Viral Video Pembakaran Surat Suara di Papua , Begini Kronologinya

M2000.Papua – Beberapa hari ini dan kedepannya nanti , medsos akan di hiasi berita-berita kecurangan pemilu , baik yang benar-benar terjadi , ataupun berita Hoax . Saking banyaknya berita , sampai kita kadang tidak tahu , mana yang benar dan mana yang hoax untuk menggiring opini.

Nah , yang lagi hangat-hangatnya adalah
viralnya video pembakaran logistik Pemilu di Puncak Jaya Wijaya. Dalam video tersebut tampak ribuan surat suara yang dibakar dan puluhan kardus kotak suara berserakan. Ditambah lagi suara orang yang memvideokan dengan nada provokasi .

Selamat siang. Inilah tempat pembakaran kotak suara maupun surat suara di Distrik Tingginambut. Masyarakat melakukan pembakaran, tolong teman-teman viralkan di media sosial,” kata pria di video.
“Di Kabupaten Puncak Jaya, tidak ada Pilpres. Di desa-desa, di distrik-distrik semuanya surat suara diikat jadi satu oleh seorang bupati,” tambah pria itu.

Bagaimana faktanya ?

Seperti dikutip dari tribunnews , Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan adanya kejadian pembakaran logistik.
Hal tersebut (pembakaran logistik, – red) sudah diklarifikasi langsung oleh Kapolda Papua dan Kapolres Jaya Wijaya,” ujar Dedi, di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (24/3/2019).

Akan tetapi, ia menegaskan bahwa logistik yang dibakar merupakan sisa logistik yang tidak terpakai pada saat pemungutan suara tanggal 17 April 2019 lalu.

“Betul, kejadian dibakar itu adalah sisa-sisa logistik yang tidak dipakai pada saat tanggal 17 April, karena disana (menggunakan) sistem noken,” kata dia.
Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah itu menyebut pembakaran sisa logistik dilakukan guna menghindari logistik pemilu disalahgunakan oleh sekelompok orang.
Aksi itu, kata dia, telah disetujui KPU setempat dan telah dibuat berita acara terkait pemusnahannya dengan cara dibakar.
Bahkan, jenderal bintang satu itu menuturkan Bawaslu telah melakukan pengecekan terhadap peristiwa itu.

Guna menghindari logistik pemilu itu disalahgunakan oleh sekelompok orang, keputusan KPU setempat seluruh sisa logistik yang tidak dipakai itu dimusnahkan dan sudah dibuat berita acaranya sehingga di bakar pemusnahannya,” tutur dia.

Jadi sudah clear. Bawaslu juga sudah ngecek tentang peristiwa yang sempat viral itu,” pungkas Dedi.

Sebelumnya , Ketua KPU Papua Theodorus Kossay memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait peristiwa tersebut.

Dia mengatakan, kotak suara dan surat suara yang dibakar itu sudah tidak terpakai. Hal ini lantaran warga setempat menggunakan hak pilihnya dengan sistem noken (ikat).

Gambar yang diambil 23 April lalu, jadi tujuh hari lewat (pemungutan suara) gambar ini diambil, diviralkan,” ucap Tehodorus dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Video viral tersebut diketahui terjadi pada tanggal 23 april , atau 6 hari setelah pemilu 17 april 2019. Dan memang sejak jaman pak Harto pemilu dibeberapa distrik rawan di Papua memang tidak memakai pencoblosan langsung , melainkan memakai sistem noken/ikat atau suara dikumpulkan oleh ketua adat , lalu dikumpulkan dan diserahkan ke kecamatan atau ke bupati . Suara ini juga tidak tentu ke salah satu paslon , tapi tergantung didaerah situ siapa yang populer dan bisa diterima masyarakat terutama ketua adat .

Iklan

One thought on “Viral Video Pembakaran Surat Suara di Papua , Begini Kronologinya”

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s