Surat Terbuka Bonek Untuk Jokowi … Mbonek Yuk !

image

M2000.Surabaya  – Dijaman serba di gital ini , mau apa-apa serba enak . Mau komen ke artis idola tinggal meluncur ke instagram , atau twitter bahkan di era kepemimpinan Jokowi , semua pejabat daerah mulai ikut-ikutan membuat akun pribadi untuk bisa menyapa rakyatnya .

Seperti yang beberapa hari lalu dilakukan oleh seorang bonek(pendukung Persebaya Surabaya) kepada presidennya dan viral di medsos .

Surat terbuka tersebut pertama kali diunggah oleh laman resmi Persebaya Surabaya, Sabtu (23/3/2019).

Diketahui, surat tersebut ditulis oleh seorang Bonek bernama Ram Surahman.

Dalam surat tersebut, tertulis bahwa Bonek mengajak Presiden Jokowi untuk ‘mbonek’ alias ikut menonton Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo (GBT).

Selain itu, Bonek juga menuliskan sederet hal positif yang telah dilakukan mereka selama ini. Mulai dari mendirikan panti asuhan, penggalangan dana, hingga kegiatan keagamaan. Di akhir surat, Bonek terlihat menyampaikan aduannya kepada orang nomor satu di Indonesia.
Satu di antaranya adalah soal pelarangan mendukung tim kesayangan mereka, Persebaya Surabaya, di sejumlah tempat di Indonesia.

Mereka juga berjanji hendak meramaikan turnamen Piala Presiden 2019 yang juga diikuti oleh Tim Bajul Ijo dengan memecahkan rekor jumlah penonton turnamen, pada Jumat (29/3/2019) mendatang.

Terakhir, Bonek juga enggan surat terbuka ini dikaitkan dengan politik apalagi diketahui Jokowi kini tengah menyalonkan diri lagi menjadi Presiden Indonesia periode 2019-2024.

Jersey dan bola sepak Persebaya yang ditandatangani Presiden Indonesia, Ir. H. Joko Widodo atau Jokowi di kantor Persebaya, tahun lalu.

Berikut isi surat lengkapnya:

Pak Jokowi, Mbonek Yuk

Oleh : Ram Surahman

Pak Jokowi yang terhormat.

Maaf beribu maaf bila ajakan ini dianggap sebagai kelancangan. Sejujurnya, ini harapan yang kami rangkai dari lubuk hati terdalam. Suatu ketika, bapak bisa nribun bareng kami Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya.

Bernyanyi, dan berjingkrak bersama. Jika bapak penyuka musik heavy metal, percayalah, ”kebisingan” di GBT tak akan kalah dengan cabikan gitar Metallica.

Pak Jokowi.

Kami paham, bila bapak ragu dengan keinginan tulus kami ini. Apalagi, masih banyak suara-suara miring diluaran sana, menyebut kami dengan sederet cap negatif yang tiada henti. Dari sebutan gembel hingga maling gorengan.

Tak apa, pak. Semua cap miring itu kami terima dengan lapang dada. Justru, menjadi pelecut kami untuk berbenah dan perbaiki diri. Kami jawab semua cap miring itu dengan dengan kerja kebaikan tiada henti.

Dalam senyap, kami membangun panti asuhan. Mungkin terdengar aneh kan Pak? Suporter bola kok bangun panti asuhan. Tetapi, itu nyata kami lakukan. Alhamdulillah, Panti Asuhan Bonek kini sudah berdiri dan beroperasi. Bolehlah, kalau bapak ke sini, kita berkunjung ke sana.

Jika ada bencana di negeri ini, kami pun tak kalah sigapnya bereaksi. Sudah berapa banyak uang yang kami himpun dan kami salurkan untuk para korban bencana tersebut. Semua kami lakukan tulus demi rasa kemanusiaan. Tak lebih.

Bahwa semuanya jauh dari publikasi dan riuh tepuk tangan yang mengiringi, tak masalah. Karena kami percaya, kerja kebaikan ini, transaksinya langsung sama Tuhan.

