Hukum Melangkahi Kuburan

image

Masshar2000.Com –  Berziarah kubur adalah salah satu cara untuk mengingat tentang kematian , artinya kita kelakpun akan menyusul para pendahulu kita , leluhur kita , kakek nenek kita dan sebagainya .

Dalam berziarah ada adab-adab yang harus dijaga . Kita hanya boleh mendoakan sang ahli kubur , tidak boleh meminta pertolongan kepada ahli kubur , kitapun juga dilarang untuk membaca Al-Qur’an di samping kuburan .

Adapun adab lain adalah kita tidak boleh menduduki , menginjak atau melangkahi kuburan .
Melangkahi makam siapa pun adalah kurang ajar, karena kehormatan manusia itu melekat, baik yang hidup hingga yang sudah meninggal apalagi jika makam tersebut adalah makam para nabi , atau para ulama-ulama .

Dalam Islam, kemuliaan manusia itu diberi langsung oleh Allah Swt, wa laqad karramna bani Adam, telah Kami muliakan anak keturunan Nabi Adam (QS Al-Isra’: 70). Kemuliaan itu melekat tidak ada yang boleh merampas, meskipun sudah wafat.
Makanya dalam Islam, jenazah itu sangat dihormati, dimandikan, dikafani, dishalatkan dan dikebumikan karena kemuliaan manusia ini.

Dari Abu Hurairah, Ia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Salah seorang kamu duduk di atas batu api hingga pakaiannya terbakar sampai ke kulitnya, itu lebih baik baginya daripada duduk atas kubur.” (HR Muslim).

Jenazah harus dimuliakan, tidak boleh disakiti. Menyakiti jenazah sama saja dengan menyakiti orang hidup.
Ada pula hadits lain yang mengatakan ,
كَسْر عَظْم الْمَيِّت كَكَسْرِهِ حَيًّا 
Mematahkan tulang mayat sama saja seperti mematahkan saat ia hidup ” .(HR Abu Dawud).

Oleh karena itu seorang ulama ahli hadits Syaikh Muhammad Syamsul Haqq Adzim Abadi yang mensyarah Kumpulan Hadits Riwayat Abu Dawud mengambil kesimpulan:
وَبِالْجُمْلَةِ فَاحْتِرَام الْمَيِّت فِي قَبْره بِمَنْزِلَةِ اِحْتِرَامه في داره التي كان يسكنها في الدنيافإن الْقَبْر قَدْ صَارَ دَاره

Kesimpulannya menghormati orang meninggal di kuburnya seperti halnya menghormatinya saat di rumahnya yang ia diami saat di dunia, karena kubur telah menjadi rumah baginya.

Ustadz Abdul Somad pun pernah mengatakan dalam ceramahnya , ziarah di samping (sisi) kubur tak jadi masalah .

Ziarah sunah menginjak makam haram. Makanya saya kalau diajak ziarah sampai nginjak makam saya tegak aja di samping. Ziarah sunah, nginjak makam haram, gara-gara yang sunah jadi haram-haram. Habis pahala,” ungkapnya.

Semoga bermanfaat ,
Wassallamu’allaikum…

Iklan

One thought on “Hukum Melangkahi Kuburan”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s