Sandiaga Mendadak Ulama , Ini Kata MUI

image

Masshar2000.Com – Untuk menaikkan elektabilitas capres dan cawapres yang didukungnya , sebuah tim memang dituntut untuk bisa memikat hati pemilih .
Salah satu cara adalah dengan memblow up calon tersebut agar bisa diterima masyarakat .
Tapi bagaimana jika terlalu berlebihan …Tentu ini malah akan menjadi ajang bully nasional .

Seperti yang dilakukan salah satu pendukung pasangan Prabowo Sandi . Adalah Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid yang juga mantan presiden PKS yang menyatakan Sandiaga Uno layak disebut ulama karena ilmunya di bidang ekonomi.
Tentu ini menjadi aneh dan dianggap terlalu memaksakan . Bagaimana tidak , Sandiaga yang sesaat setelah ditetapkan menjadi cawapres Prabowo dianggap sebagai santri oleh presiden PKS Sohibul Iman ,  belum satu bulan sudah naik kasta menjadi ulama .
Padahal Sandiaga belum pernah sekalipun mondok di pesantren , kuliahnya pun di Amerika , negrinya orang kafir kata mereka sendiri .

image

Dan benar saja , pernyataan Hidayat pun menjadi viral dan menjadi ajang bully nasional .Bagaimana mungkin Hidayat yang merupakan petinggi partai Allah ( kata Amin Rais-red ) mengeluarkan statement yang seakan merendahkan martabat ulama .

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan, ada tiga tahap yang harus dilalui untuk meloloskan pernyataan tersebut.

Kasus ini harus dilihat dari sisi akademis. Secara akademis, orang bisa disebut ulama setelah melalui tiga tahap, yaitu identifikasi, kualifikasi, dan uji kompotensi,” kata Amirsyah saat dihubungi Tempo pada Rabu, 19 September 2018.

Tahap identifikasi dilakukan untuk mengetahui latar belakang seseorang.
Lalu, tahap kualifikasi ialah menilai apakah benar calon ulama ini mendalami ilmu tertentu secara spesifik dan mempunyai pengetahuan mendalam di bidang agama. Selanjutnya, tahap uji kompetensi ialah gong untuk membuktikannya.

Dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu berujar bahwa pihak yang berhak mengawal tiga tahap tersebut adalah perguruan tinggi dengan domain keagamaan.
“Tidak bisa sembarangan perguruan tinggi atau lembaga,” ujarnya.

Terlepas dari nuansa politik, kata dia, Amirsyah membenarkan bahwa anggapan sebagian orang yang menyatakan Sandiaga adalah ulama mungkin saja sah. Sebab, merujuk pada makna katanya, ulama adalah seseorang yang berilmu tinggi dan takut kepada Allah. Namun, harus dibuktikan.

Konteks penyebutan ulama pada kasus Sandiaga Uno itu tercetus karena ia memiliki kompetisi, keilmuan, kepahaman yang mendalam, dan komprehensif di bidang ekonomi,” ujarnya.

Adapun ulama sebenarnya bisa dikategorikan dalam dua hal, yakni ulama perorangan dan kelembagaan. Perorangan berarti seseorang kudu melalui tiga tahap akademis seperti yang dijelaskan Amirsyah. Sedangkan, secara kelembagaan berarti seseorang harus bergabung dengan lembaga keulamaan resmi seperti MUI. Ulama yang dinaungi oleh lembaga keulamaan resmi ini memiliki surat keputusan dan pengesahan dari lembaga hukum dan HAM.

Bahkan seorang Fahri Hamzah yang notabenenya pendukung Prabowo pun tidak setuju dengan julukan Ulama yang disematkan pada Sandiaga .
Menurut Fahri, ulama bermakna ilmuwan. Sedangkan Sandi sebagai pengusaha lebih tepat disebut pedagang.

“Ilmuwan ya ilmuwan, bukan pedagang. Sandi itu pedagang, kalau dalam bahasa kampung kita itu tajir. Ya bukan ulama,” kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (19/9).

Mantan wakil sekretaris jenderal PKS itu menjelaskan, ada parameter untuk mengategorikan seseorang sebagau ulama. Misalnya, latar belakang pendidikannya, hafal dan memahami ayat Alquran ataupun hadis, dan kesetiaan kepada ilmu.

Lah pedagang seperti Sandi disebut ulama, kan nanti jadi repot,” kata Fahri.

Fahri mencontohkan dirinya yang hingga saat rajin membaca dan menulis buku tapi tidak lantas menyebut diri sebagai ulama. Sebab, pria asal Nusa Tenggara Barat (NTB) itu berkiprah di politik.

Karena saya ini tekunnya berpolitik sekarang ini. Yang saya kuasai spesialisasinya politik,” ungkapnya. 

Fahri menambahkan, mungkin gelar santri lebih pas untuk Sandi. Kesannya, gelar ulama untuk Sandi hanya untuk mengimbangi KH Ma’ruf Amin yang kini menjadi cawapres pendamping Joko Widodo.

Jadi karena KH Ma’ruf ulama, Sandi ulama juga? Ya tidak bisa begitu, ada ketegorisasinya,” kata Fahri. 

Apakah semua ini karena kardus ?

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s