Sejarah Kopi di Arab yang Sempat Dianggap Haram

image

Masshar2000.Com  –  Ngopi ngapa Ngopi , diem-diem bae …mungkin itulah kalimat yang sering anda dalam keseharian atau di banyak video yang banyak terdengar di media sosial .

Ya , kopi memang sangat digemari semua kalangan , bahkan kini kopi dianggap life style atau gaya hidup .
Lihat saja , kini banyak bermunculan warung-warung kopi dari kelas pinggiran sampai kelas elit di mall-mall .

Dalam perkembangannya , kopi dianggap sebagai subyek bukan sebagai obyek yang lalu-lalu . Kita tentu sering mendengar kata “temen ngopi” , nah ini menandakan bahwa kopi memang menunjukkan kelasnya .
Pengacara kondang Hotman Paris pun punya tempat tersendiri sebagai tempat ngumpul .

Kopi bagi sebagian orang terutama pecinta kopi hitam adalah sebagai penahan rasa kantuk atau pelengkap sarapan di pagi hari .
Mungkin terbilang aneh bagi yang bukan pecinta kopi , tapi bagi pecintanya , belum lengkap rasanya mengawali hari tanpa kopi .

Dalam perkembangannya , kini banyak kopi yang dicampur dengan cream, susu, ataupun bahan lainnya sehingga minum kopi lebih banyak pilihannya , sehingga makin dinikmati pecintanya termasuk kaum hawa .

Tapi siapa yang pertama kali memulai kebiasaan minum kopi ini?

Cerita berawal dari seorang Arab bernama Khalid yang menggembala kambing-kambingnya di wilayah bernama Kaffa, Ethiopia Selatan. Ia mencatat bahwa hewan-hewan peliharannya jadi lebih lincah setelah memakan biji-bijian tertentu. Selanjutnya dia merebus biji-bijian tersebut menjadi minuman kopi yang pertama.
Di jazirah Arab sendiri kopi ini awalnya dianggap minuman haram seperti halnya arak karena efeknya seperti dopping yang bisa membuat badan tambah segar . Namun belakangan setelah diteliti minuman ini tidak dikategorikan sebagai minuman haram .

Dan untuk pertama kalinya tercatat minuman berbentuk serbuk yang diekspor dari Ethiopia ke Yaman. Pada akhir abad ke-15, bubuk kopi telah mencapai Mekah dan Turki, selanjutnya merintis jalan hingga ke Venice pada tahun 1645.

image

Kopi dibawa ke Inggris pada tahun 1652 oleh seorang berkebangsaan Turki bernama Pasqua Rosee yang pertama membuka kedai kopi di Lombard Street, London.

Pengucapan qahwah (kopi dalam bahasa Arab) akhirnya menjadi kahve (dalam bahasa Turki), selanjutnya menjadi caffé (dalam bahasa Italia) dan akhirnya menjadi coffee (dalam bahasa Inggris).

Kemudian kedai-kedai kopi mulai menyebar ke dataran Eropa juga.
Awalnya terdapat penentangan dari masyarakat Kristen Eropa, karena kopi dianggap “minuman Islam”. Lambat laut kedai kopi menjadi “pusat Pencerahan” terutama di Prancis.

Masyarakat Eropa sebelumnya sudah terbiasa dengan minuman alkohol, sekarang mereka bertemu di kedai-kedai kopi dimana mereka membahas filsafat, pemerintahan, politik dan ide-ide lain yang menjadi pilar ‘pencerahan’. Filsuf Pencerahan Prancis seperti Diderot, Voltaire, Roussesau adalah pelanggan tetap di kedai kopi Paris.

Kalau saja bukan karena minuman ini yang berasal dari negeri-negeri Muslim, Eropa mungkin saja tidak pernah memiliki pencerahan, karena para filsuf tidak akan pernah saling bertemu untuk mendiskusikan ide-ide, atau memiliki kejernihan mental untuk dapat berfikir filosofis.

Library : @indobertauhid

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s