Jika Sandiaga Terbukti Menyuap 500 Miliar , PKS Tamat

image

Masshar2000.Com – Kasus jendral kardus yang mengemuka beberapa hari ini cukup menyita perhatian publik .
Sandiaga Uno yang wakil gubenur Jakarta melakukan manuver yang tidak diduga sebelumnya dengan menggeser nama-nama cawapres yang ada dikubu oposisi termasuk hasil ulama 212 yang disebut ijtima ulama .

Kasus ini mencuat karena cuitan Andy Arief wakil sekjen Demokrat yang menyebut Prabowo Jendral kardus karena tidak profesional dan memilih orang yang berduit daripada kesepakatan yang ada .
Dan itu terbukti akhirnya Prabowo memilih Sandiaga menjadi wakilnya .

PAN apalagi PKS yang dulunya ngotot ingin kadernya jadi pasangan Prabowo pun diam dan uniknya mendukung Sandi padahal Sandi satu partai dengan Prabowo .
Tentu ini bukan watak PKS banget yang militan dan mencap dirinya sebagai partai dakwah .

Ya , PKS tentu sadar diri , karena partainya memang tidak memiliki logistik yang memadai , apalagi harus segera membayar 30 miliar kepada Fahri Hamzah karena tuntutan Fahri menang dipengadilan .
Fahri pun sempat mengancam akan menyita kantor PKS jika tak segera membayarnya .
Tentu ancaman Fahri ini menakutkan .
Terlebih PKS yang menurut beberapa kalangan akan terjun bebas karena HTI dibubarkan harus mampu memenuhi kuota 4% untuk bisa lolos ke senayan , padahal waktu 2014 saja suara PKS cuma 6% .
Jadi bisa disimpulkan kalau PKS memang lagi butuh duit untuk eksis .

Soal scandal 500 M untuk PAN dan PKS ( total 1 T), Sandiaga Uno akhirnya berterus terang. Kepada pers Ia mengatakan , dana itu benar adanya dengan dalih dana kampanye Pilpres.

Sebagaimana ramai diberitakan sebelumnya, politisi Demokrat Andi Arif cuap cuap ke publik bahwa PAN dan PKS terima dana masing masing 500 M untuk menerima Sandiaga sebagai Cawapres Prabowo. Oleh karnya hasil ijtimak ulama pun lenyap tak berbekas soal Cawapres.

Sontak publik geger atas berita tersebut. PKS dan PAN pun mengancam akan mempolisikan Andi namun Andi tidak takut karna merasa punya saksi saksi.
Polemik soal mahar 500 M itu akhirnya terjawab. Tidak tanggung tanggung, Sandiaga sendiri yang ngomong ke media.

Sebagaimana ditulis metrotvnews.com (12/8), Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno akhirnya buka suara terkait adanya dugaan mahar yang dialamatkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief pada dirinya.

Ditemui usai menggelar pertemuan di kediaman Soetrisno Bachir di Jakarta pada Sabtu, 11 Agustus 2018 malam, Sandi menjelaskan uang tersebut sebenarnya akan digunakan sebagai dana kampanye.

Sandi berniat mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berkonsultasi terkait rencana penggunaan dana yang diduga sebagai mahar tersebut.
Sebab dana yang disebut sebagai mahar itu dianggap oleh politisi parpol koalisi De Fakto sebagai dana kampanye yang sah. Oleh karenanya menurut Sandi perlu adanya masukan dari berbagai pihak termasuk KPK.

Statemen Sandiaga soal dana 1 T yang diakuinya itu apalagi akan membawanya ke KPK jelas pembunuhan secara dingin kepada PAN dan PKS.
Bagaimana itu terjadi ?

Pertama, jika itu dinyatakan sebagai dana kampanye maka harus melalui sejumlah mekanisme yang diatur KPU dan teraudit dengan baik. Konsekuensinya dana tidak bisa masuk ke Kas Partai PKS dan PAN tetapi harus ke Keuangan Paslon atau rekening tim pemenangan presiden , artinya PKS dan PAN tidak dapat apa-apa jika mau mengikuti prosedur .

Nah bisa gigit jari mereka. Sementara peraturan lain menyebutkan pendaftaran capres cawapres tidak bisa dicabut parpol pengusung. Sandiaga menang telak dalam hal ini dan uangnya utuh.

Kedua, seandainya dana 1 T itu tidak diakui sebagai dana kampanye alias benar mahar politik maka PKS dan PAN justru bersiap mendapat sangsi yang lebih berat. Bisa dicoret dari Pencapresan bahkan plus sangsi hukum yang lain seperti tidak boleh mengikuti pemilu pada 5 tahun berikutnya .

Nah loh, mumet kan sekarang ? Sandiaga diem diem ini pinter apa licik ya ? Uang Selamat tidak jadi keluar tapi tetap Cawapres.

Apa kata Yusril ?

Yusril adalah pimpinan Partai Bulan Bintang (PBB) yang mana partainya tidak diajak dalam koalisi Prabowo .
Yusril mengatakan ,” Oleh karena apa yang dikatakan saudara Andi Arief itu diakui Pak Sandiaga Uno bahwa uang itu memang ada, tapi tidak dalam bentuk mahar tapi untuk dana kampanye katanya begitu. Nah ini kan jadi persoalan hukum,” kata Yusril di sela menjalani sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (13/8/2018)

Jika tak ditindaklanjuti ke ranah hukum, Yusril khawatir ucapan yang terus bersahutan antar politisi bisa menjadi fitnah menjurus ke kampanye hitam.

Kalau dana kampanye itu diberikan kepada siapa, jumlahnya berapa, dan karna ini sudah menjadi masalah hukum. Ya melakukan penyelidikan lebih dulu apakah cukup, ini sebuah tindak pidana atau tidak,” tandasnya

Kasus ini menjadi sangat seru untuk para pengamat tapi sangat mengkhawatirkan buat partai oposisi .

Mungkin benar kata Fahri Hamzah .. PKS sebaiknya bubar .

Salam Literasi

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s