Prabowo Harus Berhati-hati Pidato , Kalau Perlu Bawa Teks

image

Masshar2000.Com – Prabowo, calon presiden (capres) yang diusung oleh katanya kumpulan partai Allah itu, memang rada-rada aneh dan unik.
Hanya demi ambisi politiknya, hanya demi keinginannya untuk duduk sebagai presiden yang tak kunjung kesampaian, ia kerap melontarkan pernyataan-pernyataan yang mengundang kontroversi di tengah masyarakat.
ㅤㅤㅤ
Dalam setiap pidatonya, kita hampir tidak pernah menemukan kesejukan dan kedamaian di dalamnya. Ia acapkali membentak-bentak, mencaci-maki, merendahkan rakyat walaupun dengan candaannya yang saya bilang garing , serta memfitnah lawan politiknya.
Ia juga kerap menyampaikan pernyataan pesimis yang sangat tidak pantas keluar dari mulut seorang calon pemimpin yang akan memimpin lebih dari 260 juta rakyat.
ㅤㅤㅤ

Berkali-kali Prabowo terkesan melecehkan rakyat jelata dalam pidatonya. Ia pernah merendahkan profesi wartawan dengan menyebut bahwa gaji wartawan itu kecil.
Ia berujar, “Gaji kalian juga kecil kan? Tahu saya, kelihatan dari muka kalian…” 
Ia lantas melanjutkan sindirannya dengan menyebut bahwa para wartawan tidak pernah belanja di mall dan videonya sudah tersebar luas .
ㅤㅤㅤ
Prabowo yang tidak pernah mengalami hidup miskin itu sepertinya memiliki kemampuan yang cukup baik untuk mengenali muka seseorang: apakah seseorang itu orang miskin atau bukan. Hanya melihat dan memperhatikan mukanya saja, sudah cukup bagi Prabowo untuk menyimpulkan apakah seseorang itu hidup melarat atau hidup berkecukupan , jangan dibilang ini menghakimi Prabowo karena ini kritik yang membangun untuk seorang calon pemimpin di negri ini .
ㅤㅤㅤ
Pun dalam kunjungannya ke Boyolali beberapa waktu lalu, dengan begitu angkuhnya ia menyebut bahwa tampang orang Boyolali bukan tampang orang kaya. Yang menurut Prabowo, dengan tampang orang Boyolali seperti itu tidak akan bisa masuk hotel berbintang. Karena sudah pasti mereka akan diusir oleh pihak hotel.
ㅤㅤㅤ
Selain menjadikan kaum papa menjadi bahan candaan, Prabowo juga kerap menebar ketakutan.
Apakah Prabowo sulit mengontrol emosinya.
Apakah benar dia terlalu pemarah , atau karena terlalu berambi hingga ambisinya mengalahkan logikanya .

Hemat saya , Prabowo harus merubah cara pidatonya kalau perlu pakai teks supaya tidak melebar kemana-mana .
Lha kalau setiap orasi atau pidato selang sehari didemo orang kan fatal dan itu fakta lho .
Setelah kasus tampang Boyolali , gak lama muncul lagi kasus Ojek , buntutnya didemo juga dan akhirnya minta maaf lagi .
Ini kan ibarat habis mukul minta maaf , besoknya menendang dan minta maaf , besoknya lagi menabrak dan minta maaf lagi .

image
Demo ojek online tuntut Prabowo minta maaf

Dan uniknya pendukungnya malah salut dan menilai Prabowo ksatria karena berani meminta maaf .
Helow …ini bukan masalah minta maafnya , tapi bagaimana cara bicara , cara berpidato .
Sudah deh …pidatonya pakai teks saja .

image

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s