Mengenal Sosok Jacklyn Chooper , Polisi Gondrong yang Menangkap Pengancam Jokowi

M2000.Jakarta – Seperti kita ketahui , HS, pria yang ancam penggal Jokowi kini telah diamankan. Pria 25 tahun itu ditangkap Jatanras Subdit Krimum Polda Metro Jaya, Minggu (13/5).

Kasus tersebut bermula ketika HS mengancam akan memenggal kepala Presiden Jokowi saat berdemo di Bawaslu, Jumat (10/5). Video itu lalu viral di media sosial hingga berujung penangkapan terhadap pelaku.

Di balik penangkapan itu, ada hal menarik yang mencuri perhatian, yaitu seorang polisi nyentrik gondrong dan berpakaian preman. Ia bukanlah polisi biasa, melainkan sudah cukup populer di media sosial. Ia adalah Aiptu Jakaria atau yang lebih dikenal dengan nama Jacklyn Choppers atau Bang Jack.

Penampilan Aiptu Jakaria yang nyentrik berhasil mencuri perhatian. Rambutnya yang gondrong dan mengenakan kaus hitam berdesain khas seorang rocker membuatnya terlihat berbeda dengan anggota polisi lainnya. Ia juga mengenakan beanie hat sebagai penutup kepala. Sementara rambut pirangnya yang tak tertutup terlihat menjuntai seperti Axl Rose vokalisnya Guns N Roses.

Rupanya, sosok Aiptu Jakaria memang sudah tidak asing lagi, termasuk di media sosial. Sebab, ia terbilang cukup aktif. Bahkan, Instagram-nya pun memiliki jumlah pengikut lebih dari 100 ribu.

Selain itu, Aiptu Jakaria pun kerap membuat vlog untuk diunggah di Instagram maupun di kanal YouTube pribadinya. Salah satu video yang diunggahnya adalah detik-detik penangkapan HS, pria yang ancam akan penggal Jokowi. Video tersebut diunggah di Instagram-nya, Minggu (12/5).

Aiptu Jakaria rupanya sudah aktif membuat dan mengunggah video sejak 2016. Hingga kini, akun YouTube-nya sudah memiliki 150 ribu subscriber. Sebagian besar video yang diunggahnya pun tidak jauh dari aktivitasnya sebagai polisi. Menurutnya aksinya beserta teman-temannya memang perlu diketahui masyarakat sehingga masyarakat tahu bahwa polisi itu memang bekerja mengayomi masyarakat seperti slogannya .

Untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, memberitahukan kepada masyarakat bahwa polisi tidak tidur, polisi siap kapan saja mengayomi dan melayani masyarakat tanpa memandang status sosial,” kata Aiptu Jakaria, seperti dikutip dari tayangan acara Indonesia Morning Show NET, Senin (13/5).

Aiptu Jakaria pun menjelaskan tidak masalah ketika dirinya yang seorang polisi membuat video dokumentasi. Kebetulan, ia juga mengaku berada di tim tindak, bukan tim lidik. Dengan begitu, dirinya bisa membuat video dokumentasi yang bisa memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai kasus yang sedang ditangani.

Ia lalu memberi contoh seperti kasus penipuan yang dilakukan orang dengan mengaku sebagai anggota polisi. Mereka kerap menggunakan identitas palsu sebagai polisi untuk penipuan, tidak terkecuali di media sosial.

Aiptu Jakaria atau Jacklyn Choppers pun menceritakan sempat ada orang yang mengaku sebagai dirinya untuk tindak penipuan. Bahkan, banyak korban akibat penipuan yang mengatasnamakan dirinya.

Korbannya banyak. Ada yang barangnya diambil,” kata Aiptu Jakarta.

Perjuangannya mengabdi untuk negara sebagai polisi ternyata tidaklah mudah. Beberapa kali dirinya dihadapkan situasi sulit hingga sangat mengancam nyawa. Namun, hal itu tidak lantas membuat nyali Aiptu Jakaria menciut.

Pada tahun 2007, dirinya pernah menjalankan misi penggerebekan perampok pengisi mesin ATM dengan jumlah uang Rp 2,8 miliar. Hingga akhirnya dirinya harus merasakan 11 peluru yang ditembakkan dari jarak dekat ke tubuhnya saat baku tembak.

” Ternyata pelaku di dalam sudah siap dengan senjata api. Peluru masuk sih berasa. Ternyata kena 11 peluru. Pelaku mati (di tempat) kita berikan tindakan tegas,” ungkapnya.

Karena cedera parah, Aiptu Jakaria pun dilarikan ke rumah sakit. Bahkan sesampainya di rumah sakit pun sempat ada kejadian lucu. Pelaku yang sudah tidak bernyawa diletakkan di atas kasur, sementara dirinya justru digeletakkan di lantai. Pasalnya Aiptu Jakaria mengenakan ‘pakaian preman’, sementara pelaku mengenakan pakaian safari.

“Saya pakaian begini (pakaian preman), sementara pelaku (mengenakan) pakaian safari. Pelaku ditaruh di atas kasur, saya di bawah. Disangka pelaku,” tambahnya sembari tertawa.

Seperti diketahui, Aiptu Jakaria dan tim Jatanras Subdit Krimum Polda Metro Jaya melakukan penangkapan terhadap HS, pria yang ancam penggal Jokowi, Minggu (12/5). HS kini dijerat dengan pasal makar dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Iklan

gunakan suaramu

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s