Reaksi TGB Soal Pembakaran Bendera Bertuliskan Tauhid

image

Masshar2000.Com – TGB adalah salah satu ulama yang patut dihormati karena kata-katanya yang adem dan tidak pernah membuat pernyataan yang kontroversi.

Meski kini tidak menjabat lagi sebagai gubenur NTB , namun TGB tetap membantu masyarakat yang sedang dalam proses pemulihan pasca-gempa dahsyat yang menerjang NTB.
Mantan Gubernur NTB, Tuan Guru Bajang (TGB) Muhammad Zainul Majdi, juga masih terus mengikuti dinamika politik yang terjadi di seantero nusantara. Demikian juga ketika terjadi aksi pembakaran bendera berkalimat tauhid yang terjadi di Garut saat pelaksanaan Hari Santri Nasional (HSN), Senin (22 Oktober 2018), TGB juga terusik untuk bereaksi.

Seperti dikutip dari  tribun-medan.com (24 Oktober 2018), kesatuan dan persatuan NKRI lebih penting dibandingkan sistem khilafah. Ia menyebut pemerintahan RI tidak kalah dengan sistem khilafah. Apalagi, ia meyakini jika Islam tidak menetapkan suatu bangsa untuk menjalankan pemerintahan sesuai dengan pemerintahan khilafah.

TGB mengaku sebagai muslim yang cinta NKRI. Negara bangsa ini, merupakan amanah Allah yang wajib dijaga dan dikokohkan karena telah menjadi kesepakatan para pendiri bangsa. Itulah sebabnya, ia tidak mendukung ide khilafah.
TGB juga meyakini, Islam tidak memerintahkan satu sistem pemerintahan tertentu, tetapi memberi panduan nilai-nilai mulia yang harus terwujud dalam sistem apapun. Sistem republik demokratis yang kita sepakati dalam NKRI tak kalah valid dan sahnya dibanding sistem khilafah karena nilai-nilai dasar yang diperjuangkan Islam telah ada, utamanya nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, syura, dan keadilan. Tinggal bagaimana kita mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan berbangsa.
Hal ini juga pernah diungkapkan Mahfud MD , bahwa tidak ada hukum baku dalam kitab manapun yang mengharuskan setiap bangsa harus menggunakan sistem kilafah .

TGB menilai, NKRI adalah maslahat nyata, sedangkan khilafah adalah maslahat prediktif. Dalam konteks ini, maslahat nyata, jelas, dan telah terwujud harus didahulukan di atas maslahat prediktif yang belum terwujud. Namun, cinta NKRI adalah satu hal, sedangkan membakar bendera berkalimat tauhid adalah hal lain.

Insiden pembakaran bendera berkalimat tauhid, kata TGB, bisa menimbulkan fitnah. Kalau tidak setuju, lipat dengan takzim dan serahkan kepada aparat.
Sementara itu, kelompok yang berada di balik bendera berkalimat tauhid, menurut TGB, hendak memanfaatkan kalimat tauhid untuk mencapai tujuan kekuasaan yang bisa dikategorikan sebagai perilaku tercela.

Tentu kritik TGB tak sekadar asal bunyi seperti tokoh-tokoh lain yang diulamakan atau dianggap ulama karena berani mengkritik pemerintah .
Sebagai sosok yang sangat mencintai negerinya, TGB memandang 4 pilar bangsa, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI merupakan hal yang sudah final.

Itu artinya, pihak-pihak tertentu yang terus berupaya untuk menghidupkan kembali sistem khilafah setelah HTI resmi dibubarkan, merupakan pecundang yang sama sekali tidak mencintai negeri di mana mereka dilahirkan dan dibesarkan. Mereka makan dan minum di bumi Indonesia, tetapi terus mencela dan mencaci maki pemerintah yang sah.
Tentu ini bisa disamakan dengan orang yang bekerja disuatu perusahaan , dapat gaji dari sana tapi menjelek-jelekkan perusahaan tempat dia mencari nafkah , dan ini bisa dikategorikan sebagai logika yang sesat dan kufur nikmat tentunya .

Reaksi keras TGB ini bisa jadi membuat anggota dan simpatisan HTI kejang-kejang. Munculnya bendera berkalimat tauhid di Garut dalam acara HSN makin menguatkan dugaan bahwa HTI masih mencoba untuk mencari celah dan momentum kebangkitan ideologi khilafah yang selama ini menjadi impian besar mereka.

Sebenarnya kalau dilihat dari segi manapun , jelas tidak mungkin ada orang muslim yang menolak tauhid , tapi kita juga harus sadar dan berhati-hati , siapa yang membawa bendera tersebut .
ISIS , AL QAEDA , TALIBAN adalah contoh teroris yang jelas menyimpang jadi ajaran islam dan semuanya punya bendera yang bertuliskan Tauhid .

image

Jika itu bendera Tauhid, adakah negara Islam di dunia ini yang benderanya sama bentuk, warna dan khatnya seperti yang dibakar Banser? Tidak ada. Itu cuma bendera HTI .
Dan jika itu bendera Tauhid, mengapa bendera ISIS, Jabhat an-Nusra, Taliban, Boko Haram dan HTI berbeda khat dan bentuknya?
Padahal  sama-sama berisikan kalimat Tauhid. Itu karena mereka hanya ber-imajinasi dan saling klaim bendera mereka sebagai bendera Rasul/Tauhid/Islam.

image

Tanamkan Tauhid didalam dada anda , di hati anda .. Disegenap sanubari anda karena itu yang paling penting , bukan disablon dan dipakai buat gagah-gagahan yang hanya akan membuat anda menjadi sombong dan merasa paling islam ,  kecuali memang dalam kondisi berperang melawan kaum kafir yang wajib diperangi.

image

Beragama yang simbolik seperti ISIS dan HTI akan mengakibatkan kita terkungkung pada kulit sembari mengabaikan isi. Terjebak pada bentuk dan melupakan nilai filosofi. Memberhalakan teks dan menafikan konteks.

image

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s