Prabowo ” Nekat ” Deklarasikan Diri Jadi Presiden , SBY Beri Peringatan Keras

M2000.Jakarta – Entah apa yang ada dibenak capres Prabowo Subijanto saat ini . Disaat orang-orang mulai adem setelah pemilu , Prabowo justru membuat kegaduhan dengan cara yang diluar batas nalar orang berpikir .

Bagaimana tidak , disaat lembaga-lembaga survey resmi terpercaya mengumumkan kemenangan Jokowi , Prabowo justru percaya dengan lembaga survey internalnya yang mengatakan Prabowo menang dengan perolehan 62% suara .

Tentu ini menjadi pertanyaan , ada apa dengan Prabowo , apakah nafsu berkuasanya sudah mengalahkan akal sehat . Lihat saja , Prabowo bahkan berani mendeklarasikan dirinya sebagai presiden RI dan jelas ini melebihi wewenang KPU sebagai pihak penyelenggara .Apakah Prabowo lebih KPU dari KPU ?

Lucunya lagi adalah ini sudah deklarasi ketiga dalam 3 hari ini , dimana pada deklarasi pertama dan kedua tidak ditemani Sandiaga yang konon katanya tidak mau menemani Prabowo karena Sandi sudah melihat hasil Quick Count yang menyatakan kemenangan Jokowi dengan selisih antara 8-10% dan kabarnya sempat diusir Prabowo .

Sandi pun sempat menghilang selama dua hari pasca kejadian itu dan ini justru menjadi pertanyaan publik . Benarkah Sandi diusir Prabowo ?

Pihak BPN segera mengklarifikasi bahwa Sandi sakit cegukan dan pulang untuk istirahat . Disini yang agak janggal , seandainya Sandi memang cegukan , masa iya dia tidak mau menemani Prabowo deklarasi kemenangan , masuk akan kan ? Apalagi sandi dikenal banyak senyum dan ceria dan suka konyol kalau sudah di depan orang untuk mencari perhatian.

Nah setelah 2 hari menghilang , Sandi akhirnya muncul dan ikut deklarasi walaupun dengan raut muka menahan kekecewaan dan kekesalan atas ulah Prabowo yang selalu mengatakan dirinya sudah presiden .

Sebagaimana detik.com melaporkan, Prabowo dalam jumpa pers itu sekali lagi mengklaim kemenangannya dan bahkan mendeklarasikan diri sebagai Presiden RI dengan alasan menang 62 persen dari rivalnya Joko Widodo.

Prabowo dalam deklarasi yang diiringi teriakan takbir itu juga menuduh kecurangan-kecurangan dilakukan oleh KPU di semua tingkatan mulai dari desa-desa hingga jajaran di atasnya. Oleh karna itu Ia merasa perlu mempercepat untuk mendeklarasikan diri sebagai Presiden.

Entah mendapat dasar hukum dan konstitusi dari mana Prabowo berani mendeklarasikan diri sebagai Presiden, sementara KPU saja masih melakukan proses rekap perhitungan suara di tahap awal. Tindakan ini jelas melanggar konstitusi karna dalam UU tidak dikenal adanya Jabatan Presiden RI dengan cara mendeklarasikan diri.

Proses yang benar diatur oleh UU Pemilu melalui mekanisme Pemilihan Umum sesuai tahapan-tahapan yang telah ditentukan.

Atas dasar kejadian itu, Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menginstruksikan seluruh pengurus partai dan kadernya tidak terlibat segala kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi. Bersamaan dengan itu SBY juga menarik seluruh kadernya dari kubu BPN Prabowo-Sandiaga.

Instruksi itu disampaikan SBY melalui surat yang ditujukan kepada Sekjen PD Hinca Pandjaitan, Ketua Dewan Pembina PD EE Mangindaan, Ketua Dewan Kehormatan PD Amir Syamsuddin, dan Waketum PD Syarief Hasan. Instruksi itu juga ditembuskan kepada Komandan Kogasma PD Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Surat yang berisi empat poin itu dibenarkan Syarief Hasan. “Ya (benar, surat dikirimkan SBY),” ujar Syarief Hasan dihubungi di Jakarta, seperti dilansir detik.com dari Antara, Kamis (18/4/2019).

Berikut isi surat SBY tersebut seperti ditulis oleh detik.com (18/4) :

1. Sehubungan dengan perkembangan situasi politik pasca pemungutan suara Pemilu 2019 yang menunjukkan ketegangan (tension) dan bisa berkembang ke arah yang membahayakan politik dan keamanan kita, saya instruksikan kepada pejabat tersebut alamat, untuk secara terus menerus memantau dari dekat perkembangan situasi yang terjadi di tanah air.

2. Memastikan para pengurus dan kader Partai Demokrat tidak melibatkan diri dalam kegiatan yang bertentangan dengan konstitusi dan UU yang berlaku serta tidak segaris dengan kebijakan pimpinan PD.

3. Jika terjadi kegentingan dan situasi yang menjurus ke arah konflik dan krisis yang membahayakan, segera melapor kepada Ketum pada kesempatan pertama.

4. Demikian untuk diindahkan dan dilaksanakan

Mohon jangan terpancing emosi atas deklarasi Prabowo bersama tim BPN ini. Bisa jadi sedang memancing suasana agar keruh di tengah KPU melakukan proses penghitungan suara.

Tidak selang beda waktu, sore hari sebelum Prabowo mendeklarasikan diri sebagai Presiden, Panglima TNI dan Kapolri juga menggelar jumpa pers yang intinya akan menindak tegas kepada pihak-pihak yang mencoba melawan konstitusi dalam Pemilu 2019 ini di setiap tahapannya.

Iklan

2 tanggapan untuk “Prabowo ” Nekat ” Deklarasikan Diri Jadi Presiden , SBY Beri Peringatan Keras”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s