Profil Eva Yuliana , Caleg Nasdem Dapil V Jateng Yang Dekat dengan Santri

image

M2000.Solo – Nama Eva Yuliana M.Si mungkin sudah tidak asing lagi bagi warga Solo dan sekitarnya , karena saat ini dia adalah salah satu caleg partai Nasdem dapil V yang fotonya banyak tersebar di pinggir-pinggir jalan dan sejumlah angkot .

Eva adalah anak sulung dari pasangan H. Umar Jatmiko, pengusaha asal Semarang dan Hj. Muslimatin yang keluarga besarnya berasal dari Keprabon Solo.
Dari garis ibunya, Eva merupakan keturunan ke-16 dari Panembahan Senopati, Raja Pertama Kerajaan Mataram. Meski demikian ia tidak dimanjakan dengan segala macam fasilitas yang memudahkan masa kecilnya.

Bahkan, sejak usia “lima tahun” dia sudah diajarkan untuk menjadi manusia mandiri. Beberapa tugas dan tanggungjawb seperti menyapu, ngepel hingga membersihkan kaca sering dipercayakan orang tuanya untuk dikerjakan oleh Eva.

Saat beranjak dewasa ia paham, ternyata apa yang dilakukan orang tuanya itu sebenarnya bentuk pendidikan agar anak-anaknya siap menghadapi kehidupan. Kebiasaan mengerjakan tugas rumah sejak kecil membentuk mentalnya menjadi sosok yang amanah dan tanggungjawab atas setiap tugas yang diberikan.

Dibesarkan Dengan Tradisi Santri

Disamping belajar disiplin dan tanggungjawab, anak sulung dari empat bersaudara ini juga diajak orang tuanya untuk mempelajari ajaran agama Islam sejak usia dini.

Orang tuannya adalah aktivis Nahdatul Ulama (NU) di kota Semarang. Dalam ingatan Eva, ibunya bahkan masih aktif dan menjadi ketua Muslimat NU Kota Semarang saat usianya sudah mencapai 70 tahun.

Keperdulian orang tuanya terhadap masyarakat dan agama inilah yang dikemudian hari menjadi inspirasi Eva untuk ikut aktif dalam organisasi dan kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan.
Hal itu mulai terlihat ketika dia masuk ke Pondok Pesantren al-Muayyad Solo, tempat dimana Eva menghabiskan masa-masa remajanya, sejak lulus Sekolah Dasar (SD) hingga lulus Sekolah Menengah Atas (SMA).

Selain dikenal sebagai santri yang rajin belajar dan mengaji, Eva muda juga dikenal sebagai pribadi yang ramah dan senang berorganisasi. Kepribadiannya yang supel dan mudah bergaul membuat ia populer dan disenangi oleh teman-temannya.

Selama enam tahun nyantri di Pondok al-Muayyad, nama Eva tercatat beberapa kali menjadi pengurus IPMA (Ikatan Pelajar Madrasah al-Muayyah), sebuah organisasi intra sekolah serata dengan OSIS.

Selain itu Eva juga aktif dalam organisasi ekstra sekolah. Salah satunya adalah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPP NU), sebuah organisasi remaja yang menghimpun para pelajar putri NU.

Kegemaran berorganisasi yang dijalani Eva remaja itu berlanjut hingga ia tumbuh dewsa. Alumnus IAIN Walisongo ini bahkan pernah menjabat sebagai Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang dan pengurus pusat Fatayat NU.

Menghargai Perbedaan

Adalah K.H.Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur, presiden ke empat Republik Indonesia yang pemikiran-pemikirannya telah mewarnai sikap toleransi dan kebhinekaan Eva Yuliana.

Gusdur adalah salah satu tokoh idola saya, pandangan beliau memaknai perbedaan agama, perbedaan paham, ras dan suku itu luar biasa bagi saya. Darinya saya belajar bagaimana mengutamakan kepentingan masyarakat, bangsa dan umat dari pada kepentingan pribadi dan golongan,” kata Eva.

image

INSTAGRAM Eva Yuliana

Seolah mempertegas kesiapan Eva untuk memandang perbedaan sebagai anugrah, di tahun 2005 ia mendapat undangan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk belajar tentang Keragaman Budaya dan Agama.

Dari pelajaran hidupnya, alumnus Pascasarjana Universitas Nasional sekaligus London School Of Public Relation itu tumbuh menjadi pribadi yang menghargai serta memaklumi perbedaan dan mencintai kebudayaan.

Ingin Semakin Bermanfaat Untuk Bangsa dan Negara

Sebagai seorang santri Eva paham betul makna dari sebuah hadits Nabi yang berbunyi ” Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain “.
Hadits yang sering ia kutip ini adalah motivasi terbesarnya untuk maju ke Senayan.

Bagi wanita kelahiran 23 juli 1973 itu, menjadi anggota DPR RI adalah salah satu cara agar dapat semakin bermanfaat untuk orang lain.
Seperti kata orang bijak, Setiap Niat Baik Pasti Akan Disediakan Jalan. Tahun ini, Staf Khusus Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Antarlembaga dan Peningkatan Sarana Perdagangan itu dipercaya oleh Partai Nasional Demokrat (Nasdem) untuk maju menjadi Wakil Rakyat.

Dengan semangat mengamalkan ajaran Rasulullah, caleg santri yang tercatat memiliki No Urut 1 untuk Dapil V Jateng ini berharap diberi dukungan oleh warga Solo, Sukoharjo, Boyolali & Klaten agar dapat menjadi wakil mereka.

Langkah yang diambil Eva ini tidak lepas dari dukungan keluarganya, Kiai atau Gurunya belajar Agama dan para santri. Mereka percaya, dengan pengetahuan dan kepribadian kuatnya, Eva dapat diandalkan sebagai wakil rakyat yang jujur dan amanah.

Jika anda belum punya pilihan , Eva adalah pilihan alternatif . Selain karena lahir dari kalangan santri , eva juga seorang yang mudah dekat dengan masyarakat dan tidak canggung bergabung dengan masyarakat .
Pokoknya recomended deh ,

Berikut foto-fotonya ,

image

image

image

Library : eva-yuliana.com

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s