Munajat 212 diwarnai Puisi Doa Neno Warisman yang Mengancam Allah

image

M2000.Jakarta –  Sejumlah elite politik turut hadir dalam acara Munajat 212 yang digelar di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/02/2019) tadi malam.
Mungkin 80 persennya dari kubu 02 Prabowo-Sandi .

Dilansir dari IDN Times, acara tersebut dihadiri Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN Eddy Soeparno, Ketua DPP PAN Yandri Susanto, dan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais. Politikus yang baru bergabung dengan PAN Abraham  Lunggana atau haji Lulung juga hadir dalam acara ini.

Hadir juga Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid, Presiden PKS Sohibul Iman, mantan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah, dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

Wakil Ketua Tim Pemenangan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno yang juga inisiator gerakan #2019gantipresiden Neno Warisman juga hadir.
Ia bertugas membacakan puisi dalam acara tersebut.
Tugas saya hanya membaca puisi Munajat, jadi mewakili sebuah keinginan yang baik. Nanti baiknya didengerin aja, jangan pulang dulu,” kata Neno kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/02/2019).

Dikutip dari berbagai media , (Jum’at 22/02/2019), rekaman puisi Neno menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video yang beredar tersebut, ada perkataan Neno mengatakan,” …dan jangan, jangan kau tinggalkan kami, dan menangkan kami, karena jika engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah.. Kami khawatir ya Allah.. Tak ada lagi yang menyembah-MU, ya Allah…”

Puisi ini terindikasi sebagai doa yang mengancam Allah , atau seperti gertakan agar Allah memenangkan mereka , kalau tidak maka tidak akan lagi yang menyembahNya .
Allah itu tidak butuh kalian , kalianlah yang butuh Allah , tapi kenapa seakan-akan kalian ini merasa paling dekat denganNya bahkan berani menggertak dan mengancamnya ?

Tentu saja ini tidak elok dan beretika , apalagi dibacakan di hadapan para ustadz dan umat yang tujuan awalnya memang ingin berdoa dan tidak ada unsur-unsur politik .
Apalagi di awal sudah dijanjikan tidak ada unsur politik oleh penyelenggara yaitu PA 212.

Apalagi dulu 2014 Prabowo juga kalah dan Indonesia baik-baik saja . Pengajian tetap ramai , masjid juga penuh , tidak berkurang sedikitpun bahkan jumlah masjid juga bertambah banyak .

Bagaimana menurut pemirsa ?

4 thoughts on “Munajat 212 diwarnai Puisi Doa Neno Warisman yang Mengancam Allah

  1. Ping balik: Doa Neno Warisman Mengadopsi Doa Nabi Saat Perang Badar – M2000

  2. Oldneg.com

    Tergantung dimana berdiri. Bisa terdengar mengancam bila kamu ngak suka orangnya. Dan terdengar seperti seorang hamba yang khawatir dengan keimanan bangsanya bila kamu dari pihak yang sebarisan

    Prejudice can go both way

    Btw saya ngekliping statement fahri hamzah selama bertahuntahun di https://oldneg.com/fahri-hamzah.html

    Semoga punya waktu untuk lihat lihat

    Suka

    Balas

Ngobrol disini !

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s