Maaf Pak, jenengan mungkin pernah dengar Dolly kan? Dulu, kawasan ini pernah disebut sebagai lokalisasi terbesar di Asia Tenggara. Beberapa tahun lalu, sama Bu Risma, Dolly ditutup dan sekarang berubah fungsi, Alhamdulillah.

Bonek yang di sana pun ikutan berubah. Kini, mereka mulai belajar sholat, baca Al-Quran, mengikuti pengajian dan syiar kebaikan lainnya. Bolehlah, kalau nanti bapak jadi ke sini, bersama menyapa teman-teman Bonek Jarak Dolly City (BONJARLITY).

Pak Jokowi. Masih banyak kerja kebaikan yang telah kami jalani. Ada Bonek Hijrah, Bonek Shalawatan dan elemen-elemen lain yang terus berlomba-lomba dalam menanam kebaikan. Tapi, rasanya dzolim bila disebutkan semua, di tengah kesibukan bapak yang berjibun seperti sekarang ini.

Kami tahu, kerja-kerja kebaikan seperti itu tak boleh ditunjuk-tunjukkan. Guru-guru kami pun mengingatkan akan hal itu. Tetapi, ijin kami menyampaikan pada Bapak. Sebagai orang nomor satu di Republik ini.

Kenapa? Pak, kami risau.

Disaat kerja kebaikan terus kami gelorakan, kami sangat kecewa dengan perlakuan yang kami terima. Gerak kami dibatasi. Bukan oleh warga biasa, tetapi institusi pemerintahan dan Negara. Kami dengar selentingan, tak boleh mendukung Persebaya main di wilayah tertentu di Indonesia. Salah kami apa?

Jika memang ada pengalaman kelam di masa lalu, apakah pelarangan ini menjadi jalan keluar? Bukankah ini semacam cara instan lari dari masalah dan kenyataan?

Karena itu, kepada bapak kami mengadu.

Pak Jokowi, kami sadar. Masih harus memantaskan diri untuk bisa mengundang bapak di tengah kami. Karena itu, ijinkan beri kami kesempatan untuk membuktikan pada Jum’at, 29 Maret 2019 nanti.

Kami akan buat bapak bangga. Kami akan penuhi Stadion Gelora Bung Tomo. Kami akan pecahkan rekor jumlah penonton di turnamen yang perebutkan Piala dari Bapak ini. Kami juga mohon doa agar Persebaya bisa diberi kemenangan di laga nanti. Dengan begitu, bapak bisa nribun bareng kami di pertandingan semifinal atau partai final nanti. Amiin,
Terakhir pak.

Please, jangan dengarkan omongan apapun dari luar terkait keinginan kami ini. Apalagi ditarik terlalu jauh dalam urusan politik dan copras capres yang lagi riuh saat ini. Kuping tebal saja pak. Sama seperti yang telah kami lakukan selama ini.

Bagi Persebaya, urusan Presiden sudah selesai. Azrul Ananda, adalah Presiden Persebaya saat ini. Duh, jadi gak sabar melihat dua Presiden nribun bareng di Stadion WANI !”

Boleh juga nih surat Bonek …
Buat pak Jokowi …Wani Mbonek Ra Pak ?

Presiden Jokowi sendiri ternyata pernah bertemu langsung dengan petinggi persebaya di gedung Jawa Pos yang menjadi markas besar Bonek pada tahun 2017 lalu .

Seperti dikutip dari bola.com ( 17/10/2017) ,
dalam kesempatan itu, Jokowi, dengan nada bercanda mengatakan kepada Presiden Persebaya, Azrul Ananda, bahwa anak sulung mantan menteri BUMN, Daslan Iskan, tidak akan jadi presiden Persebaya jika bukan karena Jokowi.

“Kalau saya tidak meminta agar Persebaya diaktifkan kembali, Anda tidak mungkin jadi Presiden Persebaya,” ujarnya seraya tertawa seperti ditirukan Chairul Basalamah, manajer Persebaya.

Manajemen Persebaya membenarkan hal itu. Meski bukan Jokowi langsung yang memulihkan hak Persebaya kembali berkompetisi, minimal Jokowi berperan besar dalam mengembalikan hak dan status sejumlah klub yang sempat dihilangkan oleh PSSI di era kepemimpinan Djohar Arifin Husin.

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s