Skenario 02 Menang dan Diskualifikasi Jokowi-Maaruf

M2000 – Warganet baru-baru ini dihebohkan dengan foto skenario kemenangan koalisi Indonesia Adil Makmur. Diketahui, koalisi tersebut merupakan pengusung paslon nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Salah satu akun yang membagikan skenario kemenangan tersebut adalah @jessikaearhart1 di Twitter. Dalam foto yang viral tersebut, dijelaskan ada 3 tahapan yang akan ditempuh oleh kubu Prabowo demi meraih kemenangan.

Tahap pertama, mereka akan membuat gugatan ke Bawaslu untuk mendiskualifikasi Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Dalam tahapan tersebut, mereka juga akan membuat laporan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Selain itu, kubu 02 juga akan menginstruksikan aksi massa di 22 provinsi.

Sementara pada tahap kedua, kubu 02 akan mulai melakukan mobilisasi umat untuk menjalankan people power. Aksi itu disebut bakal dijalankan setiap 3 hari pada bulan Juli 2019.

Pada tahap terakhir, mereka akan mendelegitimasi kemenangan paslon 01. Tahap ketiga ini akan dilaksanakan pada 1 Agustus hingga Oktober 2019. Dengan menggunakan MPR melalui Pasal 6A Ayat (3) UUD 1945, pasangan petahana akan diupayakan untuk gugur.

Menanggapi foto viral tersebut, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pun angkat bicara. Juru bicara BPN Prabowo, Ahmad Riza Patria, dengan tegas membantah foto skenario kemenangan tersebut.

Tidak ada skenario seperti itu,” tutur Riza di Kantor KPU RI Jakarta pada Jumat (3/5). Meski demikian, Riza menjelaskan bahwa BPN Prabowo memang memiliki 3 skenario, namun tidak seperti foto yang viral di media sosial tersebut.

Ketiga skenario BPN Prabowo tersebut adalah mengumpulkan C1 di seluruh pelosok Indonesia. Lalu yang kedua mengawal setiap proses rekapitulasi suara, mulai dari waktu pencoblosan, PPK, hingga ke tingkat pusat.

Sedangkan skenario ketiga adalah mengumpulkan bukti kecurangan yang ada dan melaporkannya pada KPU serta Bawaslu. Menurut Riza, BPN Prabowo mendukung Pemilu berjalan jujur dan adil, sehingga foto yang viral di media sosial tersebut tidaklah benar.

Kami ingin Pemilu ini berlangsung luber, jurdil, aman dan damai. Jadi, saya kira enggak ada skenario di luar itu,” jelas Riza.

Masyarakat dan umat yang berbondong-bondong memberikan dukungan dengan sepenuh hati pada Prabowo-Sandi. Kami tidak pernah memberikan uang, menyiapkan bus transportasi, tidak pernah memberikan konsumsi, tidak pernah.”

People Power secara demokrasi ya sebenarnya sudah kita lakukan yaitu lewat pemilu , rakyat berbondong-bondong memilih pemimpinnya secara langsung tanpa ancaman dan intimidasi . Kita tinggal tunggu saja 22 mei saat pengumuman resmi KPU . Jangan ikut-ikutan yang gak jelas dan melanggar konstitusi , karena akan merugikan diri sendiri , saudara kita dan tentunya segenap anak bangsa .

Apakah kita tidak ingin negara ini aman , damai , kita bekerja dengan tenang , berkumpul bahagia dengan keluarga , berpergian dengan nyaman .

Pernah gak sih kita berpikiran cerdas seperti itu . Jangan hanya karena even lima tahunan , jagonya kalah ngamuk-ngamuk , receh banget , udah gak jaman , norak , kampungan …NDESOO

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s