Mengenal Kota Tarim , Kota Seribu Wali , Negrinya Para Habib

image

Masshar2000.Com – Anda mungkin heran , kenapa kota-kota di arab Saudi justru tidak sepopuler tempat lain untuk menjadi kota studi islam .
Bahkan sejumlah tokoh-tokoh islam Indonesia pun banyak yang memilih Mesir atau Suriah sebagai tempat mengais ilmu agama .

Tentu ini menjadi pertanyaan kita semua termasuk saya sendiri , ada apa dengan Saudi , negara dimana nabi besar umat islam Muhammad SAW dilahirkan .
Apakah karena disana terlalu diawasi oleh otoritas kerajaan , atau karena hal lain , entahlah .

Tapi yang jelas , Kairo Mesir lah yang menjadi favorit para pencari ilmu agama .

Tapi tahukah anda , ternyata kalau diukur dari kota terfavorit , ternyata bukan Kairo Mesir yang menjadi terfavorit , tapi kota Tarim Yaman .

“Di antara sejumlah pusat studi keislaman dunia, Tarim adalah mahkotanya.”

Bagi sebagian kalangan di Indonesia, nama kota Tarim mungkin tidak terlalu akrab. Tapi bagi sebagian yang lain diluar sana ,  seperti para santri dan kalangan ulama  begitu mendengar nama Tarim, hatinya mungkin langsung terguncang.
Ada kerinduan, kesan spiritual, dan penghormatan yang dalam pada tempat ini.

Di antara sejumlah pusat studi keislaman dunia, Tarim adalah mahkotanya. Bila di tempat lain orang berkunjung karena satu dan lain alasan, seperti berdagang, berbisnis, atau politik , di Tarim orang-orang datang hanya untuk mencari ilmu, berziarah, ataupun bersilahturahim dengan para ulama.  Inilah kota yang banyak dijuluki sebagai “kota seribu wali”.

image

Di Tarim terdapat banyak masjid, jumlahnya mencapai 360 buah, sesuai dengan jumlah hari dalam 1 tahun, selain itu Tarim juga dikenal dengan keilmuan dan ulama, adapun ulama yang saat ini berasal dari Tarim adalah Habib Salim Assyatiri, Habib Abdullah bin Syihab Habib Umar bin Hafidz dan Habib Ali Al-Jufri.

image

Bila di era modern ini kita hanya membaca di buku-buku tentang tata laku kehidupan para ahli tarekat, maka di Tarim, orang-orang seperti itu benar-benar hidup. Mereka berjalan-jalan di tengah masyarakat, menjalani laku hidup yang tertib, disiplin dan zuhud.
Keahlian mereka dalam masalah agama sangat komprehensif, mulai dari teoritis hingga praktis. Tak ayal para pelajar dari berbagai negara datang ke Tarim, tak terkecuali dari Indonesia.

Bahkan beberapa riwayat menyatakan leluhur walisongo, adalah keturunan dari Tarim. Dalam hal tata pelaksanaan peribadatan, yang kita laksanakan di nusantara sebagian besarnya merupakan pengaruh dari Tarim. Sejak dulu, Tarim merupakan pusat Mazhab Syafi’i. Banyaknya penganut Islam bermahzab Syafi’I di Nusantara adalah bukti yang paling mencolok kuatnya ikatan tradisi keilmuan tersebut.

Jumlah penduduk di kota ini hanya 58 ribu jiwa, dan hampir semuanya santri atau para pencari ilmu. Tidak mengherankan bila nuansa religiusitas demikian kental terasa di kota ini.
Ketika Islam pertama kali datang, di antara sekian banyak wilayah di luar Hijaz (Mekkah dan Madinah), masyarakat Tarim adalah salah satu yang pertama-tama secara langsung menerima Islam. Mereka masuk Islam pada masa Rasulullah Saw masih hidup.

Di samping itu, di kota ini juga terdapat banyak sekali makam-makam para ulama besar dan ahli tarekat. Salah satu yang paling dianggap sakral adalah komplek pemakaman Zanbal. Konon di tempat ini terdapat puluhan ribu pusara aulia Allah yang kebanyakan di antaranya adalah keturunan Rasulullah dari Bani ‘Alawiyyin.

Mungkin yang pernah kesana , tidak akan melihat wanita membuka wajahnya lalu lalang di jalan .
Jalanan – jalanan di kota Tarim bisa menjadi guru bagi orang yang tidak memiliki guru.
Sekalipun di kota Tarim banyak warganya yang berkehidupan kekurangan, namun di sana tidak ada sama sekali warganya yang meminta – minta.

Perkataan Para Ulama mengenai kota tarim:

1. Al Imam Ahmad Bin Abil Hubb mengatakan: “Andai saja mereka melihat hakikat kota Tarim,maka mereka akan mengatakan, Syurga Dunia adalah Tarim”

2. Al Imam Al Qutb Abdurrahman Assegaf : “Setetes ilmu di Tarim lebih baik dari pada lautan ilmu di luar Tarim”

3. Al Imam Al Qutb Abdullah Bin Alwi Al Haddad:
“Andai saja engkau mengeluarkan seluruh hartamu untuk mengunjungi kota Tarim, maka apa yang engkau dapatkan akan lebih banyak daripada yang kau keluarkan.”

4. Al Imam Al Qutb Ahmad Bin Hasan Al Atthos:
“Tiga hal yang diperlukan mereka yang tinggal di Tarim : Tawadhu’, Adab, dan hidup Sederhana”

5. Al Imam Alwi Bin Syihab:
“Siapa yang tetap dengan adab dan akhlak di Tarim, maka Tarim akan menjadikannya bintang, bulan, atau bahkan matahari yang menerangi manusia dengan Ilmu dan Nurnya”

6. Al Imam Al Qutb Abdullah Bin Alwi Al Haddad :
“Tidak ada tempat di dunia ini yang lebih baik dari Tarim setelah al masajid ats tsalatsah (Makkah, Madinah, Aqsha)”.

image
Suasana Tarawih di Tarim

Abu Hurairah radhiyallahu’anhu,  beliau mengatakan: .
“Tatkala diturunkan ayat, ”apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong.”

Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam bersabda:

“Penduduk negeri Yaman telah datang kepada kalian. Mereka adalah orang yang paling lembut hatinya. Iman itu ada pada yaman, Fiqih ada pada Yaman, dan hikmah ada pada Yaman.” (HR. Imam Ahmad).

Library : ganaislamika , tebuirengonline , @thoriqatuna @therealsunnah

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s