Gusdur – Jika Dicaci Diam Saja Maka Cacian itu Menjadi Miliknya

image

Masshar2000.com – Kita tentu sering mendengar orang baik dicaci maki , apalagi jika yang dicaci maki itu adalah seorang pemimpin , kita tentu saja merasa geram .

Apalagi jika kita mempelajari agama dengan benar , karena prinsip Ahlus Sunnah adalah mendoakan pemimpinnya . Tapi kenapa justru kenapa yang banyak mencaci adalah mereka yang dianggap tokoh agama . Apakah mereka punya tujuan politis di belakangnya , atau salah menafsirkan hadits dan dalil yang dipelajarinya ?

Ada seorang laki-laki yg berbeda paham dengan GUSDUR mengeluarkan kecaman dan kata-kata kasar meluapkan kebenciannya kepada GUSDUR.
GUSDUR hanya diam, mendengarkannya dengan sabar, tenang dan tidak berkata apa pun.

image

Setelah lelaki tersebut pergi, si murid yg melihat peristiwa itu dengan penasaran bertanya : “Mengapa GUSDUR diam saja tidak membalas makian lelaki tersebut.”
Beberapa saat kemudian, maka GUSDUR bertanya kepada si murid :
“Jika seseorang memberimu sesuatu,
tapi kamu tidak mau menerimanya, lalu menjadi milik siapa kah pemberian itu ?

Tentu saja menjadi milik si pemberi”, jawab si murid.
Begitu pula dengan kata-kata kasar itu”, Dawuh GUSDUR.
Karena aku tidak mau menerima kata-kata itu, maka kata-kata tadi akan kembali menjadi miliknya.
Dia harus menyimpannya sendiri.
Dia tidak menyadari, karena nanti dia harus menanggung akibatnya di dunia atau pun akhirat, karena energi negatif yg muncul dari pikiran, perasaan, perkataan, dan perbuatan hanya akan membuahkan penderitaan hidup”.

Kemudian, lanjut GUSDUR :
“Sama seperti orang yg ingin mengotori langit dengan meludahinya. Ludah itu hanya akan jatuh mengotori wajahnya sendiri .
Demikian halnya, jika di luar sana ada orang yg marah-marah kepadamu … biarkan saja … karena mereka sedang membuang SAMPAH HATI mereka:
Jika engkau diam saja, maka sampah itu akan kembali kepada diri mereka sendiri, tetapi kalau engkau tanggapi, berarti engkau menerima sampah itu.” “Hari ini begitu banyak orang yg hidup dengan membawa sampah di hatinya ( sampah kekesalan, sampah amarah, sampah kebencian, dan lain Lain Penyakit Hati ) … maka jadilah kita orang yg BIJAK”

GUSDUR melanjutkan nasehatnya : “Jika engkau tak mungkin memberi, janganlah mengambil”
. “Jika engkau terlalu sulit untuk mengasihi, janganlah membenci”
.
“Jika engkau tak dapat menghibur orang lain, janganlah membuatnya sedih”
.
“Jika engkau tak bisa memuji, janganlah menghujat”
.
“Jika engkau tak dapat menghargai, janganlah menghina”
.
“Jika engkau tidak suka bersahabat, janganlah bermusuhan”

image

Jadikanlah Setiap Hari Dalam Hidup Ini Sebuah Pembelajaran Dan Mawas Diri.

Library : @santrinasionalis

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s