Setengah Hati , PKS Persilahkan Demokrat Hengkang dan Dukung Jokowi

image

Masshar2000.Com – Semenjak tidak berkuasa lagi , partai Demokrat memang dilanda dilema akut , mau gabung ke pemerintah terhalang Megawati , mau jadi oposisi jelas tidak menguntungkan .
Alhasil Demokrat hanya menjadi partai penyeimbang menurut bahasa mereka , tapi menurut masyarakat , Demokrat adalah partai abu-abu padahal warna aslinya biru .

Dalam hal dukungan pilpres pun , Demokrat juga asal-asalan bergabung karena nama AHY yang disodor-sodorkan untuk menjadi cawapres tidak digubris oleh kubu Jokowi maupun Prabowo .
Endingnya Demokrat harus memilih satu karena Undang- Undang mewajibkan setiap partai politik wajib ikut serta dalam memberikan dukungan kepada salah satu capres .

Walaupun Demokrat sudah menentukan pilihannya ke Prabowo , namun ini hanya setengah hati saja supaya pemilu 2024 nanti tetap boleh ikutan .
Apalagi sejumlah pemimpin daerah malah mendukung Jokowi dan baik SBY atau AHY juga memang tidak mau  jadi tim kemenangan Prabowo .

image
Mustika Kamal -Sekjen PKS

Menanggapi hal itu , Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mustafa Kamal mengaku tidak mempermasalahkan apabila Partai Demokrat hengkang dari koalisi pendukung Prabowo Subianto, dan menyeberang ke koalisi Joko Widodo.
Menurut Mustafa sebelum pasangan calon presiden dan wakil presiden benar-benar didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum, koalisi masih sangat cair.

Dipersilahkan, jadi setiap partai politik, masih terbuka diberi kebebasan, bahkan sebenarnya sebelum betul betul didaftarkan ke KPU ya kita belum tahu apa yang akan terjadi,” kata Mustafa, di Jakarta, Kamis (9/8).

Kata Mustafa, hingga saat ini Partai Demokrat masih belum pasti membangun koalisi dengan PKS dan Partai Gerindra untuk mengusung Prabowo Subianto sebagai calon Presiden.
Apalagi dengan Demokrat. Apakah akan betul betul membangun koalisi bersama, atau tidak, menit-menit ini sangat mentukan,” kata Mustafa.

Demokrat berpotensi keluar dari koalisi Prabowo Subianto bersama Gerindra, PKS dan PAN yang menjadi partai terakhir yang resmi menyatakan dukungan ke Prabowo Subianto.
Politikus Partai Demokrat, Andi Arief sempat melontarkan pernyataan yang menyebut Prabowo sebagai Jenderal Kardus. Namun, Demokrat menyatakan pernyataan Andi Arief merupakan pernyataan pribadi dan bukan sikap Demokrat.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto juga menyatakan Demokrat masih berpeluang merapat dalam koalisi Jokowi-Ma’ruf. Mengingat pendaftaran baru dilakukan pada Jumat (9/8).
Ya tentunya kan masih ada hari sampai besok,” ujar Airlangga di Restoran Plataran, Jakarta.

Namun, Ketua Umum Partai Perindo mengatakan pintu koalisi pengusung Jokowi-Ma’ruf telah tertutup karena semua ketua umum parpol Koalisi Indonesia Kerja telah menandatangani surat dukungan untuk Jokowi.

Demokrat mengingatkan kita bahwa hidup tidak boleh plin-plan dalam menentukan pilihan . Menang kalah biasa .

Library : cnn.indonesia

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s