KPU : Prabowo Tidak Bisa Ditindak Karena Kasus Hoax

image

Masshar2000.Com – Kasus Ratna Sarumpaet ternyata menjadi perhatian masyarakat luas secara nasional karena melibatkan Prabowo yang saat ini menjadi calon presiden .

Ya , disaat capres petahana Jokowi sibuk mengurus rakyat yang terkena bencana di Palu , capres satunya malah menyibukkan diri dengan kasus anggota timsesnya , sampai-sampai menggelar konferensi pers untuk kasus yang belum jelas dan ujung-ujungnya adalah hoax .

Kubu Jokowi yang merasa dirugikan memang telah melaporkan Prabowo cs ke KPU agar mencoret Prabowo dari daftar capres karena dianggap menyebarkan hoax dan mengingkari deklarasi damai .

Menanggapi laporan itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) memberikan pernyataan .
KPU RI tak bisa memberikan sanksi kepada pasangan kandidat Prabowo-Sandiaga terkait gugatan Direktorat Bidang Hukum & Advokasi Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin ke Bawaslu, karena Prabowo-Sandi dianggap telah melanggar komitmen kampanye damai dengan menyebarkan hoax tentang Ratna Sarumpaet.

Enggak ada. Namanya deklarasi. Ini gentlement agreement,” kata Ketua KPU RI, Arief Budiman usai kegiatan Gerakan Melindungi Hak Pilih di Jakarta, Jumat 5 Oktober 2018.

Penyebaran hoax kabar Ratna Sarumpaet kata dia tak dilihat dari sisi pelanggaran deklarasi damai namun harus dilihat dari sisi hukum meskipun dalam deklarasi damai memang ada kesepakatan semua peserta Pemilu 2019 menyatakan tidak akan menyebarkan hoax.

Pastikan dahulu memang ada hoax yang disebar atau enggak, penyebarnya siapa, dia termasuk yang menyebar tidak. Banyak hal yang harus dicek dahulu,” kata dia seperti dikutip dari viva.co.id

Setelah hal tersebut dipastikan secara hukum, barulah sanksi bisa diberikan sesuai dengan regulasi terkait.

Sanksinya itu karena ada regulasi yang dilanggar. Jadi ukurannya bukan deklarasi atau tidak tapi ada regulasi yang dilanggar atau tidak,” ujar dia lagi.

Namun sekalipun pelanggaran deklarasi damai tak bisa dikenai sanksi, KPU akan tetap meminta semua peserta Pemilu 2019 mematuhi hal tersebut.

Patuhilah semua biar masyarakat menilai, semua sudah sepakat damai. Kalau ada yang tidak damai ya silakan masyarakat merespons itu,” katanya.

Sebenarnya hal ini tidak perlu dibuat ngotot-ngototan , apalagi sampai dilaporkan ke KPU , laporan cukup ke polisi saja , biar nanti polisi yang menerima dan melakukan investigasi apakah sengaja menyebarkan hoax atau memang mereka juga kena tipu atau korban hoax .

Terlebih kini , Ratna Sarumpaet sudah jadi tersangka dan resmi ditahan .
Polisi bisa menyita hp Ratna dan membuka file-file atau percakapan WA dan sejenisnya walaupun sudah dihapus untuk menghilangkan jejak .

Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa harus ada konferensi pers sebelum melaporkan ke polisi .
Harusnya kan melaporkan dulu kasusnya , kemudian misalnya kasus tersebut tidak segera diproses , baru menggelar konferensi pers karena kasusnya tidak ditanggapi .
Kedua , apa iya Ratna berbohong atas kemauannya sendiri . Disana ada Prabowo mantan Danjen Kopassus , ada Joko Susilo mantan Panglima ABRI , ada Amin Rais mantan ketua MPR , mereka orang-orang hebat lho ..Jujur saya gak yakin Ratna berbohong atas kemauannya sendiri .

image
Pict . @Indonesiavoice

Sebagai penutup , anda akan bisa menilai , mana kubu yang selama ini menyebarkan hoax , mana yang tulus berjuang untuk rakyat .

image

View this post on Instagram

Karma itu ada!

A post shared by Yusuf Muhammad (@_yusufmuhammad_) on

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s