa PKS pun Prabowo sudah bisa nyapres bersama kader Demokrat yang mengusulkan AHY .
Dan tidak ada pilihan lain kecuali tetap harus mendukung dan menjadi penggembira , karena tidak mungkin mendukung Jokowi , lha wong yang menggagas tagar 2019 ganti presiden dia-dia juga .

Mungkin sudah menjadi takdir kalau PKS itu mentoknya cuma jadi menteri .
Selamat menjadi penggembira dan jangan lupa bahagia.
MAJU kena MUNDUR kena deh …

image
Cooming soon 2019 , saksikan di TPS kesayangan anda
Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s