Aksi Bela Tauhid Pendukung Prabowo Justru Merugikan Kubu Prabowo

image
Aksi bela Prabowo

Masshar2000.Com – Aksi Bela Tauhid yang digelar diberbagai wilayah justru akan merugikan kubu Prabowo .
Kenapa bisa begitu …Karena dalam aksi tersebut dikotori oleh orasi ganti presiden , padahal mereka mengutuk pembakaran bendera bertuliskan tauhid .

Kita ketahui , pembakaran bendera di Garut tersebut dilakukan oleh oknum Banser yang menganggap bendera tersebut adalah bendera HTI , dimana HTI adalah ormas yang sudah dilarang karena ingin merubah ideologi bangsa yaitu Pancasila .
Dalam situasi ini , NU sebagai induk organisasi dari Banser jelas disudutkan , padahal NU adalah Organisasi terbesar di Indonesia yang sangat militan , patuh pada Kyai-kyai mereka .

Pendiri Lembaga Survei Indonesia (LSI), Denny Januar Ali (Denny JA) baru-baru ini bikin cuitan yang meghebohkan netizen. Di akun Twitternya @DennyJA_WORLD (28 Oktober 2018), konsultan politik dan tokoh media sosial itu menyatakan bahwa jumlah komunitas NU itu lebih dari 20 kali lipat dibandingkan simpatisan HTI.

Menggunakan isu bakar bendera HTI untuk semangat ganti presiden, kata Denny JA, justru merugikan Prabowo karena warga NU yang mayoritas justru akan semakin hijrah ke Jokowi. Dalam cuitan tersebut, Denny JA juga mengunggah sebuah meme yang berkonten sama dengan cuitannya. Berikut screenshotnya.

image

Pernyataan lelaki kelahiran Palembang (4 Januari 1963) itu tentu bukan tanpa alasan. Berdasarkan hasil survei LSI melalui exit poll pada 2013, seperti dikutip kompas.com (7 April 2016), dari 249 juta penduduk Indonesia yang mempunyai hak pilih, sekitar 36 persen atau 91,2 juta di antaranya mengaku sebagai warga NU.

Hasil exit poll LSI itu bisa jadi belum benar-benar valid. Realitas yang sesungguhnya warga Nahdliyin secara kultural yang mayoritas tinggal di daerah pedesaan bisa lebih dari 91,2 juta jiwa.

Itu artinya, jika Banser yang notabene menjadi “anak kandung” NU terus disudutkan hanya gara-gara membakar bendera HTI yang sudah dinyatakan sebagai ormas terlarang di negeri ini, warga Nahdliyin bakal menyatukan tekad secara politik untuk memberikan “hukuman” buat kelompok dan pihak tertentu yang diduga ikut bermain di balik insiden pembakaran bendera.

Persoalannya, apakah kelompok yang bermain di balik insiden pembakaran bendera HTI itu memang dilakukan oleh kubu Prabowo seperti yang disebut Denny JA?
Apakah memang kelompok pendukung Prabowo terlibat dalam permainan “skenario” Aksi Bela Tauhid yang kabarnya bakal digelar berjilid-jilid seperti di Pilkada 2017 DKI terkait dengan kasus penistaan agama yang menjerat Ahok? Itu yang perlu dijawab.

Kalau memang benar, bukan mustahil pernyataan Denny JA benar-benar bakal menjadi kenyataan. Warga Nahdliyin yang semula mendukung Prabowo bakal balik badan secara berjamaah untuk mendukung Jokowi-Ma’ruf , sesimple itu .

Mungkin ada yang protes dengan prediksi ini , karena diluar sana dan dimedsos banyak yang mengatakan warga NU tapi tidak suka dengan NU yang sekarang . Lucunya ada yang mengatakan cinta NU jaman Kyai Hasyim Ashari pendiri NU . Memangnya mereka sudah lahir jamannya mbah Hasyim kok bisa tahu .
NU asli itu sama saja , mereka mendukung kyai-kyai mereka , apalagi sekarang kyai mereka ada dikubu Jokowi yaitu Kyai Maaruf Amin , bagaimana mereka mau membelot dari kyainya .
Jika pun ada yang demikian mungkin tidak lebih dari seperempatnya atau hanya sekitar 20-30% saja .

Kalau dulu hanya partainya saja (PKB) yang mendukung Jokowi dan Jokowi menang , kini Kyainya sendiri yang turun gunung , logikanya begitu dan sesimple itu saja . Bansernya saja sudah jutaan anggotanya yang kemungkinan besar mendukung Jokowi , belum lagi pemuda-pemuda Anshor dan warga Nahdliyin sendiri .

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s