Gara-Gara Cantik karena Foto Editan , Caleg ini Lolos ke Senayan , Tapi Akhirnya …

M2000.NTB – Menjadi anggota legislatif memang menjadi impian bagi jutaan orang di negri ini . Namun karena sesuatu hal , tidak semua orang bisa mendaftar dan bisa maju menjadi caleg .

Memang sih , kini banyak yang tersingkir karena kalah modal atau mahar , dan akhirnya menjadi kader atau simpatisan partai saja.

Untuk yang sudah resmi menjadi caleg , tentunya harus siap lahir batin dan tentunya siap menang atau kalah , jangan siap menang saja , nanti kalau kalah malah stres , gak mau menerima kenyataan dan mengerahkan massa people power geruduk KPU , kan parah kalau ada model beginian .Ibarat kata yang mau bertanding dia sendiri , daftar-daftar sendiri , giliran kalah panitia yang disalahkan .

Nah , kasus yang satu ini agak beda dan boleh dibilang unik . Seorang Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Evi Apita Maya lolos kesenayan karena meraup suara terbanyak. Ia mengikuti pemilihan dari dapil Nusa Tenggara Barat atau NTB. Namun ia digugat dalam sidang pleno KPU oleh calon anggota DPD lainnya.

Evi Apita Maya dilaporkan dalam sidang pleno KPU karena memasang foto yang terlihat putih, mulus, dan cantik serta menarik pada kertas suara dan materi kampanye. Padahal, diketahui foto tersebut merupakan hasil editan dan tidak sesuai aslinya.

Sebelumnya, KPU NTB) menuntaskan pleno rekaputulasi dan penetapan hasil pemilu 2019, Selasa (14/5/2019) dini hari.

Hasilnya, empat orang calon anggota lolos menjadi senator atau anggota Dewan Perwakilan Daerah ( DPD) RI.

Sebelumnya, ada 23 calon anggota DPD yang berebut kursi senator tersebut di NTB.

Yang mengejutkan, wajah-wajah lama petahana gugur dalam perebutan kursi DPD di NTB.

Misalnya, mantan istri Tuan Guru Bajang ( TGB) Zainul Majdi yakni Hj Robiatul Adawiyah, yang merupakan calon anggota DPD nomor 43. Dia hanya mampu menarik 114.534 suara pemilih di NTB.

Demikian juga dengan wajah lama senator NTB seperti Prof Dr Farouk Muhammad, calon anggota DPD nomor urut 27 yang hanya meraih 188.687 suara.

Kemudian Baiq Diyah Ratu Ganepi, calon anggota DPD nomor urut 24, hanya mengantongi 126.811 suara. Serta, Lalu Gede Syamsul Mujahidin, calon anggota DPD nomor urut 33 yang hanya meraih 155.363 suara. Keempatnya gagal kembali menduduki kursi senator mewakili NTB.

Evi Apita Suara Tertinggi

Sementara empat calon aggota DPD yang lolos adalah wajah baru.

Masing-masing yakni Evi Apita Maya, nomor urut 26 yang meraih suara terbanyak yaitu 283.932 suara. Disusul H Achmad Sukisman Azmy nomor urut 21 yang juga jurnalis dan mantan Ketua PWI NTB, berhasil mendulang 268.905 suara.

TGH Ibnu Halil nomor urut 29 meraih 245.570 suara dan terakhir H Lalu Suhaimi Azmi nomor urut 35 dengan 207.352 suara.

Upaya para calon meraih kursi senator melewati persaingan yang cukup ketat, termasuk diwarnai laporan kecurangan yang muncul dalam rapat pleno KPU NTB.

Laporan kecurangan misal soal penggelembungan suara, politik uang hingga foto. Laporan mengenai pemalsuan dokumen foto yang diduga dilakukan oleh Evi Apita sebagai peraih suara terbanyak ini.

Saksi melaporkan bahwa adanya pemalsuan dokumen atau gambar pengunaan foto, sebagai persyaratan administrasi calon perseorangan anggota DPD RI.”

Semestinya bakal calon mengunakan foto terbaru maksimal 6 bulan sebelum pendaftaran di KPU,” demikian dibacakan komisioner KPU NTB Syamsudin sebelum Rapat Pleno ditutup dan dinyatakan telah selesai.

Warga mencoblos Evi Apita karena fotonya menarik dan cantik.

Soal foto Evi Apita sendiri menjadi salah satu sorotan dalam pleno KPU NTB kali ini, sebab foto Evi Apita diedit sedemikian rupa menjadi menarik.

Bahkan Gubernur NTB Zulkieflimansyah sempat membicarakan mengenai foto calon anggota DPD Evi Apita di sela-sela pertemuan dengan tokoh agama dan masyarakat di Pendopo Gubernur.

Banyak yang memilih karena melihat foto yang menarik dalam pemilu kita,” seloroh Gubernur NTB Zulkieflimansyah (23/4/2019) lalu.

Warga yang usai memilih pun mengaku memilih anggota DPD yang fotonya cantik karena tak mengenal seluruh calon anggota DPD . Lucunya kenapa dari pertama pada gak protes , setelah kalah baru pada protes .Lagian mau protes juga pasti kalah , lha dia kan memang memasang foto aslinya dan di edit biar kinclong , kalau masang foto orang lain baru bermasalah .

Sebenarnya kasus mencoblos caleg cantik ini juga terjadi dimana-mana , biasanya cowok kalau tidak tahu politik dan tidak punya jago , rata-rata milihnya yang cantik , sama-sama gak kenal ini ya kan ?

Kamu juga gitu kan ?

Iklan

3 tanggapan untuk “Gara-Gara Cantik karena Foto Editan , Caleg ini Lolos ke Senayan , Tapi Akhirnya …”

  1. wah ada-ada aja ya masang foto cantik bisa meraup suara terbanyak, tapi apa bisa gara-gara kemudian gugatan ke mk bisa dikabulkan? Karena akan sulit mk dalam memutuskan perkara tersebut jika tidak diikuti dengan bukti lain yang lebih kuat ya. Hmmmm 🙂
    Salam kenal ya gan dan ijin follow blog nya ya, 🙂

    Suka

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s