Pensiun Dari DPR , Fahri Hamzah Dapat 30 Miliar

image

Masshar2000.Com – Salah satu dan mungkin satu-satunya anggota dewan di dunia yang tidak memiliki partai adalah Fahri Hamzah .
Sejak dirinya dipecat karena tidak disiplin mengikuti aturan partai , praktis masyarakat juga bertanya-tanya , dia di DPR mewakili siapa ?
Secara etika seharusnya Fahri memang harus mundur , apalagi dia adalah wakil ketua DPR .

Tapi bukan Fahri namanya kalau mau mundur begitu saja , Fahri justru menuntut partai yang membesarkan namanya ke pengadilan . Tak tanggung-tanggung dalam tuntutannya Fahri menuntut uang ganti rugi 500 milyar karena dianggap mencemarkan nama baiknya .Dan hebatnya Fahri menang di pengadilan .

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu mengeluarkan ultimatum akan mengajukan permohonan pada pengadilan bahwa dirinya bakal menyita Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang terletak di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Cara tersebut, seperti dilansir dari laman Sindonews.com, pada Jumat (3/8/2018), terpaksa ditempuh apabila pihak PKS tak sanggum membayarkan ganti rugi kepada dirinya sebesar Rp 30 miliar, sebagaimana putusan dari majelis hakim.

Fahri, dengan tegas, menuntut agar keputusan yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2016 untuk sesegera mungkin dilaksanakan. Adapun putusan tersebut yakni pengabulan gugatan yang diajukan Fahri Hamzah kepada pihak PKS.

Hakim menyatakan dalam putusannya bahwa Fahri Hamzah tetap sebagai kader dan menuntut PKS untuk membayarkan sejumlah ganti rugi kepada Fahri senilai Rp 30 miliar dari tuntutan awal sebesar Rp 500 miliar.

Ya pokoknya kita eksekusi dulu, lah. Ya, kalau enggak, saya sita gedungnya atau harta dari mereka-mereka yang saya gugat,” seloroh Fahri Hamzah ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan Jakarta, pada Jumat (3/8), seperti dikutip dari laman Sindonews.com.

Hal tersebut sebagai ekor putusan Mahkamah Agung (MA) yang sebelumnya menolak kasasi PKS atas putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Eksekusi jalan terus, tanpa menunggu PK (peninjauan kembali) karena ini terlalu cleardari awal PN Selatan, Pengadilan Tinggi, MA itu sudah clear,” tandas Fahri.

Hatrick Kemenangan Fahri Hamzah

Dan kemenangan ini menjadi kemenangan kali ketiga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah terkait pemecatannya. Atas hal tersebut, Fahri mengaku bersyukur dapat memenangkan tingkat kasasi, tingkat banding, dan tingkat pertama.

Kasus tersebut berawal mula ketika PKS memutuskan untuk memecat Fahri Hamzah dengan alasan pelanggaran disiplin organisasi dan penolakan untuk tunduk dan patuh pada kebijakan yang dikelaurkan partai. PKS lantas memecat Fahri dari seluruh keanggotaan partai pada April 2016 silam.

Tak terima atas pemecatan sepihak oleh partainya sendiri, Fahri bergerak dengan menggugat PKS di pengadilan. Ia kemudian mendaftarkan gugatan atas kasus tersebut ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (5/4/2016).

Persidangan demi persidangan berlalu. Pada 14 November 2016, gugatan Fahri terkait pemecatannya dari PKS dikabulkan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Tak hanya menyatakan pemecatan tersebut tak sah, majelis hakim juga menghukum PKS dengan ganti rugi sebesar Rp 30 miliar kepada Fahri.

Selain menyatakan penecatannya tidak sah, majelis juga mengabulkan gugatan ganti rugi imateriil sebesar Rp 30 miliar,” jelas Humas PN Jakarta Selatan, Made Sutisna, Kamis (14/12), dikutip dari Detik.com, Jumat (3/8/2018).

Gugatan sebesar Rp 30 miliar dikabulkan dengan alasan Fahri Hamzah melalui masa-masa yang berat pasca pemecatan dirinya oleh PKS. Majelis juga menganggap kader PKS tersebut tertekan secara psikologis.

Menolak putusan majelis hakim, PKS balas dendam dengan mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. Namun lagi-lagi kemenangan berada di sisi Fahri Hamzah. Di tingkat banding, gugatan Fahri kepada PKS terkait pemecatannya semakin dikuatkan.

Dengan dikuatkan putusan tersebut, Fahri Hamzah tetap merupakan anggota PKS dan menghukum partainya dengan ganti rugi sebesar Rp 30 milair.
Amar putusan, menguatkan,” putus Hakim Tinggi Daming Sunusi, dilansir Detik.com dari website Mahkamah Agung, Kamis (14/12/2016).

Hakim Tinggi Daming Sunusi sebagai Ketua Majelis, dibantu Hakim Tinggi M Yusuf dan M Hidayat ketok palu atas putusan banding tersebut pada 7 November 2017.

Mengadili, menghukum pembanding/semula tergugat I, II, III/penggugat rekonpensi membayar biaya perkara pada tingkat pertama dan tingkat banding, yang untuk tingkat banding sebesar Rp 150 ribu,” bunyi amar putusan Hakim Tinggi Daming Sunusi.

Menolak kalah, PKS kembali mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA).
Kami tinggal nunggu salinan putusan dari panitera PN Jaksel. Kalau sudah diterima, kami akan kasasi. Jadi jangan bahadia dulu Fahri. Jangan sampai di kasasi kami yang menang. Malah nangis bombay,” ujar Kepala Departemen Bidang Hukum dan HAM PKS Zainudin Paru, Kamis (17/12).

Namun sayang, PKS masih harus menelan pil pahit kekalahan. Permohonan kasasi PKS ditolak Mahkamah Agung (MA). “Tolak,” lansir panitera MA, dikutip Detik.com dari website MA, Kamis (2/8/2018).

Mungkin masyarakat benar , ngatasi Fahri seorang saja tidak bisa , aagaimana PKS mau ganti presiden .

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s