Jangan Suriahkan Indonesia

image

Masshar2000.Com – Suriah bisa disebut sebagai negara terparah karena perang saudara saat ini .
Padahal kita semua tahu , Suriah atau tanah Syam adalah negeri yang diberkati menurut nubuah nabi .

Ditanah ini pula dulunya para nabi berdahwah , dan sampai generasi sekarang Suriah dikenal sebagai gudangnya ilmu agama .
Ribuan bahkan mungkin jutaan orang dari seluruh penjuru dunia belajar ilmu agama disini . Masjid-masjid dan bangunan bersejarah dari peninggalan kejayaan islam banyak berdiri disini .

Tapi kini , potret itu sudah tidak ada lagi , yang ada hanya puing bebatuan seperti kota mati tak bertuan .
Semua terjadi karena adanya sifat kerakusan akan jabatan dan kekuasaan dan bisa dipastikan mereka bohong jika alasan mereka murni memperjuangkan agama dengan cara yang benar .
Padahal mereka tahu memberontak kepada pemerintah ujung-ujungnya hanya darah rakyat tak berdosa yang jadi korban .

Dalam pernyataannya Dr Zakir naik pernah mengatakan bahwa perang Suriah adalah perang politik , tidak ada perang agama , karena semua yang berperang disana sama-sama beragama islam .
Bahkan dia juga mengatakan islam tidak ada golongan-golongan dan haram bagi mereka masuk dalam golongan tertentu dan membunuh golongan lainnya , islam adalah satu , jadi faktanya disana memang bukan perang agama tapi perang politik berebut kekuasaan .

image
Habib Abu Bakar Asegaf

Berapa ribu darah rakyat tak berdosa tumpah sia-sia , berapa ribu anak kehilangan orang tuanya dan juga harta bendanya .
Dan berapa juta rakyat mengungsi meninggalkan rumah , tanah dan negara yang mereka cintai dan harus rela berjalan ratusan kilometer hanya untuk menjadi gelandangan di negri orang , ya MENJADI GELANDANGAN DI NEGRI ORANG …Dimana nurani kalian wahai pemberontak ?

WAHAI RAKYAT INDONESIA, APA KALIAN SIAP NEGARA YANG AMAN INI KALIAN JADIKAN SEPERTI INI ❓❓❓

DAN SUDAHKAH KALIAN MENDO’AKAN KEBAIKAN UNTUK PEMIMPIN KALIAN ❓❓❓
.
SESUNGGUHNYA AHLUSSUNNAH AKAN SELALU MENDO’AKAN PEMIMPINNYA WALAUPUN IA SEORANG PEMIMPIN YANG DZALIM, KARENA INI KEWAJIBAN YANG TELAH DI PERINTAHKAN RASULULLAH SHALALLAHU ‘ALAIHI WASALLAM KEPADA UMMAT ISLAM❗❗❗

Para imam Ahli Sunnah semenjak generasi-generasi pertama senantiasa berusaha menjelaskan jalan yang lurus yang ditempuh oleh orang-orang terbaik mereka dari kalangan sahabat, tabi’in, dan orang-orang yang mengikuti langkah mereka dalam kebaikan.

Di antara pokok yang agung yang mereka jelaskan kepada umat adalah wajibnya mentaati waliyyul amr dan haramnya memberontak kepada mereka, tidak berhenti sampai di sini bahkan mereka melampauinya kepada hal yang lebih khusus lagi, yaitu mendoakan waliyyul amr dengan taufiq, kebaikan, dan kelurusan jalan, inilah sebagian di antara perkataan-perkataan mereka tentang hal itu :

Al-Imam Abu Ja’far Ath-Thohawi (wafat tahun 321 H) berkata :
.
ولا نرى الخروج على أئمتنا و ولاة أمورنا وإِن جاروا ، ولا ندعوا عليهم ولا ننزع يدا من طاعتهم ، ونرى طاعتهم من طاعة الله عزوجل فريضة ما لم يأمروا بمعصية، وندعوا لهم بالصلاح والمعافاة
.
”Dan kami tidak memandang bolehnya memberontak kepada para pemimpin dan para waliyyul amr kami, meskipun mereka berbuat kecurangan, kami tidak mendoakan kejelekan kepada mereka, kami tidak melepaskan diri dari ketaatan kepada mereka, kami memandang ketaatan kepada mereka adalah ketaatan kepada Alloh Azza wa Jalla sebagai suatu kewajiban selama mereka tidak memerintah kepada kemakshiyatan, dan kami doakan mereka dengan kebaikan dan keselamatan” (Aqidah Thahawiyyah beserta Syarahnya 2/540 ).

image

image

image


Jika anda ingin tahu lebih banyak tentang kondisi Suriah , anda bisa memfollow akun instagram @resistant.id yang dikelola oleh sejumlah mahasiswa Indonesia yang ada di Suriah .

Library : @dakwahtauhid

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s